Info Tol (14/11) : PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui Anak Perusahaannya, PT Trans Marga Jateng (TMJ), kembali akan melanjutkan pembangunan proyek Jalan Tol Semarang –Solo ruas Ungaran-Bawen sepanjang 11,9 km. Hal ini dipastikan dengan dicanangankannya (groundbreaking) proyek pemabangunan tol tersebut oleh Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, dan Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, di kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Sabtu (12/11) kemarin.
Acara pencanangan ini dihadiri pula oleh oleh Komisaris Utama, dan Direksi Jasa Marga. Selain itu pula hadir Ketua Komisi V DPR RI beserta jajarannya, Dirjen Bina Marga, Kepala BPJT, Jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Komisaris,Direksi Trans Marga Jateng, dan Direktur Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT).
Untuk selanjutnya, ruas Jalan Tol Ungaran-Bawen, ini akan dibagi pengerjaannya menjadi 4 paket konstruksi, yakni ; Paket III lanjutan, Kalirejo-Beji (3,25 km), Paket IV: Beji-Tinalun (3,9 km), Paket V: Tinalun- Lemah Ireng (3,825 km), dan Paket VI: Lemah Ireng-Bawen (1,015 km).
Menurut Ari Nugroho, Pgs. Direktur Utama Trans Marga Jateng, ruas jalan tol ini diperkirakan akan dibangun selama 23 bulan. “Namun kami akan mengupayakan kurang dari 23 bulan untuk membangun konstruksinya,” ujar Ari.
Pembangunan ini mendapat sambutan baik dari Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo. Beliau merasakan bahwa dengan adanya jalan tol ini akan membantu kesuksesan pembanguan proyek jalan tol Semarang-Solo sebagai program pengembangan jaringan jalan di Jawa Tengah. Semarang sebagai Ibu Kota Provinsi memiliki peran besar untuk mendorong kegiatan perekonomian daerah, dimana jalan tol ini akan memperkuat transportasi darat, khususnya akses jalan Semarang menuju Jogjakarta dan Solo, ataupun sebaliknya. Bibit menghimbau agar seluruh Bupati maupun Walikota wilayahnya terlewati pembangunan jalan tol ini dapat membantu terlaksananya pembebasan lahan dengan cepat. “Jangan sampai dihambat oleh para broker tanah,” himbau Bibit.
Dalam pembangunan konstruksi ruas jalan tol Ungaran-Bawen ini, Trans Marga Jateng bekerjasama dengan kontraktor pelaksana PT Waskita Karya (Paket III lanjutan dan Paket VI), PT Pembangunan Perumahan (Paket IV), dan PT Adhi Karya (Paket V). Sedangkan untuk konsultan perencananya adalah PT Virama Karya.
Operasikan Semarang-Ungaran
Berkaitan dengan hal tersebut, Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, juga mengoperasikan secara resmi Jalan Tol Semarang-Solo, ruas Semarang-Ungaran sepanjang 11.3 km. Namun jalan tol ini hanya diperuntukkan bagi kendaraan Golongan I (Kendaraan kecil), hal ini disebabkan oleh akses keluar yang masih sempit. “Untuk ruas jalan tol Semarang-Ungaran yang telah siap dioperasikan akan dikenakan tarif dalam 3 hari ke depan. Mohon disiapkan dan untuk tiga hari ini di-gratiskan dulu,” ungkap Djoko.
Pembangunan fisik jalan tol Semarang-Solo ini, selain menggunakan dana ekuitas perseroan, didukung pula kredit investasi dari Sindikasi Bank, yakni Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BRI, dan Bank Jateng.
Trans Marga Jateng merupakan perusahaan patungan antara Jasa Marga (60% kepemilikan saham) dengan PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (40% kepemilikan saham). Hal ini merupakan bagian dari rencana pengembangan Jasa Marga yang dalam tiga tahun ke depan menargetkan pembangunan jalan tol baru sepanjang 215 km melalui anak-anak perusahaan, sehingga panjang jalan tol yang akan dioperasikan Jasa Marga beserta anak perusahaannya akan mencapai 750 km. (Lisye/Foto: Ubaidillah)
