Informasi Lalulintas   |   Informasi Lalulintas   |   Informasi Lalulintas
Search results for:
Kamis, 19 September 2013 17:16

Jasa Marga Pastikan Seluruh PJU Menyala

Jasa Marga memastikan seluruh lampu PJU di Jalan Tol Dalam Kota berfungsi baik (menyala). Sebelumnya, Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) menemukan hanya 3 titik lampu yang tidak berfungsi (Mati) dari 2700 titik lampu PJU yang terpasang di Jalan Tol dalam Kota pada inspesksi 13 September 2013 lalu.

Ke-3 lampu PJU tersebut berada dibawah kabel SUTeT milik PLN yang menimbulkan gangguan pada jenis lampu LED yang terpasang di PJU. Kini Jasa Marga sudah mengganti jenis lampu dan memastikan keseluruh lampu PJU berfungsi dengan baik dan memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan tol dalam berkendara. Hal ini merupakan kesungguhan Jasa Marga dalam memenuhi SPM yang ditujukan bagi keamanan, kenyamanan dan kelancaran pengguna jalan.

Jasa Marga berharap hal tersebut tidak mengganggu rencana kenaikan tarif tol pada ruas Jalan Tol Dalam Kota

Published in Berita

Oleh : Ibnu Purna

AKHIRNYA kita patut bersyukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, di awal September 2013 ini jembatan tol Bali sudah dapat diselesaikan dengan predikat layak pakai. Jembatan tol Bali itu kini sedang dicarikan waktu yang tepat di bulan September ini juga, yang rencananya akan diresmikan oleh Presiden SBY.

Jembatan tol ini memiliki panjang sekitar 12,7 km, sekitar 10 km berada di atas laut, dimana panjang jembatan tol di Bali ini hampir sama dengan Penang Bridge di Malaysia (13,5 km), atau Union Bridge di Kanada (12,9 km).

Jembatan tol Bali di atas laut ini  menghubungkan bandara Ngurah Rai ke Nusa Dua dan Benoa. Jalan tol ini merupakan salah satu proyek yang dipersiapkan untuk mendukung penyelenggaraan KTT APEC pada tanggal 1-9 Oktober 2013 nanti. Pada awal Oktober 2013 ini akan hadir sekitar 23 Kepala Negara, termasuk Obama dan Putin, serta Kepala Negara dari negara-negara maju lainnya. Bisa dibayangkan, betapa kagumnya kelak para kepala negara dengan anggota delegasi, pengusaha dan wartawan yang menyertainya akan keindahan Bali ketika melintas jembatan tol ini. Perpaduan alam dengan teknologi modern.

Jembatan ini menjadi indah, karena datang dari arah Ngurah Rai, di tengah-tengah di atas laut ia melekuk memutar bercabang membagi dua. Satu ke arah Nusa Dua dan satu lagi ke arah Benoa. Saya rasa, tidak ada jembatan di dunia ini yang di atas laut bercabang menjadi dua arah, kecuali jembatan tol di Bali ini. Coba saja anda saksikan dari jendela pesawat ketika mau mendarat di bandara udara Ngurah Rai. Terasa  indah sekali jembatan tol Bali ini.

Keindahannya jauh lebih terasa di sore hari, ketika matahari terbenam. Diterpa hembusan angin laut yang sejuk, kita bisa dengan leluasa meyaksikan tenggelamnya matahari dari ketinggian di atas laut. Saya yakin jembatan tol bali ini, segera akan menjadi ikon baru di Bali. Rasanya orang belum datang ke Bali, kalau belum melewati jembatan tol bali yang dibangun PT Jasa Marga bersama konsorsium BUMN dan Pemda Bali.

Bayangkan saja, kalau seluruh turis, baik dalam maupun luar negeri, secara sukarela "wajib" melintasi jembatan tol bali tersebut, maka perekonomian di daerah Nusa Dua dan Benoa jelas akan semakin tumbuh dan berkembang. Inilah yang sekarang sedang terjadi di daerah sekitar Nusa Dua dan Benoa. Kini semakin banyak bermunculan bisnis properti, kuliner dan tempat-tempat wisata lainnya disekitar Nusa Dua dan Benoa.

Pembangunannya Lebih Cepat 4 Bulan

Dalam kelanjutannya, konstruksi dan pembiayaan investasi juga dilakukan dengan sepenuhnya menggunakan sumber daya dalam negeri, dari mulai tenaga kerja, material pembangunan, hingga biaya investasi.  Desain dan konstruksinya sepenuhnya dikerjakan oleh putra-putra terbaik bangsa, dan yang lebih membanggakan lagi, konstruksinya dapat diselesaikan hanya dalam kurun waktu 14 bulan, lebih cepat dari rencana awal (semula direncanakan 18 bulan).

Ini semua membuktikan bahwa kita memiliki kemampuan dan teknologi yang memadai untuk membangun jalan dan jembatan di atas laut, tanpa tergantung pihak asing.

Mengurangi Kemacetan

Tidak hanya indah, jalan tol ini juga diperkirakan berdampak luas bagi pengurangan kemacetan di  wilayah Nusa Dua, Ngurah Rai, dan Benoa. Sudah sering kita dengar, Bali dihadapkan pada permasalahan kemacetan, khususnya di wilayah Nusa Dua Bali yang telah berkembang menjadi salah satu destinasi utama pariwisata dan pusat meeting, incentive, convention and exhibition (MICE) bertaraf internasional.

Selama ini, akses masyarakat dari arah Denpasar, Kuta atau Bandara Ngurah Rai yang akan menuju Nusa Dua, hanya melalui Jalan Raya Bypass Ngurah Rai yang telah beroperasi sejak tahun 1960. Beban jalan Bypass ini sudah semakin berat, sehingga kepadatan lalu lintas selalu terjadi setiap pagi dan sore hari, salah satunya bisa ditemui di sekitar lampu merah yang ada di sekitar Bandara Ngurah Rai atau Simpang Siur yang menuju ke Denpasar.

Menurut survei, jumlah kendaraan roda empat atau lebih yang melintas di Bypass Ngurah Rai setiap harinya mencapai lebih dari 40 ribu. Belum lagi jumlah sepeda motor yang melintas mencapai 56 ribu lebih. Kemacetan semakin parah apabila terjadi kecelakaan yang mengakibatkan tertutupnya jalur Bypass di pertigaan Bandara Ngurah Rai, maka arus kendaraan dari Kuta atau Denpasar yang akan menuju Nusa Dua akan terputus.

Jembatan tol ini akan menjadi alternative rute untuk mengurangi kemacetan di jalan Bypass. Jembatan tol ini akan mempersingkat waktu tempuh dari dan menuju Nusa Dua, Ngurah rai, dan Benoa. Dengan melalui jembatan tol ini, diperkirakan waktu tempuh dari Nusa Dua menuju Benoa atau sebaliknya hanya sekitar 15-30 menit, sedangkan akses dari dan menuju Bandara akan menjadi lebih cepat lagi.

Dibangun Dengan Dana Korporasi Sendiri

Keberadaan jembatan tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa ini  juga memberikan kebanggaan kepada kita semua sebagai bangsa Indonesia. Jembatan tol ini merupakan bukti nyata karya mandiri bangsa Indonesia, karena diinisiasi, dibangun, dan dibiayai dengan sepenuhnya menggunakan sumber daya dalam negeri.

Jembatan tol di atas laut yang membentang sekitar 12,7 km dari Nusa Dua melewati Ngurah Rai dan berakhir di Benoa ini diinisiasi oleh Jasa Marga, BUMN 'go public'  yang berpengalaman dalam pembangunan dan pengoperasian jalan tol di Indonesia selama 35 tahun.  Hak pengusahaan jembatan tol ini diperoleh Jasa marga setelah melalui proses tender terbuka bersaing dengan konsorsium perusahaan lainnya. Ini menunjukkan kemampuan Jasa Marga untuk mengemas kelayakan proyek, baik secara finansial maupun ekonomi, melalui berbagai optimasi design dan pemilihan rute/trase jalan tol.

Tidak hanya desain dan konstruksi, biaya investasi jalan tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa sekitar Rp. 2,4 triliun juga sepenuhnya menggunakan dana perusahaan  dan sumber-sumber pembiayaan dalam negeri dengan komposisi 30 persen dari dana perusahaan dan 70 persen dari pinjaman sindikasi perbankan dalam negeri. Berbeda dengan Jembatan Suramadu yang dibiayai dengan pinjaman luar negeri dari APBN,  Jalan Tol Nusa Dua Bali murni dibiayai dengan dana perusahaan dan pinjaman korporasi dalam negeri tanpa sedikitpun memberatkan APBN.

Ini membuktikan bahwa premis BUMN sebagai agent of development dan mesin pertumbuhan ekonomi dapat berjalan, sehingga bukan lagi sebatas jargon politik. Proyek-proyek infrastruktur  lain diluar jalan tol, yang juga sedang  dibangun tanpa dana APBN antara lain pembangunan Pelabuhan  Kalibaru oleh PT Pelindo II, Kereta Api oleh PT KAI, Perluasan Bandara Sukarno Hatta oleh Angkasa Pura II dan Perluasan Bandara Ngurah Rai oleh Angkasa Pura I.

Pembiayaan jembatan tol Bali dan infrastruktur lainnya yang tidak menggunakan APBN ini sekaligus menjawab arahan Presiden yang mendorong pihak BUMN dan Swasta untuk membangun proyek-proyek infrastruktur public yang bersifat komersial, seperti jalan tol, pelabuhan laut dan bandara udara, dan lebih memprioritaskan anggaran infrastruktur APBN untuk pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, pelabuhan laut dan bandara udara perintis.

Bila skema ini dapat direplikasi untuk proyek-proyek infrastruktur komersial lainnya, maka APBN akan dapat lebih difokuskan untuk membangun proyek-proyek infrastruktur dasar di Indonesia Timur yang kelayakan finansialnya masih belum memadai. Dengan skema ini, pemerataan pembangunan infrastruktur akan dapat terwujud lebih cepat  sehingga kesenjangan pembangunan barat dan timur Indonesia dapat dipersempit. Selain itu dengan bertambahnya infrastruktur, maka sangat jelas hal ini akan mendorong meningkatnya peringkat daya saing kita di mata internasional.

Memacu Pertumbuhan Ekonomi Bali dan Eco-friendly

Kembali dengan telah selesainya pembangunan jembatan  tol Bali, perlu diketahui bahwa seluruh material dan tenaga kerja pembangunan jembatan tol ini sepenuhnya berasal dari dalam negeri sehingga memberikan multiplier effect yang luas bagi masyarakat. Dari sisi tenaga kerja misalnya, pembangunan jembatan tol Bali telah menyerap sekitar 3.000 pekerja yang terlibat langsung, belum lagi para pekerja yang menyiapkan pasir dari mulai penambangan sampai pada saat menurunkan pasir, pekerja di pabrik besi dan semen yang produksinya juga semakin meningkat.

Dampak multiplier ini semakin luas ketika jembatan tol ini nantinya beroperasi, dalam bentuk pengurangan kemacetan yang kemudian akan menstimulasi peningkatan aktifitas ekonomi masyarakat Bali dan sekitarnya.

Hal lain yang juga patut diapresiasi dari jembatan tol ini adalah proses pembangunannya yang eco-friendly. Kepentingan lingkungan tetap menjadi prioritas karena nilai ekonomi dan keseimbangan lingkungan saling terkait. Ini terlihat dari komitmen dan upaya Jasa Marga yang selalu memperhatikan kelestarian lingkungan sekitar, khususnya hutan bakau. Akibatnya kawasan hutan bakau masih terjaga dengan baik sehingga semakin mempercantik keindahan jembatan tol. Untuk hutan bakau yang terkena proyek pembangunan, Jasa Marga melakukan upaya penanaman kembali dengan luasan yang bahkan lebih luas dibanding luasan awal.

Selain desain, konstruksi dan pembiayaan yang sepenuhnya menggunakan sumber – sumber dalam negeri, serta proses pembangunannya yang eco-friendly, jembatan tol Bali ini juga menjadi bukti nyata berjalannya sinergi BUMN dan Pemerintah Daerah. Sinergi ini tercermin dari kepemilikan PT Jasamarga Bali Tol selaku badan usaha jalan tol yang mendapatkan hak pengusahaan jalan tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa. Dari informasi yang diperoleh, susunan kepemilikannya meliputi PT Jasa Marga (Persero) Tbk selaku pemilik mayoritas dengan porsi saham 60 persen, PT Pelindo III (Persero) sebesar 20 persen, PT Angkasa Pura I (Persero) sebesar 10 persen, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sebesar 5 persen, PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebesar 2 persen, PT Hutama Karya (Persero) Tbk sebesar 2 persen, dan PT Pengembangan Pariwisata Bali (Persero) sebesar 1 persen.

Sedangkan keikutsertaan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung dalam kepemilikan saham sedang dalam proses. Skema sinergi BUMN dan Pemerintah Daerah ini dapat dilanjutkan untuk proyek-proyek infrastruktur komersial lainnya, sehingga tidak memberatkan APBN dan dapat mendorong percepatan pemerataan pembangunan infrastruktur.

Kita sebagai bangsa Indonesia patut bangga dengan jembatan Tol ini karena merupakan karya mandiri Bangsa Indonesia sehingga sudah selayaknya bila kita syukuri bersama. Jembatan tol ini akan menjadi ikon baru di Bali, karena akan menjadi salah satu jembatan di atas laut yang terpanjang dan terindah di dunia. Dan juga kita patut bangga bahwa proyek ini dibangun tanpa menggunakan dana APBN, dibiayai dengan dana korporasi sendiri. Selamat kepada PT Jasa Marga dan para mitra BUMN yang bersinergi, serta Pemprov Bali dan Pemkab Badung. Ternyata Anda sudah buktikan, bahwa kita bisa mandiri. Sekali lagi selamat.

Penulis adalah komisaris PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Sumber : laman resmi setkab

Published in Berita
Selasa, 17 September 2013 06:50

Event : Temu Pelanggan dan Seminar Mahasiswa

Event Terbatas di lingkungan Universitas Indonesia

Published in Berita
Jumat, 13 September 2013 14:39

Foto : Gerbang Tol Ngurah Rai

Gerbang Tol Ngurah Rai, Jalan Tol Benoa-Ngurah Rai-Nusa Dua Bali, sudah siap dioperasikan tinggal menunggu peresmian yang akan segera dilaksanakan. Jalan tol ini diharapkan menjadi solusi pengurai kepadatan laul lintas yang kerap terjadi diwilayah Ngurah Rai menuju kawasan Nusa Dua Bali. Selain itu Jalan Tol atau Jembatan Tol Bali ini juga akan menjadi ikon baru pulau dewata. (Foto Anang)

Published in Berita
Rabu, 11 September 2013 16:40

JLJ Gandeng Siswa SD Tanam 1.000 pohon

Info Tol (11/9): Jasa Marga melalui anak perusahaannya, PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (JLJ), menggelar acara Gerakan Penanaman 1.000 Pohon dalam Rangka Sabuk Hijau Kota Jakarta”, di ruas Pesanggrahan KM 18+600 B, JORR, Selasa (10/9) kemarin. Acara yang merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dalam pelestarian lingkungan ini juga menggandeng siswa-siswi Sekolah Dasar Cenderawasih III, Pondok Aren.

Bersama kurang lebih 60 pelajar SD tersebut beserta sejumlah pejabat PT JLJ, Direktur PT JLJ, Septerianto Sanaf (Aan), memimpin langsung kegiatan penanaman secara simbolis sebanyak 75 tanaman keras. Untuk selanjutnya kegiatan ini akan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan sekali di ruas JORR maupun ruas Ulujami-Pondok Aren. Pada saat yang bersamaan Sedangkan, ratusan batang pohon lainnya akan didistribusi dan ditanam secara merata pada enam titik di ruas JORR.

Jenis tumbuhan yang ditanam di sepanjang ruas JORR dan Tol Pondok Aren adalah ; bintaro, mahoni, suren, sengon, tanjung, kayu meranti, mindi, glodogan, bungur dan ketapang. Tanaman ini didapat melalui bantuan BPTH (Balai Penelitian Tanaman Hutan) Kabupaten Bogor

Dalam sambutannya Aan mengatakan, dengan adanya gerakan penanaman 1000 pohon ini diharapkan polusi kendaraan dapat diserap oleh tanaman tersebut sehingga dan ini adalah realisasi dari tanggung jawab sosial kita terhadap lingkungan.  qqq (Wijaya-JLJ, edited by Komper)

Published in Berita
Selasa, 10 September 2013 16:15

JLJ Operasikan GT Pondok Ranji 2

Info Tol (9/9): PT Jalantol Lingkar Luar Jakarta (JLJ)kembali membuka Gerbang Tol (GT) Pondok Ranji 2, Sabtu (7/9), setelah sebelumnya mengoperasikan GT Pondok Ranji 1 pada 24 Agustus lalu. Gerbang ini memilki 8 gardu satelit, yang terdiri dari 5 gardu transaksi tunai dan 3 gardu transaksi non tunai. Hal ini guna mengakomodir adanya peningkatan volume kendaraan pada tahun 2012 dengan rata-rata 26.478 kendaraan/ harinya, kini mencapai 31.584 kendaraan/harinya (Periode Januari-Juli 2013).

Peningkatan kendaraan yang mengarah ke Jakarta ini jika tidak segera ditangani akan berpengaruh pada kondisi lalu lintas di sekitar wilayah Bintaro, khususnya pada Bintaro sektor VII dan sektor IX.

PT JLJ adalah anak perusahaan Jasa Marga yang saat ini mengoperasikan jalan tol JORR, Ruas Ulujami-Cakung, Ruas Tol Ulujami-Pondok Aren, dan akan segera mengoperasikan Jalan Tol Benoa-Nusa Dua (Bali) yang dimiliki oleh PT Jasamarga Bali Tol  qqq(Wijaya-JLJ, edited by Komper)

Published in Berita

Press Release Nomor : 16/2013, 4 September 2013

Jasa Marga Memulai Penanaman Kembali Hutan Mangrove di Sekitar Proyek Jembatan Tol Bali

Denpasar- PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Jumat, 6 September 2013 lalu melaksanakan acara “SaveMangrove” di sekitar area Jembatan Tol Bali yang menghubungkan Pelabuhan Benoa - Bandara Ngurah Rai – Nusa Dua. Acara ini merupakan rangkaian kegiatan PT Jasa Marga (Persero) Tbk dalam rangka melestarikan area hutanmangrove yang terpakai dalam proses pembangunan Jembatan Tol Bali.

“Kegiatan pelestarian mangrove ini merupakan bentuk nyata dari komitmen Jasa Marga dalam menjaga keberlangsungan ekosistem di Pulau Bali,” demikian disampaikan Reynaldi Hermansjah, Direktur Keuangan PT Jasa Marga (Persero) Tbk dalam konferensi pers hari ini.

Jembatan tol sepanjang 12,7 kilometer ini merupakan Jembatan tol pertama yang dibangun di atas laut yang menelan investasi sebesar Rp 2,4 triliiun. Proyek ini dilaksanakan oleh PT Jasamarga Bali Tol, yang merupakan salah satu dari sembilan anak perusahaan Jasa Marga yang sedang membangun jalan tol baru di Indonesia. Total waktu konstruksi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek ini selama dua belas bulan.

Jembatan tol yang pertama di Bali ini diharapkan mampu meningkatkan mobilitas barang dan kendaraan yang pada akhirnya juga akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Pulau Bali. “Kami juga sangat memperhatikan aspek lingkungan yang ditimbulkan oleh proyek ini, karena setiap proyek pembangunan infrastruktur sedikit banyak pasti menimbulkan dampak terhadap lingkungan,” lanjut Reynaldi Hermansjah. “Yang paling penting bagi kami adalah bagaimana meminimalisir dampak negatif yang timbul.”

Aspek eco friendly sudah mulai diterapkan sejak saat konstruksi dimulai. Penggunaan pracetak konstruksi tiang pancang dan lantai dibuat di pabrik untuk mengurangi dampak pengotoran kawasan perairan akibat proses pengecoran. Dalam melakukan pengurugan, Jasa Marga juga melakukannya dengan menggunakan metode ramah lingkungan, yaitu dengan melakukan pembuatan Jembatan kerja menggunakan timbunan batu kapur, atau limestone. Sifat batuan limestone yang terdiri dari kalsium carbonate atau mineral calcite berasal dari organism laut. “Sehingga pembuatan Jembatan kerja dengan menggunakan batu kapur ini tidak mengganggu biota laut,” jelas Reynaldi Hermansjah. Selain itu, dalam bidang teknologi, Jembatan Tol Bali juga menggunakan lampu LED yang 60% lebih efisien dibandingkan lampu Jembatan konvensional.

Untuk melestarikan kawasan mangrove, PT Jasamarga Bali Tol membangun nursery sebagai pusat penelitian dan pengembangan mangrove. PT Jasa Marga (Persero) Tbk bekerja sama dengan LPPM Universitas Udayana untuk program penelitian, pembibitan, penanaman, dan perawatan hutan mangrove di sekitar area Jembatan Tol Bali.

Kepedulian Jasa Marga terhadap lingkungan dapat dilihat dari program penghutanan di area sekitar jalan tol. Pada tahun 2012 sekitar 161 ribu pohon ditanam tersebar di seluruh area sekitar jalan tol dengan nilai investasi 9,28 Miliar. Jumlah ini meningkat 15,8 % dari tahun sebelumnya. “Program penghutanan jalan tol kami lakukan sebagai wujud tanggung jawab kami kepada lingkungan dan untuk menjaga kelestarian lingkungan sekitar jalan tol.” ujar Reynaldi Hermansjah.

Acara pada hari ini merupakan penutup dari rangkaian kegiatan penghutanan kembali (re-foresting) mangrovedi Pulau Bali yang sampai saat ini telah mencapai total 10.000 batang mangrove. “Kami berharap Jembatan Tol Bali tidak hanya menjadi landmark Indonesia di bidang konstruksi Jembatan tol, tetapi juga merupakan contoh nyata bagaimana mengedepankan keberlanjutan lingkungan dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia,” tutup Reynaldi Hermansjah.

***

Untuk keterangan lebih lanjut silahkan menghubungi:

Corporate Secretary

PT Jasa Marga (PERSERO) Tbk.

Plaza Tol Taman Mini Indonesia Indah

Jakarta, 13550 Indonesia

Telp. : +6221 841 3630, +6221 841 3526

Fax. : +6221 841 3540

 

 

 

Memulai Penanaman Kembali Hutan Mangrove di Sekitar Proyek Jembatan Tol Bali
Published in Release
Kamis, 05 September 2013 11:59

Giliran Jasa Marga Semarang Bangun ZoSS

Info Tol (5/9) : Setelah berbagai cabang Jasa Marga membangun Zona Selamat Sekolah (ZoSS) sebagai bukti tehadap keselamatan anak-anak sekolah, kini giliran Cabang Semarang yang melaksanakan pembuatan marka jalan ZoSS (Zona Selamat Sekolah) di berbagai sekolah di lingkungan jalan Tol Semarang. Dengan mengusung tema “Berbakti Pada Negeri Untuk Keselamatan Anak-Anak Sekolah”, program ini dilaksanakan di SDN Sumurboto 02, SDN Kembang Arum 01, SD Jomblang 01, SDN Sawah Besar 01, dan SD Manyaran 03 Semarang.

Pembuatan ZoSS yang menelan total biaya sebesar Rp 386 juta, diserahkan ke seluruh sekolah diatas pada Jumat (30/8) lalu. Senior Manager Comummunity Development Program Jasa Marga, Agus Susanto, mengharapkan pembuatan marka ini dapat membantu menjaga keselamatan anak sekolah pada saat menyeberang jalan.  “Menyeberang tanpa adanya marka jalan potensi kecelakaan yang membahayakan keselamatannya” tutur Agus.

Agus juga menghimbau para Kepala Sekolah untuk dapat memberikan sosialisasi tentang jalan tol kepada murid-murid yang tinggal di dekat area jalan tol. “Anak anak agar dilarang bermain atau membuang sampah di sekitar jalan tol,” pesan Agus.Dalam kesempatan tersebut, Jasa Marga juga memberikan 500 buku Aku Tertib Berlalu lintas dan 25 bola futsal dan bola kaki kepada masing-masing sekolah.

Kepala Sekolah SD Sumurboto 02 Utik Setiyarti mengucapkan rasa terima kasih atas kepedulian Jasa Marga pada sekolah di lingkungan Jalan Tol Semarang. “Semoga bantuan dan kepedulian Jasa Marga terhadap dunia pendidikan akan selalu berlanjut,” harap Utik. Sebelumnya Jasa Marga juga telah membantu sarana dan prasarana sekolah berupa komputer serta pembangunan gedung.. qqq(Budi Gest-Semarang, edited by Komper)

Published in Berita

Jasamarga.com (3/9) - Bagi pengguna jalan tol, apa yang dikeluarkan untuk membayar tarif jalan tol akan dikembalikan lagi bagi keamanan dan kenyamanan dalam berkendara di jalan tol. “Kami kembalikan uang yang dibayarkan pengguna jalan melalui peningkatan kapasitas dan modernisasi peralatan maupun informasi,” ujar Direktur Operasi Jasa Marga, Hasanuddin, saat live di TV swasta, Selasa (3/9)pagi di Gerbang Tol Ramp Taman Mini, Jakarta.

Hasanudin juga menungkapkan kendala kepadatan dan antrian yang kerap terjadi di jalan tol maupun di gerbang tol yang disebabkan oleh besarnya volume kendaraan yang tidak sesuai dengan kapasitas jalan, dimana Jasa Marga selalu berfokus kepada pelayanan terhadap pengguna jalan. “Walaupun kondisi padat kami berupaya melayani pengguna jalan melalui sistim informasi lalu lintas yang dapat memberikan informasi dan pilihan kepada pengguna jalan dalam menggunakan jalan tol,” tutur Hasanudin.

Dalam acara live tersebut  juga dihadirkan Ketua YLKI, Sudaryatmo, yang mengulas efektifitas dan efisiensi  Jasa Marga dalam melayani pengguna jalan, serta beberapa penguna jalan yang juga mengharapkan kenaikan tarif tol dapat ditunda.  Namun Hasanudin kembali menegaskan bahwa Jasa Marga terus melakukan upaya peningkatan pelayanan, misalnya dalam hal modernisasi transaksi dengan menggunakan e-toll pass, maupaun e-toll card. “Namun masyarakat kita memang belum terbiasa dengan teknologi tersebut,” ujar Hasan.

Sementara untuk penundaan tarif tol, Hasanudin mengatakan bahwa hak tersebut berada di tangan pemerintah sebagai otorisator jalan tol . “bisa saja ditunda, namun akan mengganggu investasi pengembangan, dan pembangunan jalan tol, karena akan berpengaruh kepada kinerja keuangan perusahaan,” ujar Hasanuddin. Dijelaskannya bahwa investasi jalan tol merupakan investasi yang sangat mahal dan berjangka panjang, hingga kenaikan tarif tol dilaksanakan secara berkala. “Tarif tol bisa diatur untuk tidak akan naik, namun ketika jalan tol dibuka, tarifnya akan langsung tinggi dan mahal,” tutur Hasanudin.

Jasa Marga juga menjanjikan pelayanan bagi kemanan, kenyamanan dan kelancaran pengguna jalan tol yang akan selalu ditingkatkan terus menerus. (Komper)

Published in Berita

2 September  2013

Jasa Marga Tawarkan Obligasi Berkelanjutan I

Jasa Marga Tahap I Tahun 2013 Seri S

Senilai Rp 2,1 Triliun

Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk., berencana untuk melakukan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I Jasa Marga Tahap I Tahun 2013 Seri S, sebanyak-banyaknya Rp. 2.100.000.000.000,- (dua triliun seratus miliar rupiah). Obligasi tersebut akan dibagi menjadi empat seri yang akan mulai ditawarkan melalui periode bookbuilding kepada investor sejak hari ini, 2 September 2013 hingga 13 September 2013.

“Masa penawaran awal dilakukan tanggal 2 - 13 September 2013. Setelah itu kita harapkan sudah mendapatkan Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tanggal 23 September 2013. Sehingga masa penawaran umum dapat dimulai pada tanggal 25-26 September 2013,” ungkap Adityawarman dalam konferensi pers Due Diligence Meeting & Public Expose terkait penawaran umum Obligasi tersebut di Jakarta, Senin, 2 September 2013.

Jika prosesi berjalan lancar, penjatahan obligasi akan dilakukan pada tanggal 27 September 2013, dilanjutkan dengan distribusi obligasi secara elektronik pada tanggal 1 Oktober 2013, puncaknya adalah pencatatan obligasi di papan Bursa Efek Indonesia pada tanggal 2 Oktober 2013.

Untuk memperlancar aksi korporasi penerbitan obligasi, Perseroan telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi. Sedangkan wali amanat dipercayakan kepada PT Bank Mega Tbk, dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia selaku agen pembayaran.

Penggunaan Dana

Perseroan merencanakan penggunaan dana hasil Penawaran Umum obligasi, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi terkait, antara lain sekitar 84,36% untuk pelunasan obligasi Perseroan, sekitar 7,48% digunakan untuk kegiatan pengembangan usaha, dan sisanya sekitar 8,16% akan digunakan untuk modal kerja Perseroan, yaitu peningkatan kapasitas jalan.

Adityawarman menjelaskan, obligasi Perseroan yang akan dilunasi mencakup tiga seri obligasi yang semuanya akan jatuh tempo pada kuartal IV 2013. Terkait dengan pengembangan usaha, Perseroan akan menggunakan perolehan dana Obligasi Berkelanjutan I Jasa Marga Tahap I dalam bentuk penyertaan modal untuk pembebasan lahan dan konstruksi melalui tiga anak usaha yaitu PT Marga Nujyasumo Agung (MNA), PT Marga Lingkar Jakarta (MLJ), dan PT Margabumi Adhikarya (MBAR). MNA memiliki konsesi untuk ruas tol Surabaya-Mojokerto, MLJ untuk ruas tol Lingkar Luar Jakarta Seksi W2 Utara dan MBAR untuk ruas tol Gempol-Pandaan.

Kinerja Positif

Untuk diketahui Jasa Marga telah melewati 35 tahun pengalamannya sebagai operator jalan tol, dengan panjang mencapai 545 km, dengan pangsa pasar sebesar 73%. Data per Desember 2012 mencatat volume lalu lintas harian rata-rata mencapai 3.745.000 mobil per hari. Perseroan mencatat pertumbuhan volume lalu lintas kendaraan mencapai 10,04% pada periode Desember 2011-Desember 2012.

Akibatnya, lalu lintas pendapatan Jasa Marga meningkat 28,49%, dengan EBITDA  tumbuh 19,1%, pada periode yang sama. “Sementara hingga Maret 2013, operating margin Perseroan mencapai 29,3%, dengan raihan EBITDA margin mencapai 62,2%,” kata Adityawarman.

Dia menguraikan, Pendapatan Perseroan pada Q1 2013 sebesar Rp 2,39  triliun, naik dari posisi Q1 2012 yang sebesar Rp 1,77 triliun. Sementara total pendapatan sepanjang 2012 sebesar Rp 9,07 triliun. Komposisinya antara lain, Pendapatan Tol pada Q1 2013 sebesar Rp 1,37 triliun, naik dari Q1 2012 Rp 1,31 triliun, sedangkan pendapatan Non Tol pada Q1 2013 sebesar Rp 57 miliar, naik dari Q1 2012 yang sebesar Rp 52 miliar.

Aset Perseroan juga tumbuh signifikan, yakni pada Q1 2013 tercatat sebesar Rp 25,77 triliun, naik dari posisi Q1 2012 yang sebesar Rp 21,04 triliun. Adapun total aset pada Desember 2012 sebesar Rp 24,75 triliun.

Hingga saat ini, Jasa Marga diberikan hak konsesi untuk mengoperasikan 13 ruas jalan tol untuk periode 40 tahun di 2005, diluar JORR seksi S. Perseroan juga telah mendapatkan hak konsesi selama 45 tahun untuk 3 jalan tol baru di 2006 (Bogor Outer Ring Road, Semarang-Solo and Gempol-Pasuruan); hak konsesi selama 35 tahun untuk 2 jalan tol baru di 2008 dan 2009 (Cengkareng-Kunciran dan Kunciran Serpong); hak konsesi selama 35 tahun untuk 2 jalan tol yang diakuisisi di 2009 (Surabaya-Mojokerto) dan 2011 (Gempol-Pandaan); dan hak konsesi selama 45 tahun untuk 1 jalan tol baru di 2011 (Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa).

“Jumlah konsensi jalan tol 22, dengan kumulatif panjang jalan tol  konsesi Jasa Marga merupakan jumlah panjang jalan tol saat ini sepanjang 738 km,” tukas Adityawarman.

***

Untuk keterangan lebih lanjut silahkan menghubungi:

Corporate Secretary

PT Jasa Marga (PERSERO) Tbk.

Plaza Tol Taman Mini Indonesia Indah

Jakarta, 13550 Indonesia

Telp. : +6221 841 3630, +6221 841 3526

Fax. : +6221 841 3540

 

 

Published in Release
<< Mulai < Sebelumnya 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Selanjutnya > Akhir >>
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Disclaimer :

Selamat datang di Situs PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Dengan melihat Situs ini Anda menyatakan bahwa Anda telah membaca dan menerima penyangkalan-penyangkalan berikut:

Penyangkalan untuk Website PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Informasi

Semua informasi yang diberikan dalam Situs ini adalah berdasarkan informasi yang diberikan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (Jasa Marga) dan sumber-sumber lain, dan dimaksudkan hanya sebagai suatu pengenalan dan panduan tentang bisnis Jasa Marga serta berbagai macam produk dan layanan yang tersedia. Walaupun Jasa Marga telah menggunakan keputusan terbaiknya untuk menyajikan informasi pada Situs Jasa Marga dari sumber yang terpercaya, dengan hanya memberikan akses pada isi Situs, Jasa Marga tidak menjamin atau menyatakan bahwa:

  • Isi Situs tersebut akurat atau lengkap;
  • Isi Situs selalu termutakhirkan;
  • Jasa Marga memiliki kewajiban untuk memperbaharui isi Situs;
  • Setiap proyeksi, prediksi, prakiraan atau pandangan ke depan yang berkaitan dengan pernyataan kinerja Jasa Marga akan terwujud atau tercapai;
  • Isi Situs terbebas dari ketidakakurasian atau kesalahan berkenaan dengan percetakan
  • Isi Situs terbebas dari perubahan yang disebabkan oleh pihak ketiga, dan
  • Akses Anda pada Situs Jasa Marga ini akan bebas dari gangguan, kesalahan, virus komputer atau komponen berbahaya lainnya.

Jasa Marga tidak menerima tanggung jawab untuk setiap kerugian atau kerusakan yang mungkin terjadi baik secara langsung atau tidak langsung dari saran, pendapat, informasi, representasi atau penghilangan, baik disengaja atupun tidak, yang berada di situs ini, termasuk kerusakan-kerusakan yang bersifat langsung, tidak langsung, khusus, insidentil atau konsekuensial. Dengan kata lain, Anda menggunakan Situs Jasa Marga dengan risiko Anda sendiri. Jasa Marga berhak untuk mengubah atau menambah informasi yang diberikan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Jasa Marga meyakini bahwa materi yang diungkapkan adalah akurat pada tanggal disampaikan, dan bahwa Jasa Marga dapat menyampaikan informasi yang baru dari waktu ke waktu, namun Jasa Marga tidak berkewajiban untuk memperbaharui atau memperbaiki informasi tersebut dan menyatakan bahwa Jasa Marga secara eksplisit melepaskan kewajiban apapun untuk melakukan hal tersebut. Setiap upaya telah dilakukan untuk memberikan informasi yang akurat, namun kesalahan dan penghilangan dapat terjadi dan Jasa Marga tidak menjamin bahwa informasi yang tersedia di Situs ini adalah lengkap, akurat atau mutakhir dalam hal apapun.

Tautan
Informasi yang terdapat pada situs yang tertaut dengan Situs ini tidak disiapkan atau disediakan oleh Jasa Marga. Jasa Marga tidak bertanggung jawab, dan tidak mewakili atau memberi jaminan mengenai, isi, ketepatan atau kelengkapan dari setiap situs yang tertaut ke Situs ini atau setiap tautan yang ada pada situs yang tertaut pada Situs Jasa Marga yang dapat dirujuk baik secara langsung atau tidak langsung. Jasa Marga tidak memiliki kewajiban untuk memperbaharui atau memperbaiki informasi dalam sebuah situs yang tertaut ke Situs Jasa Marga yang dapat dirujuk baik secara langsung atau tidak langsung oleh situs Jasa Marga dan secara tegas menolak kewajiban apapun untuk melakukan hal itu. Jasa Marga menyediakan tautan hanya demi kenyamanan, dan adanya semua tautan bukan merupakan pengesahan, investigasi, verifikasi, dan bantuan apapun dalam persiapannya atau persetujuan dari Jasa Marga atas semua informasi atau pernyataan yang ada dalam setiap situs yang tertaut. Hal ini juga berarti bahwa Jasa Marga tidak terafiliasi dengan pihak ketiga baik itu pemilik situs tertaut ataupun para sponsor. Jasa Marga berhak untuk menghentikan tautan ke situs pihak ketiga sewaktu-waktu.  Dalam kebanyakan kasus, Jasa Marga tidak menyadari bahwa pihak ketiga telah tertaut ke dalam Situs Jasa Marga. Jika pihak ketiga tertaut pada Situs Jasa Marga, maka hal ini bukan merupakan indikasi bahwa Jasa Marga memberikan dukungan, otorisasi, sponsor, afiliasi, patungan atau kemitraan dengan Jasa Marga. Situs yang tertaut pada Situs Jasa Marga harus memenuhi syarat-syarat berikut:

  • Tidak menjiplak isi Situs Jasa Marga;
  • Tidak membuat penjelajah dan membuat frame dengan Situs Jasa Marga sebagai isinya;
  • Tidak mengimplikasikan bahwa Jasa Marga menyetujui situs atau produk yang bersangkutan;
  • Tidak salah menggambarkan hubungannya dengan Jasa Marga;
  • Tidak memberikan informasi yang tidak benar tentang produk atau layanan Jasa Marga; dan
  • Tidak terdapat isi yang dapat dianggap sebagai sesuatu yang tidak menyenangkan, menyinggung atau bersifat kontroversial dan harus berisi hanya hal-hal yang sesuai untuk semua kelompok umur.

Siaran Pers
Situs Jasa Marga berisi Siaran Pers tentang Jasa Marga dan perkembangan bisnis Jasa Marga. Siaran Pers diyakini keakurasiannya sebagai media yang disiapkan dan disebarkan kepada publik pada tanggal dikeluarkan, namun Jasa Marga melepaskan semua tugas atau kewajiban untuk memperbaharui informasi dalam siaran persnya. Informasi tentang perusahaan-perusahaan selain Jasa Marga yang ada dalam siaran pers tidak dapat dianggap sebagai informasi yang dipersiapkan dan didukung oleh Jasa Marga.

Penyangkalan atas Pernyataan Mengenai Proyeksi di Masa Mendatang
Banyak pernyataan pada Situs ini atau dokumen yang dapat diakses dari Situs ini yang mengandung pernyataan tentang proyeksi di masa datang. Semua pernyataan, selain pernyataan-pernyataan tentang fakta historis, termasuk antara lain, pernyataan-pernyataan mengenai gambaran posisi keuangan dan operasional, perencanaan, strategi, tujuan, belanja modal, proyeksi biaya dan antisipasi penghematan biaya dan rencana pembiayaan serta proyeksi tingkat pertumbuhan Jasa Marga di masa datang, merupakan pernyataan tentang proyeksi di masa datang. Pernyataan mengenai proyeksi di masa mendatang secara umum dapat dilihat dari penggunaan istilah seperti “mungkin”, “akan”, “mengharapkan”, “bermaksud”, “merencanakan”, “memproyeksikan”, “memperkirakan”, “mengantisipasi”, “meyakini”, “berharap”, “mampu”, “dirancang untuk” atau frasa-frasa yang serupa. Namun demikian, tanpa kata-kata seperti itu tidak berarti bahwa pernyataan tersebut bukan merupakan proyeksi di masa mendatang.  Anda diingatkan untuk tidak mempercayai pernyataan-pernyataan mengenai proyeksi di masa mendatang tersebut tanpa mempertimbangkannya terlebih dahulu. Jasa Marga tidak berkewajiban untuk mempublikasi perbaikan apapun atas pernyataan apapun mengenai proyeksi di masa mendatang sebagai refleksi atas terjadinya peristiwa-peristiwa yang tidak terantisipasi sesudah tanggal pernyataan tersebut dibuat. Faktor-faktor baru muncul dari waktu ke waktu, Jasa Marga tidak mungkin memprediksi semua faktor tersebut, dan Jasa Marga juga tidak dapat menilai dampak dari masing-masing faktor terhadap bisnis Jasa Marga atau sampai sejauh mana suatu faktor atau kombinasi beberapa faktor dapat menimbulkan atau menghasilkan hal-hal aktual yang berbeda secara material dengan yang diperlihatkan oleh penyataan-pernyataan mengenai proyeksi di masa mendatang. Semua pernyataan tertulis maupun lisan mengenai proyeksi di masa mendatang yang berhubungan dengan Jasa Marga atau orang-orang yang bertindak atas nama Jasa Marga telah memenuhi syarat secara keseluruhan terhadap pernyataan-pernyataan ini.

Kekayaan Intelektual
Jasa Marga memiliki seluruh hak cipta dan seluruh hak kekayaan intelektual lain dalam Situs ini. Semua hal yang berada di dalam Situs ini seluruhnya memiliki hak cipta kecuali dinyatakan lain oleh Jasa Marga. Anda dapat menggunakan Situs Jasa Marga hanya untuk kepentingan yang tidak bersifat komersial. Anda diminta untuk tidak menyalin atau menayangkan dengan tujuan mendistribusikan kembali kepada pihak ketiga atau dengan tujuan komersial bagian manapun dari Situs ini tanpa izin tertulis dari Jasa Marga.

Virus
Jasa Marga tidak menerima kewajiban apapun yang timbul sebagai akibat dari transfer virus atau perubahan yang tidak sah atas isi Situs ini.

Yurisdiksi
Situs ini diatur dan harus diinterpretasikan sesuai dengan hukum yang berlaku di Republik Indonesia.