Informasi Lalulintas   |   Informasi Lalulintas   |   Informasi Lalulintas
Search results for:

Dirut PT Jasa Marga Tbk, Adityawarman (kedua dari kiri), dan Direktur Pengembangan Bisnis Jasa Marga, Abdul Hadi (kiri) menyaksikan perwakilan perusahaan swasta dari Korea Selatan, Jepang dan Malaysia menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerjasama mitra strategis untuk mengembangkan tol di Indonesia. (foto Wasta G.)

Info Tol (23/4): PT Jasa Marga (Persero) Tbk melakukan kerjasama dengan perusahaan swasta asal Jepang, Korea Selatan (Korsel), dan Malaysia, dalam rangka pengembangan jalan tol di Indonesia, yang diwujudkan dengan Penandatangan nota kesepahaman (MoU) yang dilakukan  disela-sela acara pra-konferensi Road Engineering Association of Asia and Australia (REAAA) di Bali, selasa (22/4) kemarin.


Adalah Perusahaan West Nippon Expressway Company Limited dan Japan Expressway International Company Limited dari Jepang, yang akan bekerja sama dibidang pengembangan jalan tol Medan-Kuala Namu. Menurut Direktur Utama Jasa Marga, Adityawarman,  Jepang dikenal memiliki keunggulan teknologi tol di atas laut sehingga Indoneisa perlu belajar dari mereka. “Kemungkinan (Perusahaan Jepang-red) diajak untuk proyek tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi. Kami baru menang tender di situ,” ungkap Adityawarman.

 

Sementara Perusahaan dari Korea Selatan, POSCO Engineering & Construction Co Ltd akan diajak untuk membangun jalan tol Menado-Bitung.  "Kami mendapat dukungan dari Pemrov Sulawesi utara dan ada kemungkinan ini inisiatif Jasa Marga untuk membangun tol ini," ujar Adityawarman.

Adapun kerjasama dengan CMS Works International Limited dari Malaysia, perusahaan pemegang  21 persen saham  PT Marga Kunciran Cengkareng yang memegang konsesi pengusahaan Jalan Tol Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran, akan menambah investasi dengan membangun  Ruas Daan Mogot-Cengkareng sepanjang ±3,45 km, yang tergabung  dalam investasi Jalan Tol Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran.

Dalam kesempatan tersebut Adityawarman juga menegaskan, meski Jasa Marga adalah pemimpin pasar di industri tol Indonesia, namun untuk membangun dan mengembangkan tol di Indonesia, tetap diperlukan kerjasama dengan pihak lain. Selai itu dengan menggandeng swasta asing, akan ada transfer teknologi yang dapat membantu efisiensi sebuah proyek. "Kita bisa belajar dari mereka, sekaligus transfer ilmu teknologi terkini di bidang industri jalan tol," tambah Adityawarman.

Acara penandatanganan MOU tersebut juga disaksikan oleh, Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak, Dirjen Bina Marga, Djoko Murdjanto,  serta Gubernur Sulawesi Utara, Sinyo Harry Sarundajang. Dalam sambutannya Dirjen Bina Marga, Djoko Murdjanto mengatakan  sangat apresiasi kepada Jasa Marga dan para pihak swasta asing yang telah melakukan kesepakatan ini, dan berharap kerjasama yang saling menguntungka ini dapat bermanfaat dalam mengembangkan pembangunan jalan di Indonesia maupun di tingkat regional.

Published in Berita
Senin, 07 April 2014 15:45

Menteri PU Resmikan Tol Unggaran-Bawen

Press Release Jasa Marga tentang Semarang-Bawen Nomor 06/2014, 4 April 2014 (pdf version

Info Tol (7/4): Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto, Jumat (4/4) kemarin meresmikan pengoperasian Jalan Tol Semarang-Solo seksi II Ungaran-Bawen sepanjang 11,95 kilometer.  Jalan tol ini merupakan bagian dari proyek jalan tol Semarang-Solo   sepanjang 72,78 kilometer.

"Dengan selesainya pembangunan Jalan Tol Semarang-Solo Seksi II Ungaran-Bawen berarti kita telah berhasil mengatasi kendala yang ada, terutama kendala terkait pengadaan tanah," kata Djoko, dalam                    sambutannya di Gerbang Tol Bawen.  Djoko mengatakan, Jalan Tol Semarang-Solo akan memberikan manfaat bagi pengembangan kawasan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayah Provinsi Jawa Tengah, dan mendukung pertumbuhan kawasan.

Djoko mengharapkan, dengan pengoperasian Jalan Seksi II ruas Ungaran-Bawen dan ketersediaan dana BLU serta dana "land capping", akan mendorong penyelesaian tanah untuk Seksi berikutnya menjadi lebih cepat sehingga pembangunan Jalan Tol Semarang-Solo secara utuh dapat segera terealisasi. Jalan tol Semarang –Solo merupakan salah satu dari 10 ruas tol Trans Jawa, yang dalam pembangunannya dilakukan dalam 5 seksi. Antara lain, Seksi I, Seksi II (Semarang-Ungaran-Bawen, telah beroperasi), Seksi III (Bawen-Salatiga), Seksi IV (Salatiga-Boyolali), dan Seksi V (Boyolali-Solo).

Direktur Utama Trans Marga Jateng, Djajat Sudrajat mengungkapkan pengerjaan Seksi II Ungaran sepanjang 12 kilometer sudah dilakukan mulai 2010 dengan proses pengadaan tanah, kemudian konstruksi dilakukan pada awal 2012. Meski dengan tipografi, geografi dan demografi berat, semua hambatan dapat selesaikan bersama.

Jalan tol yang sudah dapat izin kelayakan operasi dari Kementerian PU per tanggal 2 April 2014 itu merupakan jenis tol dengan tipe panoramik. Sepanjang ruasnya terdapat pemandangan seperti perbukitan, tebing, hutan dan kawasan perumahan. "Tol seksi II seperti seksi I dengan memiliki pemandangan cukup indah dan akan diusulkan tol panoramik berwawasan lingkungan. Dilengkapi dengan pembayaran E-Tol Card, serta fasilitas GTO yang bisa digunakan bersama," Lanjut Jajat.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam sambutannya menyatakan terwujudnya jalan tol tak lepas dari peran dua Gubernur Jateng sebelumnya. "Pak Mardiyanto memiliki idenya dan Pak Bibit mengeksekusi dengan tangan dingin. Teman-teman dari birokrasi, stakeholder banyak sekali yang juga terlibat. Saya berterima kasih, terutama kepada seluruh rakyat Jawa Tengah yang tanahnya diikhlaskan untuk kepentingan bangsa bersama ini," tegas Ganjar.

Dibukanya tol Ungaran-Bawen ini selain dapat mengurangi kemacetan juga bisa lebih meningkatkan kemajuan ekonomi dan pendapatan di Jawa Tengah. Ganjar meyakinkan jika jalan tol Semarang-Solo sudah sempurna maka perjalanan menuju ke Solo yang biasanya ditempuh 2,5 jam bisa dipersingkat menjadi satu jam saja.

Hadir dalam acara peresmian  diantaranya Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman, Gubernur Jateng Ganjar  Pranowo, Mantan Gubernur Jateng Bibit Waluyo, Direktur Utama PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah Krisdiani Syamsi dan Kapolda Jateng Irjen Noer Ali. qqq(Komper/Foto: Anang)

Published in Berita

Press Release Jasa Marga Nomor 07/2014, 5 April 2014 (pdf version)

Gerbang Tol Cibatu Mulai Dioperasikan

Mulai hari Sabtu, 5 April 2014, pukul 14.00 PT Jasa Marga (Persero) Tbk mulai mengoperasikan Gerbang Tol Cibatu yang terletak di KM 34+700 Jalan Tol JakartaCikampek. Gerbang tol baru ini diharapkan dapat membantu dalam melayani pergerakan lalu lintas di kawasan Lippo Cikarang, Jababeka, East Jakarta Industrial Park (EJIP), dan sekitarnya serta mengurangi beban lalu lintas pada Gerbang Tol Cikarang Barat.

Pengoperasian Gerbang Tol ini berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 175/KPTS/M/2014 tentang Perubahan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 311/KPTS/M/2012 tentang Penyesuaian Tarif Tol pada Ruas jalan Tol Jakarta Cikampek.

Dengan diberlakukannya Keputusan Menteri PU ini, maka telah ditetapkan pula besarnya tarif tol pada Simpang Susun Cibatu yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri PU Nomor 311/KPTS/M/2012 tentang Penyesuaian Tarif Tol pada Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Dengan diberlakukannya sistem pada transaksi tertutup maka tarif tol menuju Cibatu dari Gerbang Tol Cikarang Barat Golongan I menjadi Rp 1.500,-, dari Cikarang Timur Rp 1.000,-, dari Karawang Barat Rp 2.000,-, dari Karawang timur Rp 3.000,-,Dari Dawuan IC menjadi Rp 5.500,-, dari Kalihurip menjadi Rp 7.000,-, dan dari Cikampek menjadi Rp 7.000,-.

Gerbang Tol Cibatu ini telah diusulkan pembangunannya oleh PT Lippo Cikarang melalui suratnya Nomor: 52/LC/LND/SR/X/2005 sejak tanggal 7 Oktober 2005 kepada Menteri Pekerjaan Umum. Menteri PU telah memberikan persetujuan perihal pembangunan Simpang Susun KM 34+700 Nomor: JL.01.03-Mn/32 tanggal 30 Januari 2007. Sedangkan Perjanjian Pembangunan Simpang Susun KM 34+700 Jalan Tol Jakarta-Cikampek secara hibah Antara PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan PT Lippo Cikarang Nomor 18 tanggal 26 Januari 2011. Setelah melalui proses pembangunan, maka telah dilakukan pula kunjungan oleh tim laik fungsi yang kurijungan ketiga nya dilakukan pada tanggal 18 Februari 2014.

Gerbang Tol Cibatu memiliki 9 gardu tol yang terdiri dari 4 gardu masuk (entrance) dengan komposisi 2 gardu multi golongan dan 2 gardu single (khusus Golongan 1, non bus/truk) dan 5 gardu keluar (exit) dengan komposisi 4 gardu multi golongan dan 1 gardu single. Sebagaimana yang sering terjadi selama ini, di GT Cikarang Barat sering terjadi antrian kendaraan baik yang akan menuju Jakarta atau yang akan meninggalkan Jakarta.

Sampai akhir Desember 2013, rata-rata kendaraan yang melewati Gerbang Tol Cikarang Barat setiap hari nya adalah 50.663 kendaraan. Sehingga dengan dioperasikannya gerbang tol ini, diproyeksikan akan membantu mengurangi kepadatan transaksi lalu lintas di Cikarang Barat khususnya di ramp Cikarang Barat 3 (dari Jakarta) di pagi hari, dan ramp Cikarang Barat 5 (dari kawasan industri Lippo) di sore hari.  Dengan dioperasikannya Gerbang Tol Cibatu ini, pada tahun 2014 diperkirakan beban volume lalu lintas yang akan berpindah dari GT Cikarang Barat menggunakan akses GT Cibatu ini sejumlah 77.33%. Pada saat beroperasinya Simpang Susun Cibatu, diproyeksikan volume lalu lintas yang menggunakan jalan tol sebanyak 9.300 kendaraan/hari (off-ramp). Namun, dapat dipastikan peningkatan volume lalu lintas yang menggunakan simpang susun ini akan meningkat seiring dengan peningkatan pembangunan lahan yang dilakukan oleh pengembang di kawasan industri, baik di kawasan Lippo Cikarang, EJIP, Jababeka, dan sekitarnya.

 

 

Untuk keterangan lebih lanjut silahkan menghubungi:

David Wijayatno

Corporate Secretary

Telp. 021 8413526 -8413630 Fax. 021 87793976

Published in Release

Info Tol (4/4): Jasa Marga Traffic Information Center (JMTIC) kembali menerima Contact Center Service Exellence Award (CCSEA) untuk tahun 2014. Sebagai pusat informasi yang bertugas melayani para pelanggan Jasa Marga, JMTIC dinyatakan meraih predikat Excellent dalam Service Performance untuk kategori Public Service. Ini merupakan kali kelima Jasa Marga mengikuti event tersebut, setelah tiga tahun sebelumnya meraih predikat Good dan dua tahun terakhir meraih predikat excellent.

Hal tersebut menjadi salah satu bukti dari konsistensinya penerapan komitmen Jasa Marga untuk memberikan kepuasan kepada para pelanggan. Dalam acara penganugerahan yang diselenggarakan Carre Center for Customer Satisfaction and Loyalty (Carre CCSL) dan Majalah Service Excellence di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (3/4) kemarin, Jasa Marga diwakili Vice President Operation Management, Taruli M. Hutapea.

Menurut Taruli, contact center yang dimiliki Jasa Marga saat ini telah menjadi solution center. Hal ini terlihat saat  banyaknya penerimaan telepon dari pengguna jalan tol yang menanyakan kondisi lalu lintas, JMTIC akan selalu menginformasikan kondisi terkini serta rute alternatif yang memungkinkan apabila terjadi gangguan pada ruas jalan tol. Selain itu, banyak pula pengguna jalan tol yang meminta bantuan karena kendaraan mengalami gangguan di jalan tol. JMTIC segera menindaklanjutinya dengan mengirimkan petugas di lapangan untuk membantu menangani gangguan kendaraan tersebut.

Lebih lanjut Taruli mengatakan berdasarkan data traffic call tahun 2013, di contact center Jasa Marga menerima 1.600 incoming call per hari dan 30 abandoned call setiap harinya. Soal jumlah shift ia memaparkan, dalam operational contact center di JMTIC ada tiga shift,  dimana satu shift                 bekerja delapan jam. “Kebutuhan line aktif dalam periode kerja operational JMTIC untuk line telepon shift satu (5 orang), shift dua (7 orang), shift 3 (2 orang), dan untuk media sosial setiap shift ada 1 orang.

Kedepannya, Jasa Marga berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi dalam bidang contact center sehingga dapat menjawab keinginan dan kepuasan pelanggan dengan memberikan data yang up to date.

Penilaian kinerja contact center untuk tahun 2014 telah dilakukan selama enam bulan dimulai dari bulan Juli hingga Desember 2013 terhadap indikator-indikator penting contact center yaitu access, system, procedure, serta people dengan hasil berupa Index Service Level yang disebut Contact Center Service Excellence Index (CCSEI).

Menurut Chief of Executive Officer Carre CCSL, Yuliana Agung, pencapaian indeks untuk setiap call center didapat dari indeks composite yang dibangun dari ketiga customer touch point yang diukur dari dari masing-masing Key Performance Indicator (KPI).

CCSEI 2014 dihitung dengan cara menjumlahkan hasil perkalian pembobotan customer touch point. Bobot didapatkan setelah keseluruhan data diinput dan diolah menggunakan program pengolahan data sehingga didapatkan pola keseragaman data. Metode ini telah diterapkan sejak pertama riset ini dilakukan tahun 2005 yang lalu, karena metode ini diyakini bahwa indeks yang terbentuk akan lebih mewakili kinerja yang aktual. qqq(Komper/Foto: Ubai )

 

Published in Berita
Kamis, 03 April 2014 10:10

Jasa Marga Goes To Campus 2014

 

Sebagai bentuk kepedulian PT Jasa Marga (Persero) Tbk., terhadap dunia pendidikan, khususnya kepada para mahasiswa yang merupakan calon intelektual di negeri ini, pada ulang tahunnya yang ke-36, operator jalan tol terbesar di Indonesia menyelenggarakan kegiatan Jasa Marga Goes to Campus yang diselenggarakan mulai tanggal 19 Maret s.d. 26 Maret 2014.

Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan filosofi dan industri jalan tol kepada mahasiswa, sehingga mereka bisa memahami tentang proses bisnis industri jalan tol di tanah air, beserta kendala dan tantangan yang dihadapi. Selain itu, dalam kegiatan ini juga diharapkan para mahasiswa dapat memahami tentang peran jalan tol dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Indonesia

Acara Jasa Marga Goes to Campus yang dikemas menjadi Kuliah Umum ini juga menjelaskan tentang kiat aman mengemudi di jalan tol. Materi ini perlu disampaikan, agar para mahasiswa dapat lebih memahami tentang hal-hal yang perlu diketahui ketika mengemudikan kendaraan di jalan tol, sehingga mereka dapat mengemudikan kendaraan dengan aman, serta tidak membahayakan orang lain.

Jasa Marga bekerjasama dengan Republika online mengunjungi lima perguruan tinggi baik yang berlokasi di Bandung maupun Jakarta. Kelima perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Siswa Bangsa Internasional (USBI) tanggal 24 Maret 2014 oleh Direktur Utama Jasa Marga Adityawarman; Institut Teknologi Bandung (ITB) tanggal 19 Maret 2014, dengan narasumber Direktur Jasa Marga Muh. Najib Fauzan; Universitas Bina Nusantara (Binus) tanggal 20 Maret 2014 dengan narasumber Direktur Jasa Marga Reynaldi Hermansjah; Universitas Indonesia (UI) tanggal 21 Maret 2014 dengan narasumber Direktur Jasa Marga Hasanudin: dan Universitas Trisakti pada tanggal 26 Maret 2014 dengan narasumber Direktur Jasa Marga Abdul Hadi, Hs.

Kampus ITB

Acara yang digelar di Aula Barat ITB, Jalan Ganesha Bandung dihadiri oleh kurang lebih 500 mahasiswa/i yang sangat antusias mengikuti kuliah umum dari Direktur SDM dan Umum Jasa Marga, yang juga alumni ITB, Najib Fauzan.
Najib menjelaskan pembangunan jalan tol yang ditangani Jasa Marga, selain dari segi teknis, namun segi ekonomis, lingkungan, sosial dan lainnya. Acara yang berlangsung tanggal 19 Maret 2014 lalu ini cukup mendapat respon positif dari mahasiswa yang mulai mengenal industri jalan tol di Indonesia.

Kampus Bina Nusantara

Jasa Marga Goes To Campus yang digelar di Auditorium Universitas Bina Nusantara, tanggal 20 Maret lalu, menampilkan Direktur Keuangan Jasa Marga, Reynaldi Hermansjah, sebagai pembicara. Dalam acara yang dikemas menjadi kuliah umum ini, Reynaldi memberi gambaran kekuatan ekonomi Indonesia pada beberapa tahun ke depan. Dari Survey yang dilakukan oleh McKinsey Global Institute (MGI) terhadap 20 Negara dan 30 Industri, MGI memproyeksikan Indonesia akan menjadi Negara dengan kekuatan ekonomi ke 7 pada tahun 2030.

Menghadapi persaingan ketat di tahun mendatang, Reynaldi mengajak mahasiswa sebagai calon penerus bangsa harus selalu termotivasi untuk menjadi leader di Negara sendiri. “Negara kita ini sebentar lagi berada pada posisi penting di peta kekuatan ekonomi dunia, jadi kita patut berbangga ”ujar Reynaldi dihadapan 200 mahasiswa. Dalam kesempatan tersebut, Reynaldi juga menjelaskan bagaiman