Tuesday, 02 December ' 08
 
Menjaga Tol Bandara Agar Tidak Banjir Lagi
Untitled Document

 

Image

PRESS RELEASE
PT JASA MARGA (Persero) Tbk.


Nomor: 006/2008 Tanggal 22 Mei 2008

 

Permukaan jalan tol di KM 26 sampai dengan 27 yang sudah berada dibawah permukaan air laut, membuat jalan tol ini rawan banjir akibat meluapnya air laut (air pasang/rob). Untuk mengatasi hal tersebut, PT Jasa Marga (Persero), Tbk , s ebagai operator Jalan Tol Ir. Sediyatmo, tiada pernah henti untuk melakukan berbagai upaya agar jalan tol tersebut aman dilalui masyarakat, terutama dari dan menuju ke Bandara Soekarno-Hatta.

Upaya yang saat ini dilakukan Jasa Marga adalah dengan membuat tanggul permanen di KM 26.600 sepanjang 600 meter di sisi utara jalan tol. Apabila tanggul yang dikerjakan sepanjang siang dan malam ini yang rencanan ya akan selesai tanggal 26 Mei 2008 . Apabila tanggul ini selesai diharapkan dapat menahan air bila terjadi air pasang/rob, curah hujan tinggi atau sistem drainase daerah tersebut tidak berfungsi.

Antisipasi jangka pendek yang dilakukan Jasa Marga adalah dengan menyiapkan karung pasir dan triplek yang selalu tersedia. Selain itu juga disiapkan Satgas banjir yang standby selama 24 jam dengan tugas secara bergiliran. Jasa Marga juga melakukan pemeliharaan Long Storage agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Sedang untuk mengatasi kondisi-kondisi darurat, Jasa Marga sudah mengefektifkan implementasi Early Warning System (EWS) dan Emergency Respons Plan (ERP) pada Penanganan Genangan Banjir serta Pelayanan dan Pengaturan Lalu Lintas.

Upaya lain untuk meningkatkan pelayanan yang sudah direncanakan sejak tahun 2001 adalah dengan melakukan pelebaran (penambahan kapasitas jalan) sekaligus peninggian jalan tol baik ke arah Jakarta maupun ke arah Bandara. Secara bertahap pekerjaan yang sudah dimulai sejak Maret 2008 ini akan selesai sekitar 12 bulan.

Pengaturan Lalu Lintas

Selama pekerjaan kedua proyek tersebut berlangsung, tentunya akan berdampak kepada arus lalu lintas yang melalui tol tersebut. Sebab, di beberapa bahu jalan yang berada di sisi kiri lajur utama, digunakan untuk melakukan mobilisasi peralatan dan material proyek. Sedang dua lajur utama masih bisa dilalui. Akibatnya, kendaraan harus mengurangi kecepatannya pada saat melintas di daerah bahu jalan yang dipergunakan untuk menyimpan peralatan dan material proyek.

Hambatan lalu lintas juga terjadi karena para pengguna jalan tol menggunakan bahu jalan pada saat kondisi lalu lintas padat. Sehingga ketika kendaraan yang berjalan di bahu jalan dan akan masuk ke lajur utama di lokasi bahu jalan yang terpakai, maka terjadilah crossing yang menghambat kendaraan yang berada di lajur utama.

Untuk mengatasi masalah lalu lintas ini, Jasa Marga sudah menerapkan Manajemen Lalu Lintas sesuai dengan standard pelayanan. Misalnya dengan menempatkan rubbercone, rambu-rambu peringatan, rambu-rambu petunjuk juga spanduk dan baliho yang dipasang di sepanjang jalan tol. Jasa Marga juga menempatkan petugas di lokasi-lokasi tertentu yang menjadi sumber hambatan.

Semua informasi yang disampaikan kepada masyarakat melalui berbagai sarana informasi ini bertujuan agar masyarakat memahami kondisi dan penyebab gangguan lalu lintas. Sebab, seluruh pekerjaan proyek yang dilakukan ini adalah bentuk dari upaya peningkatan pelayanan yang diberikan Jasa Marga, agar ke depan masyarakat akan lebih nyaman ketika melintas di jalan tol ini. Konsekuensinya, akan terjadi hambatan lalu lintas selama pekerjaan ini berlangsung.

 

Jakarta, 22 Mei 2008

ttd

 

Ir. Okke Merlina

Sekretaris Perusahaan

 

 
Quick Link
Tender Announcement
Press Release
Media Clipping
Sitemap
Download
Search
PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk.
Copyright © 1978 - 2008 PT JASA MARGA (PERSERO) Tbk.
Indonesia Highway Corp. All Rights Reserved .