Informasi Lalulintas   |   Informasi Lalulintas   |   Informasi Lalulintas
Search results for:

Info Tol (26/08): Jasa Marga menegaskan koitmennya terhadap pemberantasan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama Badan Narkotika Nasional di Kantor Jasa Marga, Jakarta Senin (25/8) kemarin.

Dalam MOU yang ditandatangani langsung oleh Direktur Utama Jasa Marga,  Adityawarman, dan Kepala BNN Anang Iskandar, melingkupi kerja sama diseminasi informasi dan advokasi mengenai pencegahan dan penyalahgunaan narkotika, pemanfaatan area jalan tol untuk sosialisasi bahaya narkotika, sosialisasi wajib lapor bagi pecandu, penyalah guna, dan korban penyalahgunaan narkotika, serta pemberdayaan peran serta masyarakat dalam bidang Pemberantasan Penyalahgunaan dan Pergedaran Gelap Narkotika (P4GN).

Adityawarman dalam sambutannya mengatakan merupakan kehormatan bagi Jasa Marga untuk dilibatkan oleh BNN dalam upaya menekan angka penyalahgunaan narkotika.  Lebih lajut Adityawarman juga mengatakan, bahwa masalah narkotika adalah masalah kita bersama. Disampaikan oleh Adityawarman juga bahwa Jasa Marga telah memiliki aturan yang sangat ketat terkait penyalahgunaan narkotika. “Jika terbukti ada karyawan yang menggunakan narkotika, maka sanksi yang diberikan adalah pemecatan,” tegas Adityawarman. Beliau berharap penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut dapat menjadi momentum sebagai pencegahan internal. “Dengan adanya kerja sama ini, kita dapat melakukan pencegahan secara dini,” ujar Adityawarman.

Sementara itu, Kepala BNN Anang Iskandar menyampaikan, penanggulan narkotika sejatinya membutuhkan sinergi lintas sektoral agar hasil yang didapat bisa maksimal. “Maka BNN mengandeng Jasa Marga dalam mengoptimalkan pemanfaatan ruang publik yang berada di bawah kewenangan Jasa Marga, yaitu jalan tol, untuk sosialisasi tentang masalah narkoba,” ujar Anang.

Diejelaskan lebih lanjut pleh Anang, fokus dari kegiatan tersebut adalah untuk menekankan pentingnya rehabilitasi. Selama ini, menurut Anang, para pengguna narkotika takut melaporkan diri bahwa dirinya menderita lantaran kecanduan narkotika. “Padahal jika mereka melapor, kita akan jalani proses hukumnya, namun nantinya dia tidak akan dipenjara, tapi direhabilitasi,” ucap Anang. Di sinilah peran penting yang bisa dimiliki Jasa Marga, yakni untuk menyosialisasikan. Kegiatan antara Jasa Marga dan BNN bukan kali pertama. Di antara yang pernah dilakukan adalah pembentukan Kader Inti Anti Narkoba di lingkungan Jasa Marga dalam rangka mendukung penuh program pemerintah “Indonesia Tanpa Narkoba Tahun 2016”. qqq(Corcomm)

 

Published in Berita

 

Info Tol (22/08): Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek (Jakpek) melakukan operasi simpatik bagi kendaraan overload yang melewati Jalan Tol Jakarta-Cikampek selama empat hari, mulai 19 hingga 22 Agustus 2014. Menurut General Manager Jakpek, Yudhi Krisyunoro, kegiatan yang dilakukan di TIP KM 33A ini merupakan tanggapan atas banyaknya  keluhan pelanggan mengenai banyaknya kendaraan yang melaju dibawah 60 km/jam. Selain itu, sering pula terganggu oleh kendaraan golongan IV dan V yang bermuatan melebihi kapasitas (overload).

Yudhi juga menambahkan bahwa salah satu penyebab kerusakan pada badan jalan tol adanya kendaraan overload. Jasa Marga harus mengeluarkan biaya perbaikan dan pemeliharaan yang tidak sedikit unuk memelihara jalan tersebut, yaitu Rp125 milyar/tahun. “Apabila hal ini dapat ditekan, biaya tersebut akan berkurang hingga 40%," kata Yudhi..

Dalam Pelaksanaan operasi simpatik ini, Jasa Marga bekerja sama dengan pihak Kepolisian, TNI, Dishub, dan Petugas Layanan Lalu Lintas Jakpek.  Operasi dilakukan dengan menimbang dan mengukur kecepatan kendaraan menggunakan alat portable yang sudah dimiliki Cabang Jakpek. Ade Prihatna selaku penanggung jawab operasi mengatakan dengan alat tersebut, pihaknya dapat langsung memberikan sanksi tilang dari Kepolisian dan Dishub bila ditemui pelanggaran.

Hingga Pada hari kedua operasi, telah terjaring 55 kendaraan dengan 35 kendaraan overload, 14 kendaraan yang melanggar tentang KIR, dan 6 sisanya dinyatakan memenuhi aturan yang berlaku. qqq(Iwan A-Japek, edited by Corcomm)

 

 

Published in Berita

Info Tol (20/08): Setelah sempat tertunda sejak 2012 lalu, Jasa Marga resmi mengoperasikan Jembatan Tol Surabaya -Madura (Suramadu),  dengan  ditandatanganinya Perjanjian Pengusahaan  Jalan Tol  (PPJT)  Jalan Tol Jembatan SurabayaMadura (Suramadu),  antara  Direktur  Utama  Jasa  Marga  Adityawarman  dan  Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ahmad Ghani Ghazali di Jakarta, Rabu (20/08) kemarin.

Jasa Marga sebelumnya telah ditetapkan sebagai pemenang  tender  untuk  pengoperasian,  pemeliharaan  dan  konstruksi  Jembatan  Suramadu  pada 2012  lalu.  Menurut  Kepala BPJT Ahmad  Ghani  Ghazali   proses  tertundanya  penandatanganan  PPJT  Jembatan  Suramadu  karena  masalah  hukum yang memayungi  keberadaan  Jembatan  tersebut  yaitu  UU  Nomor  38 dan PP  Nomor 15  tentang  Jalan Tol,  dan  Peraturan  Presiden  Nomor  27  tahun  2008  tentang  Badan  Pengembangan  Wilayah  Surabaya-Madura  (BPWS).  “Dalam  Perpres  disebutkan  pengusaaan  Jalan Tol Jembatan Suramadu ini dimiliki BPWS.  sehingga  agak  sulit  dan  memerlukan  waktu  untuk  memprosesnya,”  ucap  Ahmad  Ghani.  Namun  seiring  perjalanan waktu,  BPWS kemudian  bekerja  sama  dengan  Jasa  Marga , untuk  mengelola Jembatan Suramadu tersebut.

Ahmad  Ghani  juga  menjelaskan  keunikan lain  dari pengelolaan Jembatan Suramadu, yaitu terlibatnya  beberapa  pihak, yang pertama adalah BPWS bekerja sama dengan Jasa Marga selaku pengelola, pihak kedua  ialah  BPJT  sebagai  otorisator,  dan  pihak ketiga  adalah Bina  Marga.  “Health  Monitoring  System jembatan  masih ada  di  Bina  Marga,  mereka  secara  online  terus  memantau  kondisi  Jembatan   Suramadu  ini,”  ujar  Ahmad  Ghani.  Namun  dia  berharap,    dengan  ditandatanganinya  PPJT ini dapat membawa  kebaikan  kepada   seluruh  pihak  dan  dapat  memberikan  manfaat   bagi  masyarakat.

Sementara  Direktur  Utama  Jasa  Marga,  Adityawarman,  dalam  sambutannya  mengucapkan  terima  kasih  kepada  para  pihak  atas  ditandatanganinya  PPJT  Jembatan  Suramadu  ini.  Adityawarman  berharap agar perjanjian  ini bisa menjadi percontohan bagi perjanjian -perjanjian ain.  Mengenai  rencana  pengelolaan  Jembatan  Suramadu,  Adityawarman  akan  memprioritaskan  peningkatan  kapasitas   gerbang  mengingat  kondisi  kapasitas  yang  ada  saat  ini  sangat  kurang.  “tingkat  lalu  lintas  disini  sangat  luar  biasa,  termasuk  Lebaran  kemarin,”  ujar Adityawarman.  Pada  akhir  sambutanya  Adit  berharap  Jasa  Marga  bisa  memberikan  pelayanan  yang  terbaik  bagi  pengguna  jalan  (Corcomm)

Published in Berita

Press Release

Nomor: 19/2014 Tanggal 4 Agustus 2014

Evaluasi Arus Lebaran di Jalan Tol

Jumlah Kecelakaan Turun 50%

Pada masa Lebaran tahun 2014 ini, jumlah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalan tol yang dikelola PT Jasa Marga (Persero) Tbk, mengalami penurunan sebesar 50%. Jika pada H-7 s.d. H+5 tahun 2013, jumlah kecelakaannya mencapai 51 kejadian, maka pada periode yang sama pada tahun 2014 ini hanya 25 kejadian. Begitu juga jumlah korban yang meninggal dunia juga mengalami penurunan. Jika pada tahun 2013 periode tersebut terdapat 7 orang meninggal dunia, maka pada tahun 2014 ini, dari 25 kejadian kecelakaan jumlah korban yang meninggal hanya 1 orang. “Kami akan terus berupaya agar jumlah kecelakaan di jalan tol, khususnya pada saat arus mudik dan balik Lebaran bisa terus menurun,” ujar Direktur Operasi Jasa Marga Hasanudin.

 

Penurunan angka kecelakaan ini tidak lepas dari kerja keras para petugas Jasa Marga yang bekerjasama dengan pihak kepolisian dalam mengatur arus lalu lintas selama 24 jam, khususnya pada saat arus puncak mudik maupun balik. Di samping itu, kasadaran pengemudi untuk beristirahat pada saat mengalami kelelahan juga menjadi faktor menurunnya jumlah kecelakaan. Hal ini bisa terlihat dari seluruh rest area yang ada di jalan tol selalu dipadati pemudik pada saat kepadatan arus lalu lintas terjadi. “Dengan beristirahat sejenak di rest area, dapat mengembalikan kondisi fisik pengemudi sehingga bisa lebih segar pada saat mengemudikan kendaraannya kembali,” tambah Hasanudin.

Upaya Jasa Marga untuk menurunkan angka kecelakaan ini juga sudah dilakukan sebelum arus mudik dimulai. Sekitar H-10, Jasa Marga sudah melakukan himbauan kepada pengguna jalan tol agar tetap waspada selama mengemudikan kendaraannya. Himbauan ini disampaikan dalam bentuk spanduk yang dipasang di sepanjang jalan tol juga melalui media massa, baik cetak maupun elektronik. “Kami menghimbau kepada para pemudik agar menyiapkan kendaraannya dengan baik agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan di jalan tol,” jelas Hasanudin seraya menambahkan agar mereka pada pengemudi juga memperhatikan jumlah muatan yang ada di kendaraannya agar jangan sampai overload.

Arus Mudik Naik 10%

Selama arus mudik 2014, yaitu dari H-7 s.d. H-1, jumlah kendaraan yang melintas di gerbang-gerbang tol yang keluar Jakarta dan sekitarnya untuk melayani pemudik meningkat sekitar 10%. Pada tahun 2013 jumlah kendaraan yang melintas di Gerbang Tol (GT) Ciawi (ke arah  Puncak/Sukabumi), GT Karang Tengah (ke arah Sumatera) dan GT Cikarang Utama (ke arah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur) mencapai 1.309.227 kendaraan, dan pada tahun 2014 ini meningkat sekitar 10% menjadi 1.442.556 kendaraan, dengan rincian GT Ciawi 187.221 kendaraan, GT Karang Tengah 579.080 kendaraan dan GT Cikarang Utama 676.255 kendaraan.

Sedang gerbang tol dengan peningkatan volume lalin mudik terbanyak pada saat puncak tahun 2014 adalah GT Cikarang Utama yang mencapai 128.785 kendaraan pada H-3. Dibanding tahun 2013 pada periode yang sama terjadi peningkatan sekitar 20,51%, sedang jika dibandingkan dengan LHR pada saat hari biasa terjadi peningkatan sekitar 96,5%. Sedang gerbang tol lain yang mengalami peningkatan cukup signifikan adalah GT Ciperna (Tol Palikanci) yang mencapai 49.041 kendaraan pada H-4, naik 7,45% dibanding tahun 2013 atau naik 329,7% dibanding pada hari biasa.

Untuk jumlah kendaraan tertinggi pada saat puncak di GT Cikampek mencapai 36.302 kendaraan pada H-4, atau turun 5,02% dibanding tahun lalu, tapi lebih tinggi 148% dibanding lalu lintas harian pada saat hari biasa. Sedang di GT Cileunyi (Padaleunyi) lalin puncak arus mudik juga jatuh pada H-3, yang mencapai 48.031 kendaraan, naik 10,44% dari tahun sebelumnya, atau naik 68,91% dibanding lalu lintas harian pada hari biasa.

Sementara itu, di GT  Kalihurip Utara, terjadi peningkatan prosentase lalu lintas tertinggi dibanding tahun lalu yaitu sebesar 22,44%. Pada tahun tahun lalu jumlah kendaraan yang keluar di GT tersebut, sebanyak 14.253 kendaraan, sedang pada tahun 2014 ini, tepatnya pada H-5,  mencapai 17.452 kendaraan. Bila dibandingkan dengan lalu lintas harian rata-rata di GT tersebut kenaikannya mencapai 112%. “Meningkatnya jumlah kendaraan yang keluar di GT Kalihurip Utara ini tidak lepas dari kesadaran para pengendara yang segera mencari alternatif pintu keluar tol terdekat, ketika terjadi kepadatan di GT Cikampek,” jelas Hasanudin.

David Wijayatno

Corporate Secretary

Telp. 021 8413526 – 8413630

Fax. 021 87793976

Published in Release

Press Release Nomor: 20/2014   Tanggal 24 Juli 2014

900 Peserta Ikut Mudik Gratis Jasa Marga

Sebagai wujud kepedulian PT Jasa Marga (Persero) Tbk kepada masyarakat yang akan merayakan Lebaran di kampung halaman, BUMN pengelola jalan tol menyelenggarakan acara Mudik Gratis Bareng Jasa Marga 2014 yang diikuti oleh 900 peserta yang dilepas oleh Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman dari Gedung Pencak Silat TMII, pada hari Kamis  (24/4). “Penyelenggaraan mudik gratis ini dimaksudkan untuk membantu masyarakat yang hendak mudik ke kampung halamannya secara aman dan nyaman, tanpa harus berdesak-desakan di terminal atau menggunakan sepeda motor,” ujar Adityawarman.

Dari tahun ke tahun, terjadi peningkatan jumlah masyarakat ibu kota Jakarta dan sekitarnya yang mudik ke kampung halaman saat menjelang Idul Fitri, dengan menggunakan kendaraan pribadi, termasuk kendaraan roda dua. Satu hal yang cukup memprihatinkan, peningkatan jumlah pemudik ini dibarengi pula oleh peningkatan jumlah kecelakaan maupun korban di jalan raya. Bahkan, lebih dari 70% korban kecelakaan pada arus mudik maupun balik Lebaran adalah para pemudik yang menggunakan sepeda motor.

Meningkatnya angka kecelakaan pada saat arus mudik ini, mendorong Jasa Marga untuk ikut berperan aktif dalam mengurangi angka kecelakaan dengan menyelenggarakan acara Mudik Gratis. Acara yang diselenggarakan pertama kalinya oleh Perseroan ini diikuti oleh peserta yang mayoritas terdiri dari pekerja dan keluarganya yang berada di lingkungan Jasa Marga seperti tukang sapu jalan, Office Boy (OB), Cleaning Service, serta masyarakat di sekitar Kantor Jasa Marga atau jalan tol yang benar-benar membutuhkan.

Dalam acara ini, Jasa Marga menyiapkan 20 bis dengan tujuan akhir Solo yang melewati dua alternatif jalur yaitu jalur Utara dan Jalur Selatan. “Untuk jalur Utara akan melewati kota Cirebon, Tegal, Semarang, sampai Solo dan jalur Selatan melewati Tasikmalaya, Banjar, Gombong, Kutoarjo, Purwokerto, Yogyakarta sampai Solo.” tambah Adityawarman.

Seperti kita ketahui, tradisi mudik merupakan sebuah tradisi silaturahmi bagi sebagian besar masyarakat Indonesia menjelang Hari Raya Lebaran Idul Fitri setelah selama satu bulan penuh menunaikan ibadah puasa Ramadan. Seperti halnya lebaran tahun-tahun sebelumnya, mudik selalu menjadi sebuah ritual yang seakan-akan menjadi kewajiban tersendiri bagi mereka untuk bisa merayakan lebaran di kampung halaman bersama keluarga dan sanak saudara.

Safety Driving dan Cek Kesehatan

Sebagai upaya memberikan edukasi tentang tertib berlalu lintas di jalan raya, para awak bis (supir dan kondektur) mendapat arahan mengenai Safety Driving dari pihak kepolisian. Selain itu, mereka juga menjalani tes kesehatan oleh Tim Medis dari Jasa Marga yang terdiri dari tiga dokter dan tiga paramedis. “Upaya ini dilakukan untuk menjaga keamanan, kenyamanan dan ketertiban perjalanan Mudik Gratis Bareng Jasa Marga,” ujar Direktur Utama Jasa Marga.

--------------------------------------

Untuk Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

David Wijayatno

Corporate Secretary

Telp. 021 8413526 – 8413630

Fax. 021 87793976

Published in Release
Selasa, 22 Juli 2014 13:43

JORR Kini Tersambung

Info Tol (21/07): Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto meresmikan operasionalisasi Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR)  Senin  (21/07). Menurutnya pengoperasian segmen ini akan membantu mengurangi tingkat kemacetan, dan akan memberikan kontribusi cukup besar guna mengurangi kepadatan lalu lintas.

Segmen sekitar 2 kilometer yang baru saja diresmikan ini menyempurnakan Jalan Tol Lingkar Jakarta mulai dari Rorotan hingga Penjaringan.  Dengan dioperasikannya segmen tersebut, maka juga menghubungkan lima ruas jalan tol yang lain yaitu tol Jakarta-Cikampek, Serpong-Ulujami, Jagorawi, Jakarta-Tangerang, dan Prof. Ir. Soediyatmo.. qqq (Corcomm/Foto: Anang)

Published in Berita

Press Release Nomor:  18/2014 Tanggal 21 Juli 2014

Jumlah Kendaraan Mudik di GT Cikampek

Meningkat 87,68%

Jumlah kendaraan yang akan melintas di Gerbang Tol Cikarang-Utama (entrance) arah Cikampek pada H-3 diperkirakan akan naik sekitar 87,68 % dibanding arus lalu lintas pada hari biasa. “Bila pada hari biasa, rata-rata kendaraan yang melintas sekitar 65.538 kendaraan per harinya, maka pada H-3 Lebaran tahun ini diperkirakan akan mencapai 123.000 kendaraan,” ujar Direktur Operasi PT Jasa Marga (Persero) Tbk., Hasanudin.

Jika dibandingkan dengan saat kondisi puncak arus Lebaran tahun 2013, diperkirakan akan terjadi kenaikan sekitar 15,1% berkaitan dengan adanya distribusi arus mudik. “Tahun lalu jumlah kendaraan yang melintas di GT Cikarang Utama (entrance) arah Cikampek pada saat lalin puncak mencpai 106.867 kendaraan,” jelas Hasanudin.

Jumlah kendaraan yang melintas di jalan tol pada arus mudik tahun ini (H-7 hingga hari-H) diperkirakan akan mengalami peningkatan sekitar 5,17% dibandingkan tahun lalu. Kenaikan ini merupakan kenaikan jumlah kendaraan di gerbang-gerbang tol yang dilintasi kendaraan yang akan melakukan mudik ke arah Jawa Tengah. Gerbang Tol (GT) yang mengalami peningkatan cukup signifikan diantaranya adalah adalah GT Ciperna Utama (arah Jawa tengah), GT Sadang (exit), dan GT Cikopo (exit).

Pelayanan Transaksi

Untuk mengantisipasi hal ini, Jasa Marga sudah menyiapkan berbagai langkah penanganan lalu lintas guna memberikan kenyamanan kepada masyarakat yang akan mudik Lebaran ke kampung halamannya. Untuk mengantisipasi jumlah kendaraan yang meningkat drastis pada saat transaksi di GT Cikopo di Tol Jakarta-Cikampek, Jasa Marga akan memberlakukan semua gardu tol di gerbang tol tersebut hanya sebagai gardu keluar (pembayaran tol) mulai H-3 sampai dengan H2 (situasional). Jumlah gardu yang dioperasikan untuk transaksi pembayaran mencapai 14 gardu transaksi. Sedangkan akan dilakukan perubahan sementara mekanisme transaksi di ruas jalan tol Palikanci selama H-7 sampai dengan H+7, dari dua kali transaksi menjadi hanya satu kali transaksi. Untuk GT Cikarang Utama akan disediakan jemput transaksi pada saat terjadi antrian panjang di gerbang tol.

Pada saat terjadi kepadatan arus mudik di GT Cikarang Utama, kendaraan arah Cikampek diarahkan keluar melalui GT Cikarang Barat 3  untuk selanjutnya masuk ke GT Cikarang Barat 1 untuk ke arah Cikampek. Pada saat terjadi kepadatan arus balik di GT Cikarang Utama, kendaraan arah Jakarta diarahkan keluar melalui GT Cikarang Barat 2 untuk selanjutnya masuk ke GT Cikarang Barat 4 untuk ke arah Jakarta. Sedangkan, pada saat terjadi kepadatan arus mudik, GT Cikarang Utama 2 yang merupakan gerbang tol exit akan difungsikan sebagai gerbang tol entrance seluruhnya.

Pengaturan Lalu Lintas

Untuk menuju Cirebon dari Jalan Tol Jakarta-Cikampek terdapat tiga alternatif. Alternatif pertama, melalui jalur utara yaitu dari Cikampek lewat Pamanukan-Jatibarang-Palimanan-Cirebon dengan panjang total (dari Jakarta) mencapai 217 km dan dapat ditempuh sekitar 4 jam dalam kondisi lancar. Alternatif kedua, melalui jalur tengah yaitu Tol Cipularang keluar di GT Sadang,kemudian melalui Subang-Cikamurang-Kadipaten-Palimanan-Cirebon dengan panjang 227 km waktu tempuh sekitar 5 jam. Dan alternatif ketiga, melalui jalur selatan yaitu dari Dawuan masuk Cipularang keluar di Cileunyi-Sumedang-Kadipaten-Palimanan-Cirebon dengan panjang 251 km dengan waktu tempuh sekitar 5 jam.

Oleh karenanya, masyarakat dihimbau untuk mematuhi saran dari petugas untuk melintas di jalur yang sudah ditentukan agar dapat terhindar dari kemacetan. Karena seluruh petugas di lapangan sudah saling berkoordinasi, sehingga dapat memantau daerah mana saja yang lancar dan tersendat.

Posko

Jasa Marga juga bekerjasama dengan petugas Korem/Koramil dan Kepolisian dengan menempatkan petugas/aparat pada lokasi-lokasi di daerah yang dianggap rawan gangguan kamtibmas. Para petugas ini ada yang ditempatkan di Pos Terpadu Jasa Marga yang terletak di Simpang Susun Dawuan (KM 66). Ada juga petugas Kepolisian yang ditempatkan di Pos Pengamanan Terpadu yang lokasinya ada di Jakarta-Cikampek dan tersebar di Tempat Istirahat (TI) dan TI KM 39/A. Penempatan para petugas gabungan ini dimaksudkan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat saat melintas di jalan tol.

Untuk mengatur arus mudik ini, Jasa Marga juga membangun posko terpadu antara Cabang Jakarta-Cikampek dan Purbaleunyi di KM 66+000A jalan tol Jakarta-Cikampek, berisikan personil dari Polres Karawang, Purwakarta, Brimob, dan Jasa Marga yang akan mendistribusikan kendaraan melalui pantura, tengah, maupun lintas selatan.

Mudik Gratis Bareng Jasa Marga

Di tahun ini, dalam rangka memberikan bantuan pelayanan bagi masyarakat yang akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1435 H di kampung halaman, Jasa Marga mengadakan program Mudik Gratis Bareng Jasa Marga. Program ini juga merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR), dimana peserta Mudik Gratis Bareng Jasa Marga ini sejumlah 900 orang. Peserta berasal dari para pekerja penunjang aktivitas perusahaan beserta keluarganya dan masyarakat sekitar jalan tol yang telah berkontribusi menunjang proses bisnis perusahaan. Di kali pertama ini, Jasa Marga menyediakan 20 bis tujuan Jawa Tengah yang akan melalui 2 jalur utara (Cirebon, Tegal, Semarang), dan selatan (Tasikmalaya, Banjar, Gombong, Kutoarjo, Purwekorto, Yogyakarta), dimana jalur-jalur tersebut akan menuju Kota Solo sebagai tempat pemberhentian terakhir.

Sebagai upaya mengedukasi untuk tertib berlalu lintas, para awak bis (supir dan kondektur) mendapat arahan Safety Driving dari pihak kepolisian. Selain itu juga, mereka juga menjalani tes kesehatan sebelum keberangkatan. Hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan, kenyamanan dan ketertiban perjalanan Mudik Gratis Bareng Jasa Marga ini. Pelepasan peserta Mudik Gratis Bareng Jasa Marga ini akan dilakukan pada hari Kamis, 24 Juli 2014 (H-4) di Gedung Pencak Silat-TMII, Jakarta.

Mengoptimalkan Tempat Istirahat

Pada saat mengemudi di jalan tol, apalagi di saat macet, para pengemudi biasanya mengalami kelelahan bahkan ngantuk atau bisa mengalami sakit. Dalam kondisi seperti ini, disarankan untuk segera berhenti di Tempat Istirahat terdekat.

Di Tempat Istirahat dan Pelayanan yang tersedia di jalan tol, masyarakat tidak hanya bisa beristirahat sejenak, tapi di beberapa tempat telah disediakan kopi gratis, buka puasa gratis, bengkel dan poliklinik darurat 24 jam gratis. Penyediaan poliklinik gratis ini dimaksudkan untuk mempermudah masyarakat yang melintas di jalan tol apabila mengalami gangguan kesehatan. Tidak hanya kesehatan pengguna jalan tol, kami juga menyediakan bengkel gratis untuk bantuan memastikan kondisi kendaraan tetap dalam keadaan baik.

Jumlah Tempat Istirahat yang disediakan Jasa Marga sebanyak 29 tempat istirahat yang tersebar di Jalan Tol Jakarta-Tangerang (2), Jakarta-Cikampek (9), Jagorawi (5), Purbaleunyi (7), Palikanci (2), Semarang (2) dan Surabaya-Gempol (2). Secara garis besar, fasilitas-fasilitas di tempat istirahat ini terdiri dari restaurant/warung makan, mushola/masjid, peturasan, layanan informasi dan komunikasi, tempat parkir, tempat duduk untuk istirahat, SPBU dan fasilitas lainnya. Di beberapa tempat istirahat juga disediakan Poliklinik Gratis, Kopi Gratis, bengkel, takjil (buka puasa) gratis dan pemeriksaan ban.

Jasa Marga juga telah menjalin kerjasama dengan rumah sakit di sepanjang koridor jalan tol untuk dijadikan sebagai rujukan korban kecelakaan dan antisipasi bantuan bila ada terjadi kecelakaan dengan banyak korban.

Kendaraan Operasional

Jasa Marga telah menyiapkan 246 kendaraan operasional yang siaga dan  tersebar di seluruh ruas jalan tol yang dioperasikan, antara lain ambulans (22), Derek (101), Patroli Jalan Raya/PJR (55), Kendaraan Layanan Jalan Tol (55), dan Kendaraan Rescue (13). Semua kendaraan tersebut stand by 24 jam dan siap membantu para pemakai jalan tol yang membutuhkan.

Khusus untuk wilayah Jabotabek dan Bandung, Jasa Marga juga menyiapkan dua kendaraan rescue truk serba guna/Komo yang mampu melakukan evakuasi kendaraan truk yang mengalami kecelakaan di jalan tol. Kendaraan rescue serba guna ini juga mampu memotong plat mobil, memadamkan api, bahkan bisa menderek kendaraan-kendaraan besar.

Untuk memberikan kemudahan masyarakat dalam memperoleh informasi lalu lintas di jalan tol, Jasa Marga memberikan kemudahan dengan memberikan berbagai akses informasi. Akses-akses informasi yang bisa dimanfaatkan diantaranya adalah radio siaran niaga (broadcast), dan spanduk atau peta resmi dari Dirjen Perhubungan Darat. Selain melalui media tersebut, informasi mengenai kondisi lalu lintas juga bisa dilihat di rambu-rambu informasi lalu lintas menjelang masuk gerbang tol. Informasi juga bisa diperoleh melalui telepon informasi di Jasa Marga Traffic Information Centre (JMTIC) dengan nomor telepon 021-80880123, dan  twitter @PTJASAMARGA. Oleh karenanya, sebelum melakukan perjalanan mudik, sebaiknya masyarakat bisa mengecek kondisi jalan tol yang akan dilakuinya melalui berbagai akses informasi yang sudah disediakan Jasa Marga.

Di JMTIC ini sudah dilengkapi monitor pemantau yang terhubung ke 349 CCTV dan 60 Variable Message Sign (VMS) di seluruh ruas tol yang dikelola Jasa Marga baik yang ada di Jabotabek, Bandung, Cirebon, Semarang, Surabaya sampai Medan. Seiring dengan peningkatan jumlah pengguna jalan tol yang membutuhkan informasi kondisi terkini jalan tol, Jasa Marga Traffic Information Center kini dioperasikan oleh 48karyawan.

David Wijayatno

Corporate Secretary

Telp. 021 8413526 – 8413630

Fax. 021 87793976

Published in Release

Jakarta, 18/7 (Antara) - PT Jasa Marga Tbk akhirnya membatalkan rencana melakukan penutupan akses keluar Veteran pada ruas tol radial Pondok Aren-Ulujami  "Atas permintaan masyarakat dan hasil konsultasi dengan BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol) Kementerian PU, akses keluar Veteran batal ditutup," kata Sekretaris Perusahaan PT Jasa Marga Tbk David Wijayatno saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Sebelumnya, David menyampaikan sistem operasi Jakarta Outer Ring Road (JORR) adalah terbuka dengan tarif merata sehingga jauh dekat sama. "Semula dengan beroperasinya JORR keseluruhan ini yang direncanakan Senin 21 Juli 2014, akses keluar Veteran akan ditutup," katanya. Hal itu , lanjut dia, karena pengguna lalu lintas ada yang hanya  menggunakan JORR dengan jarak sangat pendek sekitar 800 meter, tetapi harus membayar sama yaitu Rp 8.500.

Pengoperasian JORR secara keseluruhan itu sendiri dilakukan karena pekerjaan ruas JORR W2 utara sudah selesai 100 persen atau lebih awal dari target Oktober 2014. David juga menjelaskan bahwa sistem operasi jaringan jalan tol JORR dan radialnya (Pondok Aren-Ulujami) adalah terintegrasi. Oleh karena itu, tegasnya, untuk alu lintas dari arah Serpong yang  akan menggunakan JORR akan bertransaksi di Gerbang Tol  Pondok Ranji  membayar tarif Serpong Pondok Aren (Rp5.000), Pondok Aren- Ulujami (Rp2500) dan JORR (Rp8.500), sehingga totalnya Rp16.000.

Ia juga mengakui akses keluar Bintaro Viaduct yang ada sekarang itu sifatnya sementara dan memang akan ditutup setelah JORR selesai keseluruhan. "Dengan beroperasinya JORR W2 utara atau Kebon Jeruk-Ulujami, maka akses keluar Bintaro Viaduct ini ditutup. Pengguna jalan yang mau ke Bintaro dan biasanya menggunakan akses ini disarankan keluar GT Pondok Aren," katanya.

Sebelumnya, Jasa Marga merilis bahwa pembangunan jalan tol yang total nilai investasinya mencapai Rp2,2 triliun ini, akan dioperasikan sebelum Lebaran, setelah tahap dua sudah selesai 100 persen. Tahap I mulai dari Kebon Jeruk  sampai dengan Ciledug sepanjang 5,6 km sudah beroperasi sejak tanggal 27 Desember 2013. Sedangkan Tahap II adalah sisanya sepanjang 2 km dari Ciledug ke Ulujami.

Jalan Tol JORR W2 Utara ini merupakan satu-satunya ruas JORR yang sampai saat ini belum terselesaikan. Ruas ini merupakan penghubung yang terputus (missing link)  dari Jalan Tol JORR secara keseluruhan. Apabila Ruas W2 Utara ini dapat diselesaikan, maka ruas JORR ini akan membentang dari Rorotan  sampai dengan ke Penjaringan (Tol Bandara).

Jalan Tol yang dibangun sejak 1990-an ini memiliki panjang total sekitar 63 km. Dari seluruh ruas tersebut Jasa Marga sudah mengoperasikan sekitar 50 km.


Pemegang konsesi JORR W2 adalah PT Marga Lingkar Jakarta dengan pemegang saham 65 persen oleh PT Jasa Marga Tbk dan 35 persen oleh PT Jakarta Marga Jaya, anak usaha PT Jakarta Propertindo (BUMD DKI Jakarta) ***2*** ( Sumber Antara )

Published in Berita

Berkaitan dengan telah selesainya pembangunan Jalan Tol JORR W2 Utara Ruas Ciledug-Ulujami yang dikerjakan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak perusahaannya, PT Marga Lingkar Jakarta (MLJ), maka mulai Selasa, tanggal 22 Juli 2014 pukul 00.00 WIB, ruas ini akan dioperasikan. Dengan dioperasikannya JORR W2 Utara ini, maka seluruh ruas JORR yang dikerjakan Jasa Marga sudah selesai, dan Jalan Tol JORR dari arah Rorotan sampai dengan Simpang Susun Kamal (Tol Bandara) sudah beroperasi secara utuh.

Berita selanjutntya klik disini

Published in Berita

Press Release Nomor: 17/2014 Tanggal 14 Juli 2014

JORR W2 Utara Dioperasikan

Mekanisme Transaksi Tol Berubah


Berkaitan dengan telah selesainya pembangunan Jalan Tol JORR W2 Utara Ruas Ciledug-Ulujami yang dikerjakan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak perusahaannya, PT Marga Lingkar Jakarta (MLJ), maka mulai Selasa, tanggal 22Juli 2014 pukul 00.00 WIB, ruas ini akan dioperasikan. Dengan dioperasikannya JORR W2 Utara ini, maka seluruh ruas JORR yang dikerjakan Jasa Marga sudah selesai, dan Jalan Tol JORR dari arah Rorotan sampai dengan Simpang Susun Kamal (Tol Bandara) sudah beroperasi secara utuh.

Dengan beroperasinya JORR W2 Utara Ruas Ulujami-Kebon Jeruk ini maka mekanisme transaksi di Ruas Tol Serpong-Ulujami akan mengalami perubahan. Ruas Tol Serpong Ulujami merupakan salah satu ruas tol yang terhubung dengan JORR seperti 4 ruas tol lainnya yaitu  Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jagorawi, Jakarta-Tangerang dan Prof.Dr. Sedijatmo (Bandara). Sehingga Jalan Tol Serpong-Ulujami merupakan ruas yang berbeda dari Ruas JORR, meskipun kedua ruas tol ini terhubung melalui Simpang Susun Ulujami.

Dikarenakan kedua ruas ini berbeda, maka pengguna jalan tol yang akan melintas di kedua ruas tol ini akan dikenakan tarif tol Serpong-Ulujami dan tarif tol JORR, sebagaimana yang diberlakukan pengguna jalan tol yang melintas dari Jagorawi yang dikenakan tarif tol Jagorawi dan JORR atau dari Jakarta-Tangerang yang dikenakan tarif tol Jakarta-Tangerang dan JORR.

Sistem operasi jaringan jalan tol JORR dan radialnya (Pondok Aren dan Ulujami) adalah terintegrasi, dimana pengguna jalan tol dari arah Serpong yang akan menggunakan JORR akan bertransaksi di GT Pondok Ranji dengan membayar tarif tol Ruas Serpong-Pondok Aren sebesar Rp 5.000, Pondok Aren-Ulujami sebesar Rp 2.500 dan Tarif Tol JORR sebesar Rp 8.500, sehingga tarif tol yang dibayar di Gerbang Tol Pondok Ranji Utama sebesar Rp 16.000.

Sedang, pengguna jalan tol dari arah Bintaro yang akan ke arah Jakarta (Kebon Jeruk atau Jagorawi), maka akan dikenakan tarif tol Ruas Pondok Ranji-Ulujami sebesar Rp 2.500 dan tarif JORR sebesar Rp 8.500, sehingga tarif tol yang dibayar di Gerbang Tol Pondok Ranji Sayap sebesar Rp 11.000.

Sebelumnya, pengguna jalan tol dari arah Serpong/ Bintaro yang akan menuju Jakarta (lewat JORR)pembayaran tol dilakukan di Gerbang Tol Pondok Ranji  Utama sebesar Rp 7.500 atau Gerbang Tol Pondok Ranji Sayap sebesar Rp 2.500 kemudian membayar tarif tol JORR di Gerbang Tol Veteran Utama, yang dibangun di badan jalan utama (main road)sebesar Rp 8.500. Berhubung di Gerbang Tol Veteran Utama ini tidak ada lagi transaksi, maka gerbang ini nantinya akan dibongkar.

Sedangkan Gerbang Tol Veteran 2 yang selama ini belum dioperasikan, maka dengan beroperasinya JORR Ruas Kebon Jeruk-Ulujami, maka gerbang ini akan digunakan untuk melayani transaksi pengguna jalan tol yang akan memasuki Jalan Tol JORR ke arah Kebon Jeruk/ Bandara dan ke arah Serpong.

Akses Keluar Bintaro Viaduct Ditutup

Dengan diberlakukannya pembayaran tol secara terpadu dari arah Serpong ke JORR, maka akses keluar Bintaro Viaduct yang ada di Ruas Tol Pondok Ranji-Ulujami, akan ditutup mulai tanggal 22 Juli 2014 pukul 00.00 WIB. Penutupan akses keluar tol ini dilakukan karena disain awal Jalan Tol Serpong-Ulujami memang tidak ada akses keluar di lokasi tersebut. Akses keluar yang ada sekarang sifatnya hanya sementara dan memang akan ditutup setelah JORR selesai secara keseluruhan. Sehingga, pengguna jalan tol dari arah Serpongyang akan menuju Bintaro Viaduct agar keluar di Gerbang Tol Pondok Aren dengan membayar tarif tol sebesar Rp 5.000.

Namun, sebagaimana pengguna jalan tol dari arah Bintaro Viaduct yang akan menuju Serpong/Pondok Aren, maka masyarakat masih bisa menggunakan jalur masuk tol di lokasi ini, karena yang ditutup hanyalah jalur keluarnya saja.

Sistem operasi JORR adalah terbuka dengan tarif merata, yaitu tarif tol baik jauh maupun dekat adalah sama. Semula dengan beroperasinya JORRsecara keseluruhan ini, akses keluar Veteran akan ditutup mengingat ada pengguna jalan tol yang hanya menggunakan JORR dengan jarak yang sangat pendek (800 meter) dan tetap harus membayar sama, yaitu Rp. 8500. Namun demikian, setelah berkonsultasi dengan BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol),  dan mempertimbangkan aspirasi masyarakat yang meminta agar akses keluar Veteran tetap dibuka, maka diputuskan akses keluar Veteran tetap dibuka.


David Wijayatno

Corporate Secretary

Telp. 021 8413526 – 8413630

Fax. 021 87793976

Published in Release
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Selanjutnya > Akhir >>
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Disclaimer :

Selamat datang di Situs PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Dengan melihat Situs ini Anda menyatakan bahwa Anda telah membaca dan menerima penyangkalan-penyangkalan berikut:

Penyangkalan untuk Website PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Informasi

Semua informasi yang diberikan dalam Situs ini adalah berdasarkan informasi yang diberikan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (Jasa Marga) dan sumber-sumber lain, dan dimaksudkan hanya sebagai suatu pengenalan dan panduan tentang bisnis Jasa Marga serta berbagai macam produk dan layanan yang tersedia. Walaupun Jasa Marga telah menggunakan keputusan terbaiknya untuk menyajikan informasi pada Situs Jasa Marga dari sumber yang terpercaya, dengan hanya memberikan akses pada isi Situs, Jasa Marga tidak menjamin atau menyatakan bahwa:

  • Isi Situs tersebut akurat atau lengkap;
  • Isi Situs selalu termutakhirkan;
  • Jasa Marga memiliki kewajiban untuk memperbaharui isi Situs;
  • Setiap proyeksi, prediksi, prakiraan atau pandangan ke depan yang berkaitan dengan pernyataan kinerja Jasa Marga akan terwujud atau tercapai;
  • Isi Situs terbebas dari ketidakakurasian atau kesalahan berkenaan dengan percetakan
  • Isi Situs terbebas dari perubahan yang disebabkan oleh pihak ketiga, dan
  • Akses Anda pada Situs Jasa Marga ini akan bebas dari gangguan, kesalahan, virus komputer atau komponen berbahaya lainnya.

Jasa Marga tidak menerima tanggung jawab untuk setiap kerugian atau kerusakan yang mungkin terjadi baik secara langsung atau tidak langsung dari saran, pendapat, informasi, representasi atau penghilangan, baik disengaja atupun tidak, yang berada di situs ini, termasuk kerusakan-kerusakan yang bersifat langsung, tidak langsung, khusus, insidentil atau konsekuensial. Dengan kata lain, Anda menggunakan Situs Jasa Marga dengan risiko Anda sendiri. Jasa Marga berhak untuk mengubah atau menambah informasi yang diberikan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Jasa Marga meyakini bahwa materi yang diungkapkan adalah akurat pada tanggal disampaikan, dan bahwa Jasa Marga dapat menyampaikan informasi yang baru dari waktu ke waktu, namun Jasa Marga tidak berkewajiban untuk memperbaharui atau memperbaiki informasi tersebut dan menyatakan bahwa Jasa Marga secara eksplisit melepaskan kewajiban apapun untuk melakukan hal tersebut. Setiap upaya telah dilakukan untuk memberikan informasi yang akurat, namun kesalahan dan penghilangan dapat terjadi dan Jasa Marga tidak menjamin bahwa informasi yang tersedia di Situs ini adalah lengkap, akurat atau mutakhir dalam hal apapun.

Tautan
Informasi yang terdapat pada situs yang tertaut dengan Situs ini tidak disiapkan atau disediakan oleh Jasa Marga. Jasa Marga tidak bertanggung jawab, dan tidak mewakili atau memberi jaminan mengenai, isi, ketepatan atau kelengkapan dari setiap situs yang tertaut ke Situs ini atau setiap tautan yang ada pada situs yang tertaut pada Situs Jasa Marga yang dapat dirujuk baik secara langsung atau tidak langsung. Jasa Marga tidak memiliki kewajiban untuk memperbaharui atau memperbaiki informasi dalam sebuah situs yang tertaut ke Situs Jasa Marga yang dapat dirujuk baik secara langsung atau tidak langsung oleh situs Jasa Marga dan secara tegas menolak kewajiban apapun untuk melakukan hal itu. Jasa Marga menyediakan tautan hanya demi kenyamanan, dan adanya semua tautan bukan merupakan pengesahan, investigasi, verifikasi, dan bantuan apapun dalam persiapannya atau persetujuan dari Jasa Marga atas semua informasi atau pernyataan yang ada dalam setiap situs yang tertaut. Hal ini juga berarti bahwa Jasa Marga tidak terafiliasi dengan pihak ketiga baik itu pemilik situs tertaut ataupun para sponsor. Jasa Marga berhak untuk menghentikan tautan ke situs pihak ketiga sewaktu-waktu.  Dalam kebanyakan kasus, Jasa Marga tidak menyadari bahwa pihak ketiga telah tertaut ke dalam Situs Jasa Marga. Jika pihak ketiga tertaut pada Situs Jasa Marga, maka hal ini bukan merupakan indikasi bahwa Jasa Marga memberikan dukungan, otorisasi, sponsor, afiliasi, patungan atau kemitraan dengan Jasa Marga. Situs yang tertaut pada Situs Jasa Marga harus memenuhi syarat-syarat berikut:

  • Tidak menjiplak isi Situs Jasa Marga;
  • Tidak membuat penjelajah dan membuat frame dengan Situs Jasa Marga sebagai isinya;
  • Tidak mengimplikasikan bahwa Jasa Marga menyetujui situs atau produk yang bersangkutan;
  • Tidak salah menggambarkan hubungannya dengan Jasa Marga;
  • Tidak memberikan informasi yang tidak benar tentang produk atau layanan Jasa Marga; dan
  • Tidak terdapat isi yang dapat dianggap sebagai sesuatu yang tidak menyenangkan, menyinggung atau bersifat kontroversial dan harus berisi hanya hal-hal yang sesuai untuk semua kelompok umur.

Siaran Pers
Situs Jasa Marga berisi Siaran Pers tentang Jasa Marga dan perkembangan bisnis Jasa Marga. Siaran Pers diyakini keakurasiannya sebagai media yang disiapkan dan disebarkan kepada publik pada tanggal dikeluarkan, namun Jasa Marga melepaskan semua tugas atau kewajiban untuk memperbaharui informasi dalam siaran persnya. Informasi tentang perusahaan-perusahaan selain Jasa Marga yang ada dalam siaran pers tidak dapat dianggap sebagai informasi yang dipersiapkan dan didukung oleh Jasa Marga.

Penyangkalan atas Pernyataan Mengenai Proyeksi di Masa Mendatang
Banyak pernyataan pada Situs ini atau dokumen yang dapat diakses dari Situs ini yang mengandung pernyataan tentang proyeksi di masa datang. Semua pernyataan, selain pernyataan-pernyataan tentang fakta historis, termasuk antara lain, pernyataan-pernyataan mengenai gambaran posisi keuangan dan operasional, perencanaan, strategi, tujuan, belanja modal, proyeksi biaya dan antisipasi penghematan biaya dan rencana pembiayaan serta proyeksi tingkat pertumbuhan Jasa Marga di masa datang, merupakan pernyataan tentang proyeksi di masa datang. Pernyataan mengenai proyeksi di masa mendatang secara umum dapat dilihat dari penggunaan istilah seperti “mungkin”, “akan”, “mengharapkan”, “bermaksud”, “merencanakan”, “memproyeksikan”, “memperkirakan”, “mengantisipasi”, “meyakini”, “berharap”, “mampu”, “dirancang untuk” atau frasa-frasa yang serupa. Namun demikian, tanpa kata-kata seperti itu tidak berarti bahwa pernyataan tersebut bukan merupakan proyeksi di masa mendatang.  Anda diingatkan untuk tidak mempercayai pernyataan-pernyataan mengenai proyeksi di masa mendatang tersebut tanpa mempertimbangkannya terlebih dahulu. Jasa Marga tidak berkewajiban untuk mempublikasi perbaikan apapun atas pernyataan apapun mengenai proyeksi di masa mendatang sebagai refleksi atas terjadinya peristiwa-peristiwa yang tidak terantisipasi sesudah tanggal pernyataan tersebut dibuat. Faktor-faktor baru muncul dari waktu ke waktu, Jasa Marga tidak mungkin memprediksi semua faktor tersebut, dan Jasa Marga juga tidak dapat menilai dampak dari masing-masing faktor terhadap bisnis Jasa Marga atau sampai sejauh mana suatu faktor atau kombinasi beberapa faktor dapat menimbulkan atau menghasilkan hal-hal aktual yang berbeda secara material dengan yang diperlihatkan oleh penyataan-pernyataan mengenai proyeksi di masa mendatang. Semua pernyataan tertulis maupun lisan mengenai proyeksi di masa mendatang yang berhubungan dengan Jasa Marga atau orang-orang yang bertindak atas nama Jasa Marga telah memenuhi syarat secara keseluruhan terhadap pernyataan-pernyataan ini.

Kekayaan Intelektual
Jasa Marga memiliki seluruh hak cipta dan seluruh hak kekayaan intelektual lain dalam Situs ini. Semua hal yang berada di dalam Situs ini seluruhnya memiliki hak cipta kecuali dinyatakan lain oleh Jasa Marga. Anda dapat menggunakan Situs Jasa Marga hanya untuk kepentingan yang tidak bersifat komersial. Anda diminta untuk tidak menyalin atau menayangkan dengan tujuan mendistribusikan kembali kepada pihak ketiga atau dengan tujuan komersial bagian manapun dari Situs ini tanpa izin tertulis dari Jasa Marga.

Virus
Jasa Marga tidak menerima kewajiban apapun yang timbul sebagai akibat dari transfer virus atau perubahan yang tidak sah atas isi Situs ini.

Yurisdiksi
Situs ini diatur dan harus diinterpretasikan sesuai dengan hukum yang berlaku di Republik Indonesia.