Informasi Lalulintas   |   Informasi Lalulintas   |   Informasi Lalulintas
Search results for:

Info Tol (25/9): Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Adityawarman meraih penghargaan The Best Potential CEO of The Year 2013 Category Visionary, dalam acara Anugerah Business Review 2013 yang diselenggarakan majalah “Business Review” bertema Sustainability Business Growth, di Ballroom Ritz Carlton Hotel, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (24/9).

Selain itu Jasa Marga juga meraih 4 penghargaan lainnya, yaitu The Best Operation Management of The Year 2013 Peringkat III, The Best GCG Implementation of The Year 2013 Peringkat III, The Best Corporation for Learning Organization of The Year 2013 Peringkat III, serta penghargaan sebagai The Best Corporate of The Year 2013 Peringkat III. Salah satu penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Operasi Jasa Marga, Hasanudin.

Anugerah Business Review yang diikuti oleh 200 Perusahaan BUMN dan swasta merupakan penghargaan sekaligus apresiasi tertinggi untuk korporasi dan pelaku bisnis berprestasi, terutama perusahaan yang berhasil meningkatkan kinerja serta mampu berkontribusi besar bagi pembangunan perekonomian Indonesia.

Dalam proses Proses penilaian yang terdiri dari quesioner hingga wawancara, melibatkan sejumlah institusi bisnis dan manajemen yang kredibel serta para Pakar Bisnis & Manjemen.

“Pemberian penghargaan bertujuan mendorong iklim yang kondusif bagi korporasi dan mendukung upaya peningkatan efisiensi, efektivitas, dan produktivitas perusahaan,” ujar Ketua dewan juri Anugerah Business Review Suryo Danisworo (Komper/Foto: Anang)

Published in News

info tol(24/9) : Berbagai kendaraan termasuk sepeda motor sejak Selasa (24/9) pagi mulai pukul 07.00 wita  mulai berlomba memasuki Jalan Tol Mandara, yaitu  Jalan Tol yang menghubungan Nusa Dua – Ngurah Rai – Benoa di Bali. Peresmian jalan tol yang berarti Bali yang agung, maju, aman, damai, dan sejahtera dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Senin (23/9) kemarin di Bali.

Presiden SBY dalam sambutannya mengatakan, jalan tol sepanjang 10 kilometer lebih menjadi tonggak sejarah baru dalam pembangunan konstruksi prasarana perhubungan di tanah air kita. Sebuah maha karya anak bangsa, dalam pembangunan infrastruktur yang membanggakan.

Presiden juga berharap,  kualitas daya dukung wilayah Bali dalam menunjang kepariwisataan dan aktivitas ekonomi lainnya, akan terus meningkat. Apalagi, Bali merupakan provinsi yang paling sering  menjadi tuan rumah perhelatan internasional, termasuk menjadi  sarana pendukung Konferensi Tingkat Tinggi Kerjasama Ekonomi Asia Pacific---Asia Pacific Economic Coorporation (APEC), yang akan diselenggarakan pada awal bulan Oktober mendatang di Bali.

Presiden meminta kepada jajaran Direksi PT. Jasamarga Bali Tol selaku pengelola Jalan Tol Nusa Dua - Ngurah Rai - Benoa, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para pengguna jalan tol ini.  “Berikanlah pelayanan yang cepat, mudah, murah, dan aman. Ingat jalan tol ini, menjadi jalan yang paling banyak dilintasi oleh para turis dari seluruh dunia yang datang ke Pulau Bali. Tunjukkan kepada dunia, bahwa kita mampu menge-lola jalan tol dengan lebih baik, lebih ramah, dan lebih nyaman,” pesan Presiden SBY.

Khusus kepada masyarakat Bali, Presiden mengajak untuk memanfaatkan jalan tol ini sesuai fungsinya dengan baik. “Mari kita ikut serta menjaga, merawat, dan memelihara jalan tol yang menjadi ikon pariwisata baru di Pulau Bali,” pinta Presiden SBY.

Peresmian jalan tol sepanjang 12,7 km itu juga dihadiri oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Jajaran Direksi PT Jasa Marga Tbk, PT Jasamarga Bali Tol, BUMN kontraktor, BUMN perbankan dan tamu undangan lain-nya.

Jalan Tol Mandara ini akan dibuka secara gratis bagi masyarakat umum hingga 7 hari ke depan. Mulai 1 Oktober 2013 pukul 00.00, jalan tol ini akan resmi menerapkan tarif tol. (Komper)

Published in News

Mulai Selasa besok (24/9), masyarakat Bali sudah dapat menikmati Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa. Jalan tol sepanjang  12,7 km ini rencananya akan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono di Gerbang Tol Nusa Dua, Bali pada hari ini, Senin (23/9).

Pada awal dioperasikan besok, para pengguna jalan tol belum dikenakan tarif tol alias gratis , karena masih dalam masa uji coba. “Hal ini merupakan bagian dari sosialisasi yang kita lakukan sebelum jalan tol ini dioperasikan secara penuh,” ujar Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol (JBT), Akhmad Tito Karim kepada wartawan kemarin (22/9).  Meskipun belum dikenakan tarif tol, tambah Tito, namun seluruh unit pelayanan di jalan tol ini sudah dioperasikan secara penuh, seperti kendaraan Layanan Jalan Tol, Rescue, Ambulance, derek dan Patroli Jalan Raya (PJR).

Selama masa uji coba ini, Tito mengharapkan agar para pengguna jalan tol mematuhi rambu yang ada agar terjaga keselamatan dan kenyamanan ketika bekendara di jalan tol. “Baik pengendara sepeda motor maupun kendaraa roda empat atau lebih, agar mematuhi batas kecepatan yang diatur di jalan tol,” jelas Tito. Dia juga menjelaskan bahwa kecepatan untuk kendaraan roda empat minimal 60 km/jam dan maksimal 80 km/jam. Sedang kecepatan maksimal untuk sepeda motor adalah 40 km/jam. Uji coba jalan tol ini akan dilakukan selama 7 (yujuh) hari, dan mulai tanggal 1 Oktober 2013 pukul 00.00 WITA,  jalan tol ini akan dikenakan tarif secara resmi.

Sesuai dengan SK Menteri Pekerjaan Umum Nomor 375/KPTS/M/2013 tanggal 18 September 2013, tarif tol untuk jalan tol pertama di Pulau Bali ini dioperasikan secara sistem terbuka dengan tarif sebagai berikut: Golongan I (sedan, minibus, dan sejenisnya serta bus) sebesar Rp 10.000; Golongan II (kendaraan truk dengan dua gandar) sebesar Rp 15.000; Golongan III (truk dengan tiga gandar) sebesar Rp 20.000; Golongan IV (truk dengan empat gandar) sebesar Rp 25.000 dan Golongan V (truk dengan lima gandar atau lebih) sebesar Rp 30.000. Sedang untuk Golongan VI (sepeda motor) sebesar Rp 4.000. Jalan tol di Bali ini merupakan jalan tol kedua yang dilengkapi dengan lajur sepeda motor setelah Jembatan Tol Suramadu.

Sebagaimana jalan di atas laut lainnya, Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa ini juga dilengkapi dengan pengukur kecepatan angin. Hal ini sangat diperlukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan tol, khususnya para pengendara sepeda motor. “Apabila kecepatan angin laut mencapai 40 km/jam atau lebih, maka jalan tol ini akan kami tutup sementara, agar tidak membahayakan pengendara jalan tol,” ujar Tito. Alat ukur ini dapat dipantau dari seluruh gerbang tol.

Di sisi lain, Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Arief Wicaksono mengatakan bahwa jalan tol ini sudah laik untuk dioperasikan. “Disamping kami telah melakukan uji kelaikan selama 1,5 bulan, kami juga selalu berkoordinasi dengan Jasamarga Balitol untuk menjaga agar jalan tol ini layak dioperasikan.” Ujar Arief

Menurut Arief, sebagaimana jalan tol lainnya, jalan tol di Bali ini juga akan dilakukan inspeksi setiap enam bulan sekali, untuk menjaga agar standar pelayanan di jalan tol ini tetap sesuai dengan yang ditetapkan. “Setiap semester, raportnya akan kami berikan kepada badan usaha,” tambah Arief.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk., menguasai 55% saham PT JBT. Jalan Tol ini adalah satu dari 9 (sembilan) ruas jalan tol baru yang saat ini dibangun oleh Jasa Marga melalui anak perusahaan. Sementara operator jalan tol ini diserahkan kepada PT Jalantol Lingkarluar Jakarta yang juga merupakan anak perusahaan Jasa Marga.  (sumber PT JBT)

Published in News
Thursday, 19 September 2013 17:16

Jasa Marga Pastikan Seluruh PJU Menyala

Jasa Marga memastikan seluruh lampu PJU di Jalan Tol Dalam Kota berfungsi baik (menyala). Sebelumnya, Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) menemukan hanya 3 titik lampu yang tidak berfungsi (Mati) dari 2700 titik lampu PJU yang terpasang di Jalan Tol dalam Kota pada inspesksi 13 September 2013 lalu.

Ke-3 lampu PJU tersebut berada dibawah kabel SUTeT milik PLN yang menimbulkan gangguan pada jenis lampu LED yang terpasang di PJU. Kini Jasa Marga sudah mengganti jenis lampu dan memastikan keseluruh lampu PJU berfungsi dengan baik dan memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan tol dalam berkendara. Hal ini merupakan kesungguhan Jasa Marga dalam memenuhi SPM yang ditujukan bagi keamanan, kenyamanan dan kelancaran pengguna jalan.

Jasa Marga berharap hal tersebut tidak mengganggu rencana kenaikan tarif tol pada ruas Jalan Tol Dalam Kota

Published in News

Oleh : Ibnu Purna

AKHIRNYA kita patut bersyukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, di awal September 2013 ini jembatan tol Bali sudah dapat diselesaikan dengan predikat layak pakai. Jembatan tol Bali itu kini sedang dicarikan waktu yang tepat di bulan September ini juga, yang rencananya akan diresmikan oleh Presiden SBY.

Jembatan tol ini memiliki panjang sekitar 12,7 km, sekitar 10 km berada di atas laut, dimana panjang jembatan tol di Bali ini hampir sama dengan Penang Bridge di Malaysia (13,5 km), atau Union Bridge di Kanada (12,9 km).

Jembatan tol Bali di atas laut ini  menghubungkan bandara Ngurah Rai ke Nusa Dua dan Benoa. Jalan tol ini merupakan salah satu proyek yang dipersiapkan untuk mendukung penyelenggaraan KTT APEC pada tanggal 1-9 Oktober 2013 nanti. Pada awal Oktober 2013 ini akan hadir sekitar 23 Kepala Negara, termasuk Obama dan Putin, serta Kepala Negara dari negara-negara maju lainnya. Bisa dibayangkan, betapa kagumnya kelak para kepala negara dengan anggota delegasi, pengusaha dan wartawan yang menyertainya akan keindahan Bali ketika melintas jembatan tol ini. Perpaduan alam dengan teknologi modern.

Jembatan ini menjadi indah, karena datang dari arah Ngurah Rai, di tengah-tengah di atas laut ia melekuk memutar bercabang membagi dua. Satu ke arah Nusa Dua dan satu lagi ke arah Benoa. Saya rasa, tidak ada jembatan di dunia ini yang di atas laut bercabang menjadi dua arah, kecuali jembatan tol di Bali ini. Coba saja anda saksikan dari jendela pesawat ketika mau mendarat di bandara udara Ngurah Rai. Terasa  indah sekali jembatan tol Bali ini.

Keindahannya jauh lebih terasa di sore hari, ketika matahari terbenam. Diterpa hembusan angin laut yang sejuk, kita bisa dengan leluasa meyaksikan tenggelamnya matahari dari ketinggian di atas laut. Saya yakin jembatan tol bali ini, segera akan menjadi ikon baru di Bali. Rasanya orang belum datang ke Bali, kalau belum melewati jembatan tol bali yang dibangun PT Jasa Marga bersama konsorsium BUMN dan Pemda Bali.

Bayangkan saja, kalau seluruh turis, baik dalam maupun luar negeri, secara sukarela "wajib" melintasi jembatan tol bali tersebut, maka perekonomian di daerah Nusa Dua dan Benoa jelas akan semakin tumbuh dan berkembang. Inilah yang sekarang sedang terjadi di daerah sekitar Nusa Dua dan Benoa. Kini semakin banyak bermunculan bisnis properti, kuliner dan tempat-tempat wisata lainnya disekitar Nusa Dua dan Benoa.

Pembangunannya Lebih Cepat 4 Bulan

Dalam kelanjutannya, konstruksi dan pembiayaan investasi juga dilakukan dengan sepenuhnya menggunakan sumber daya dalam negeri, dari mulai tenaga kerja, material pembangunan, hingga biaya investasi.  Desain dan konstruksinya sepenuhnya dikerjakan oleh putra-putra terbaik bangsa, dan yang lebih membanggakan lagi, konstruksinya dapat diselesaikan hanya dalam kurun waktu 14 bulan, lebih cepat dari rencana awal (semula direncanakan 18 bulan).

Ini semua membuktikan bahwa kita memiliki kemampuan dan teknologi yang memadai untuk membangun jalan dan jembatan di atas laut, tanpa tergantung pihak asing.

Mengurangi Kemacetan

Tidak hanya indah, jalan tol ini juga diperkirakan berdampak luas bagi pengurangan kemacetan di  wilayah Nusa Dua, Ngurah Rai, dan Benoa. Sudah sering kita dengar, Bali dihadapkan pada permasalahan kemacetan, khususnya di wilayah Nusa Dua Bali yang telah berkembang menjadi salah satu destinasi utama pariwisata dan pusat meeting, incentive, convention and exhibition (MICE) bertaraf internasional.

Selama ini, akses masyarakat dari arah Denpasar, Kuta atau Bandara Ngurah Rai yang akan menuju Nusa Dua, hanya melalui Jalan Raya Bypass Ngurah Rai yang telah beroperasi sejak tahun 1960. Beban jalan Bypass ini sudah semakin berat, sehingga kepadatan lalu lintas selalu terjadi setiap pagi dan sore hari, salah satunya bisa ditemui di sekitar lampu merah yang ada di sekitar Bandara Ngurah Rai atau Simpang Siur yang menuju ke Denpasar.

Menurut survei, jumlah kendaraan roda empat atau lebih yang melintas di Bypass Ngurah Rai setiap harinya mencapai lebih dari 40 ribu. Belum lagi jumlah sepeda motor yang melintas mencapai 56 ribu lebih. Kemacetan semakin parah apabila terjadi kecelakaan yang mengakibatkan tertutupnya jalur Bypass di pertigaan Bandara Ngurah Rai, maka arus kendaraan dari Kuta atau Denpasar yang akan menuju Nusa Dua akan terputus.

Jembatan tol ini akan menjadi alternative rute untuk mengurangi kemacetan di jalan Bypass. Jembatan tol ini akan mempersingkat waktu tempuh dari dan menuju Nusa Dua, Ngurah rai, dan Benoa. Dengan melalui jembatan tol ini, diperkirakan waktu tempuh dari Nusa Dua menuju Benoa atau sebaliknya hanya sekitar 15-30 menit, sedangkan akses dari dan menuju Bandara akan menjadi lebih cepat lagi.

Dibangun Dengan Dana Korporasi Sendiri

Keberadaan jembatan tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa ini  juga memberikan kebanggaan kepada kita semua sebagai bangsa Indonesia. Jembatan tol ini merupakan bukti nyata karya mandiri bangsa Indonesia, karena diinisiasi, dibangun, dan dibiayai dengan sepenuhnya menggunakan sumber daya dalam negeri.

Jembatan tol di atas laut yang membentang sekitar 12,7 km dari Nusa Dua melewati Ngurah Rai dan berakhir di Benoa ini diinisiasi oleh Jasa Marga, BUMN 'go public'  yang berpengalaman dalam pembangunan dan pengoperasian jalan tol di Indonesia selama 35 tahun.  Hak pengusahaan jembatan tol ini diperoleh Jasa marga setelah melalui proses tender terbuka bersaing dengan konsorsium perusahaan lainnya. Ini menunjukkan kemampuan Jasa Marga untuk mengemas kelayakan proyek, baik secara finansial maupun ekonomi, melalui berbagai optimasi design dan pemilihan rute/trase jalan tol.

Tidak hanya desain dan konstruksi, biaya investasi jalan tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa sekitar Rp. 2,4 triliun juga sepenuhnya menggunakan dana perusahaan  dan sumber-sumber pembiayaan dalam negeri dengan komposisi 30 persen dari dana perusahaan dan 70 persen dari pinjaman sindikasi perbankan dalam negeri. Berbeda dengan Jembatan Suramadu yang dibiayai dengan pinjaman luar negeri dari APBN,  Jalan Tol Nusa Dua Bali murni dibiayai dengan dana perusahaan dan pinjaman korporasi dalam negeri tanpa sedikitpun memberatkan APBN.

Ini membuktikan bahwa premis BUMN sebagai agent of development dan mesin pertumbuhan ekonomi dapat berjalan, sehingga bukan lagi sebatas jargon politik. Proyek-proyek infrastruktur  lain diluar jalan tol, yang juga sedang  dibangun tanpa dana APBN antara lain pembangunan Pelabuhan  Kalibaru oleh PT Pelindo II, Kereta Api oleh PT KAI, Perluasan Bandara Sukarno Hatta oleh Angkasa Pura II dan Perluasan Bandara Ngurah Rai oleh Angkasa Pura I.

Pembiayaan jembatan tol Bali dan infrastruktur lainnya yang tidak menggunakan APBN ini sekaligus menjawab arahan Presiden yang mendorong pihak BUMN dan Swasta untuk membangun proyek-proyek infrastruktur public yang bersifat komersial, seperti jalan tol, pelabuhan laut dan bandara udara, dan lebih memprioritaskan anggaran infrastruktur APBN untuk pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, pelabuhan laut dan bandara udara perintis.

Bila skema ini dapat direplikasi untuk proyek-proyek infrastruktur komersial lainnya, maka APBN akan dapat lebih difokuskan untuk membangun proyek-proyek infrastruktur dasar di Indonesia Timur yang kelayakan finansialnya masih belum memadai. Dengan skema ini, pemerataan pembangunan infrastruktur akan dapat terwujud lebih cepat  sehingga kesenjangan pembangunan barat dan timur Indonesia dapat dipersempit. Selain itu dengan bertambahnya infrastruktur, maka sangat jelas hal ini akan mendorong meningkatnya peringkat daya saing kita di mata internasional.

Memacu Pertumbuhan Ekonomi Bali dan Eco-friendly

Kembali dengan telah selesainya pembangunan jembatan  tol Bali, perlu diketahui bahwa seluruh material dan tenaga kerja pembangunan jembatan tol ini sepenuhnya berasal dari dalam negeri sehingga memberikan multiplier effect yang luas bagi masyarakat. Dari sisi tenaga kerja misalnya, pembangunan jembatan tol Bali telah menyerap sekitar 3.000 pekerja yang terlibat langsung, belum lagi para pekerja yang menyiapkan pasir dari mulai penambangan sampai pada saat menurunkan pasir, pekerja di pabrik besi dan semen yang produksinya juga semakin meningkat.

Dampak multiplier ini semakin luas ketika jembatan tol ini nantinya beroperasi, dalam bentuk pengurangan kemacetan yang kemudian akan menstimulasi peningkatan aktifitas ekonomi masyarakat Bali dan sekitarnya.

Hal lain yang juga patut diapresiasi dari jembatan tol ini adalah proses pembangunannya yang eco-friendly. Kepentingan lingkungan tetap menjadi prioritas karena nilai ekonomi dan keseimbangan lingkungan saling terkait. Ini terlihat dari komitmen dan upaya Jasa Marga yang selalu memperhatikan kelestarian lingkungan sekitar, khususnya hutan bakau. Akibatnya kawasan hutan bakau masih terjaga dengan baik sehingga semakin mempercantik keindahan jembatan tol. Untuk hutan bakau yang terkena proyek pembangunan, Jasa Marga melakukan upaya penanaman kembali dengan luasan yang bahkan lebih luas dibanding luasan awal.

Selain desain, konstruksi dan pembiayaan yang sepenuhnya menggunakan sumber – sumber dalam negeri, serta proses pembangunannya yang eco-friendly, jembatan tol Bali ini juga menjadi bukti nyata berjalannya sinergi BUMN dan Pemerintah Daerah. Sinergi ini tercermin dari kepemilikan PT Jasamarga Bali Tol selaku badan usaha jalan tol yang mendapatkan hak pengusahaan jalan tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa. Dari informasi yang diperoleh, susunan kepemilikannya meliputi PT Jasa Marga (Persero) Tbk selaku pemilik mayoritas dengan porsi saham 60 persen, PT Pelindo III (Persero) sebesar 20 persen, PT Angkasa Pura I (Persero) sebesar 10 persen, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sebesar 5 persen, PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebesar 2 persen, PT Hutama Karya (Persero) Tbk sebesar 2 persen, dan PT Pengembangan Pariwisata Bali (Persero) sebesar 1 persen.

Sedangkan keikutsertaan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung dalam kepemilikan saham sedang dalam proses. Skema sinergi BUMN dan Pemerintah Daerah ini dapat dilanjutkan untuk proyek-proyek infrastruktur komersial lainnya, sehingga tidak memberatkan APBN dan dapat mendorong percepatan pemerataan pembangunan infrastruktur.

Kita sebagai bangsa Indonesia patut bangga dengan jembatan Tol ini karena merupakan karya mandiri Bangsa Indonesia sehingga sudah selayaknya bila kita syukuri bersama. Jembatan tol ini akan menjadi ikon baru di Bali, karena akan menjadi salah satu jembatan di atas laut yang terpanjang dan terindah di dunia. Dan juga kita patut bangga bahwa proyek ini dibangun tanpa menggunakan dana APBN, dibiayai dengan dana korporasi sendiri. Selamat kepada PT Jasa Marga dan para mitra BUMN yang bersinergi, serta Pemprov Bali dan Pemkab Badung. Ternyata Anda sudah buktikan, bahwa kita bisa mandiri. Sekali lagi selamat.

Penulis adalah komisaris PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Sumber : laman resmi setkab

Published in News
Tuesday, 17 September 2013 06:50

Event : Temu Pelanggan dan Seminar Mahasiswa

Event Terbatas di lingkungan Universitas Indonesia

Published in News
Friday, 13 September 2013 14:39

Foto : Gerbang Tol Ngurah Rai

Gerbang Tol Ngurah Rai, Jalan Tol Benoa-Ngurah Rai-Nusa Dua Bali, sudah siap dioperasikan tinggal menunggu peresmian yang akan segera dilaksanakan. Jalan tol ini diharapkan menjadi solusi pengurai kepadatan laul lintas yang kerap terjadi diwilayah Ngurah Rai menuju kawasan Nusa Dua Bali. Selain itu Jalan Tol atau Jembatan Tol Bali ini juga akan menjadi ikon baru pulau dewata. (Foto Anang)

Published in News
Wednesday, 11 September 2013 16:40

JLJ Gandeng Siswa SD Tanam 1.000 pohon

Info Tol (11/9): Jasa Marga melalui anak perusahaannya, PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (JLJ), menggelar acara Gerakan Penanaman 1.000 Pohon dalam Rangka Sabuk Hijau Kota Jakarta”, di ruas Pesanggrahan KM 18+600 B, JORR, Selasa (10/9) kemarin. Acara yang merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dalam pelestarian lingkungan ini juga menggandeng siswa-siswi Sekolah Dasar Cenderawasih III, Pondok Aren.

Bersama kurang lebih 60 pelajar SD tersebut beserta sejumlah pejabat PT JLJ, Direktur PT JLJ, Septerianto Sanaf (Aan), memimpin langsung kegiatan penanaman secara simbolis sebanyak 75 tanaman keras. Untuk selanjutnya kegiatan ini akan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan sekali di ruas JORR maupun ruas Ulujami-Pondok Aren. Pada saat yang bersamaan Sedangkan, ratusan batang pohon lainnya akan didistribusi dan ditanam secara merata pada enam titik di ruas JORR.

Jenis tumbuhan yang ditanam di sepanjang ruas JORR dan Tol Pondok Aren adalah ; bintaro, mahoni, suren, sengon, tanjung, kayu meranti, mindi, glodogan, bungur dan ketapang. Tanaman ini didapat melalui bantuan BPTH (Balai Penelitian Tanaman Hutan) Kabupaten Bogor

Dalam sambutannya Aan mengatakan, dengan adanya gerakan penanaman 1000 pohon ini diharapkan polusi kendaraan dapat diserap oleh tanaman tersebut sehingga dan ini adalah realisasi dari tanggung jawab sosial kita terhadap lingkungan.  qqq (Wijaya-JLJ, edited by Komper)

Published in News
Tuesday, 10 September 2013 16:15

JLJ Operasikan GT Pondok Ranji 2

Info Tol (9/9): PT Jalantol Lingkar Luar Jakarta (JLJ)kembali membuka Gerbang Tol (GT) Pondok Ranji 2, Sabtu (7/9), setelah sebelumnya mengoperasikan GT Pondok Ranji 1 pada 24 Agustus lalu. Gerbang ini memilki 8 gardu satelit, yang terdiri dari 5 gardu transaksi tunai dan 3 gardu transaksi non tunai. Hal ini guna mengakomodir adanya peningkatan volume kendaraan pada tahun 2012 dengan rata-rata 26.478 kendaraan/ harinya, kini mencapai 31.584 kendaraan/harinya (Periode Januari-Juli 2013).

Peningkatan kendaraan yang mengarah ke Jakarta ini jika tidak segera ditangani akan berpengaruh pada kondisi lalu lintas di sekitar wilayah Bintaro, khususnya pada Bintaro sektor VII dan sektor IX.

PT JLJ adalah anak perusahaan Jasa Marga yang saat ini mengoperasikan jalan tol JORR, Ruas Ulujami-Cakung, Ruas Tol Ulujami-Pondok Aren, dan akan segera mengoperasikan Jalan Tol Benoa-Nusa Dua (Bali) yang dimiliki oleh PT Jasamarga Bali Tol  qqq(Wijaya-JLJ, edited by Komper)

Published in News

Press Release Nomor : 16/2013, 4 September 2013

Jasa Marga Memulai Penanaman Kembali Hutan Mangrove di Sekitar Proyek Jembatan Tol Bali

Denpasar- PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Jumat, 6 September 2013 lalu melaksanakan acara “SaveMangrove” di sekitar area Jembatan Tol Bali yang menghubungkan Pelabuhan Benoa - Bandara Ngurah Rai – Nusa Dua. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan PT Jasa Marga (Persero) Tbk dalam rangka melestarikan area hutanmangrove yang terpakai dalam proses pembangunan Jembatan Tol Bali.

“Kegiatan pelestarian mangrove ini merupakan bentuk nyata dari komitmen Jasa Marga dalam menjaga keberlangsungan ekosistem di Pulau Bali,” demikian disampaikan Reynaldi Hermansjah, Direktur Keuangan PT Jasa Marga (Persero) Tbk dalam konferensi pers hari ini.

Jembatan tol sepanjang 12,7 kilometer ini merupakan Jembatan tol pertama yang dibangun di atas laut yang menelan investasi sebesar Rp 2,4 triliiun. Proyek ini dilaksanakan oleh PT Jasamarga Bali Tol, yang merupakan salah satu dari sembilan anak perusahaan Jasa Marga yang sedang membangun jalan tol baru di Indonesia. Total waktu konstruksi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek ini selama dua belas bulan.

Jembatan tol yang pertama di Bali ini diharapkan mampu meningkatkan mobilitas barang dan kendaraan yang pada akhirnya juga akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Pulau Bali. “Kami juga sangat memperhatikan aspek lingkungan yang ditimbulkan oleh proyek ini, karena setiap proyek pembangunan infrastruktur sedikit banyak pasti menimbulkan dampak terhadap lingkungan,” lanjut Reynaldi Hermansjah. “Yang paling penting bagi kami adalah bagaimana meminimalisir dampak negatif yang timbul.”

Aspek eco friendly sudah mulai diterapkan sejak saat konstruksi dimulai. Penggunaan pracetak konstruksi tiang pancang dan lantai dibuat di pabrik untuk mengurangi dampak pengotoran kawasan perairan akibat proses pengecoran. Dalam melakukan pengurugan, Jasa Marga juga melakukannya dengan menggunakan metode ramah lingkungan, yaitu dengan melakukan pembuatan Jembatan kerja menggunakan timbunan batu kapur, atau limestone. Sifat batuan limestone yang terdiri dari kalsium carbonate atau mineral calcite berasal dari organism laut. “Sehingga pembuatan Jembatan kerja dengan menggunakan batu kapur ini tidak mengganggu biota laut,” jelas Reynaldi Hermansjah. Selain itu, dalam bidang teknologi, Jembatan Tol Bali juga menggunakan lampu LED yang 60% lebih efisien dibandingkan lampu Jembatan konvensional.

Untuk melestarikan kawasan mangrove, PT Jasamarga Bali Tol membangun nursery sebagai pusat penelitian dan pengembangan mangrove. PT Jasa Marga (Persero) Tbk bekerja sama dengan LPPM Universitas Udayana untuk program penelitian, pembibitan, penanaman, dan perawatan hutan mangrove di sekitar area Jembatan Tol Bali.

Kepedulian Jasa Marga terhadap lingkungan dapat dilihat dari program penghutanan di area sekitar jalan tol. Pada tahun 2012 sekitar 161 ribu pohon ditanam tersebar di seluruh area sekitar jalan tol dengan nilai investasi 9,28 Miliar. Jumlah ini meningkat 15,8 % dari tahun sebelumnya. “Program penghutanan jalan tol kami lakukan sebagai wujud tanggung jawab kami kepada lingkungan dan untuk menjaga kelestarian lingkungan sekitar jalan tol.” ujar Reynaldi Hermansjah.

Acara pada hari ini merupakan penutup dari rangkaian kegiatan penghutanan kembali (re-foresting) mangrovedi Pulau Bali yang sampai saat ini telah mencapai total 10.000 batang mangrove. “Kami berharap Jembatan Tol Bali tidak hanya menjadi landmark Indonesia di bidang konstruksi Jembatan tol, tetapi juga merupakan contoh nyata bagaimana mengedepankan keberlanjutan lingkungan dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia,” tutup Reynaldi Hermansjah.

***

Untuk keterangan lebih lanjut silahkan menghubungi:

Corporate Secretary

PT Jasa Marga (PERSERO) Tbk.

Plaza Tol Taman Mini Indonesia Indah

Jakarta, 13550 Indonesia

Telp. : +6221 841 3630, +6221 841 3526

Fax. : +6221 841 3540

 

 

 

Memulai Penanaman Kembali Hutan Mangrove di Sekitar Proyek Jembatan Tol Bali
Published in Release
<< Start < Prev 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Next > End >>
Page 23 of 67

Disclaimer :

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. would like to welcome you to its Website. By viewing this Website, you hereby acknowledge that you have read and accepted the following disclaimers.

Website Disclaimer for PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Information
All information provided in this Website is based on information supplied by PT Jasa Marga (Persero) Tbk (Jasa Marga) and other sources, and is intended only as an introduction and guide to Jasa Marga’s business and its range of available products and services. Even though Jasa Marga uses its best judgment to compile information available from or on its Website from reliable sources, by merely providing access to its Website content, Jasa Marga does not warrant or represent that:

  • The content is accurate or complete;
  • The content is up-to-date;
  • Jasa Marga has a duty to update any content
  • Any projections, predictions, forecasts or other forward-looking statements relating to Jasa Marga’s performance will be realized or achieved
  • The content is free from technical inaccuracies or typographical errors;
  • The content is free from changes caused by third parties; and
  • Your access to Jasa Marga’s Website will be free from interruptions, errors, computer viruses or other harmful components.

Jasa Marga does not accept any liability for any loss or damage, which may, either directly or indirectly, result from any advice, opinion, information, representation or omission, whether negligent or otherwise, contained on this Website, including direct or indirect, special, incidental or consequential damages. In other words, you use Jasa Marga’s Website at your own risk. Jasa Marga reserves the right to amend or supplement the information supplied without prior notice. While Jasa Marga believes the material disclosed is accurate as of the date posted, and may post new information from time to time, Jasa Marga does not assume any obligation to update or correct such information and explicitly disclaims any duty to do so. While every endeavour has been made to supply accurate information, errors and omissions may occur and Jasa Marga in no way guarantees that the information available on this Website is complete, accurate or up-to-date in all cases.

Links
No information contained in any linked site has been prepared or provided by Jasa Marga. Jasa Marga shall not be responsible for, and makes no representations or warranties concerning, the contents, completeness or accuracy of any linked site or any link contained in a linked site to which this Website may refer either directly or indirectly. Jasa Marga does not assume any obligation to update or correct information contained in a linked site or any link contained in a linked site to which this Website may refer either directly or indirectly and explicitly disclaims any duty to do so. Jasa Marga provides links to you only as a convenience, and the inclusion of any link does not imply endorsement, investigation, verification, and any aid in the preparation or approval by Jasa Marga of any information or statement contained in any such linked site. It also does not mean that Jasa Marga is affiliated with the third party website’s owners or sponsors. Jasa Marga reserves the right to terminate a link to a third party website at any time.


In most cases, Jasa Marga is not aware that a third party has linked to its Website. If a third party links to Jasa Marga’s Website, it is not necessarily an indication of an endorsement, authorization, sponsorship, affiliation, joint venture or partnership by or with Jasa Marga. A website that links to Jasa Marga’s Website:

  • May not replicate Jasa Marga’s content;
  • Should not create a browser, boarder environment or frame Jasa Marga’s content;
  • Should not imply that Jasa Marga is endorsing it or its products;
  • Should not misrepresent its relationship with Jasa Marga;
  • Should not present false information about Jasa Marga’s products or services; and
  • Should not contain content that could be construed as distasteful, offensive or controversial and should contain only content that is appropriate for all age groups.

Press releases
Jasa Marga’s Website contains press releases about Jasa Marga and developments concerning Jasa Marga’s business. While press releases were believed to be accurate as of the date prepared and publicly disseminated, Jasa Marga disclaims any duty or obligation to update the information contained in any press release. Information about companies other that Jasa Marga in press releases should not be relied upon as being provided or endorsed by Jasa Marga.

Disclosure regarding forward-looking statements
Many of the statements included on this Website or documents accessible from this Website, include forward-looking statements. All statements, other than statements of historical facts, including, among others, statements regarding the description of Jasa Marga’s future financial position and operations, plans, strategies, objectives, capital expenditures, projected costs and anticipated cost savings and financing plans, as well as projected levels of growth, are forward-looking statements. Forward-looking statements can generally be identified by the use of terminology such as “may”, “will”, “expect”, “intend”, “plan”, “project”, “estimate”, “anticipate”, “believe”, “hope”, “can”, “is designed to” or similar phrases. Although the absence of such words does not necessarily mean that a statement is not forward-looking.

Jasa Marga cautions you not to place undue reliance on these forward-looking statements. Jasa Marga does not undertake any obligation to publicly release any revisions to any forward-looking statements to reflect the occurrence of unanticipated events after the date on which such statements are made. New factors emerge from time to time, and it is not possible for Jasa Marga to predict all of such factors, nor can it assess the effect of each such factor on Jasa Marga’s business or the extent to which any factor, or combination of factors, may cause actual results or outcomes to differ materially from those indicated by such forward-looking statements. All written and oral forward-looking statements attributable to Jasa Marga or persons acting on Jasa Marga’s behalf are qualified in their entirety by these cautionary statements.

Intellectual Property
Jasa Marga owns all copyright and all other intellectual property rights in and to this Website. Everything on this Website is copyrighted unless otherwise noted by Jasa Marga. Jasa Marga welcomes the use of this Website for your non-commercial use only. You should not copy or display for redistribution to third parties or for commercial purposes any portion of this Website without Jasa Marga’s express written permission.

Viruses
Jasa Marga accepts no liability whatsoever arising from the transfer of viruses or the unlawful tampering with the contents of this Website.

Jurisdiction
This Website is governed by, and is to be interpreted in accordance with, the laws of the Republic of Indonesia.