Informasi Lalulintas   |   Informasi Lalulintas   |   Informasi Lalulintas
Search results for:

Info Tol (03/10): Jumlah Volume lalu-lintas Jalan Tol Bali Mandara pada hari pertama pengoperasian mencapai 38.558 kendaraan. Hal ini mendekati perkiraan dan target yang dipasang PT Jasamarga Bali Tol (JBT) yaitu sebesar 39.000 kendaraan.

Menurut Direktur Utama PT JBT, Akhmad Tito Karim, Komposisi kendaraan yang lewat yaitu mobil sebesar 47%, dan motor 53%. “Dengan komposisi ini juga mempengaruhi pendapatan tol," ujar Tito. Ia juga optimis bahwa volume lalin maupun pendapatan akan tercapai dalam waktu dekat.qqq(Drajad-Jasamarga Bali Tol, edited by Komper)

Published in Berita
Selasa, 01 Oktober 2013 11:47

Jasa Marga Dukung Atlet Renang Nasional

Info Tol (01/10): PT Jasa Marga dan PT Jasindo kembali mendukung atlet renang Indonesia untuk meraih prestasi di berbagai event terasuk SEA Games. Hal ini diwujudkan dengan penanda-tanganan MoU sponsorship bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) senilai Rp1,7 miliar, di Hotel Atlet Century, Senin (30/9).

Pemberian dukungan tersebut, merupakan wujud komitmen Jasa Marga terhadap kemajuan olahraga di Tanah Air khususnya olahraga renang. Perusahaan berharap dukungan ini dapat menjadi pemicu bagi atlet agar semakin berprestasi. Sponsorship dapat menjadi salah satu solusi terkait sering tersendatnya uang saku atlet, dimana dana ini disalurkan kepada atlet per bulan melalui KONI. Ketua KONI, Tono Suratman mengucapkan terima kasih kepada BUMN, dimana dukungan dana ini akan lebih meningkatkan konsentrasi para atlet terhadap pertandingan yang akan mereka hadapi.

Kedepannya, tak hanya atlet berprestasi yang mendapat keuntungan atas kerja sama ini. Namun rencananya, pihaknya mengusulkan pengadaan pelatih asing untuk setiap cabang olahraga. “BUMN akan memberikan pendanaan baik bentuk sponsor atau bantuan dana kepada atlet yang akan mengikuti kejuaraan olahraga level internasional seperti SEA Games, ASEAN Games dan Olympic Games,” ujar Tono.     qqq(Komper/Foto: Indra)

Published in Berita
Selasa, 01 Oktober 2013 11:32

Tol Bali Mandara Mulai Terapkan Tarif

Info Tol (01/10): Mulai 1 Oktober 2013 pukul 00:00 WITA, jalan tol Bali Mandara mulai dikenakan tarif. Pemberlakuan tarif tol dan penggolongan kendaraan tersebut diatur melalui Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 375/KPTS/M/2013 tanggal 18 September 2013, tentang Penetapan Pengoperasian, Golongan Jenis Kendaraan Bermotor, dan Tarif Tol pada Jalan Tol Nusa Dua - Ngurah Rai - Benoa. Untuk kendaraan roda empat dan bus dikenakan Rp 10.000 per transaksi atau setiap kali lewat, sedangkan kendaraan roda 2 (motor) dikenakan tarif Rp 4.000,-.

Jalan Tol Bali Mandara dioperasikan dengan sistem terbuka, dimana pengguna jalan bisa masuk dari mana saja, kemudian membayar tol di gardu tol, dan keluar di tempat tujuan yang diinginkan. Selain pembayaran tunai, transaksi tol juga dapat dilakukan dengan menggunakan e-Toll Card untuk membantu kelancaran transaksi.

Tembus 125.000 Kendaraan.

Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol (JBT), Tito Karim, menjelaskan bahwa selama masa uji coba terjadi lonjakan volume lalu lintas,"Di luar perkiraan volume lalu-lintas menembus angka rata-rata 125 ribu setiap harinya, terdiri dari 42% mobil dan 58% kendaraan roda dua,” ujar Tito. Namun diakuinya bahwa hal tersebut belum bisa dijadikan patokan. Lebih lanjut dia menjelaskan kewajaran hal ini, karena banyak sekali masyarakat yang penasaran dan ingin mencoba lewat jalan tol di atas perairan ini. " Karena masih gratis maka banyak pengguna jalan tol yang lewat lebih dari sekali dalam sehari" Lanjut Tito.

Tito memproyeksikan volume lalu lintas rata-rata harian pada awal pengoperasian sebesar 39 ribu kendaraan per hari, dengan persentasi 55% mobil dan 45% kendaraan roda dua. "Volume traffic yang normal mungkin baru akan terlihat kira-kira sebulan setelah tarif tol diberlakukan.  Bulan Oktober ini pun juga belum bisa dijadikan patokan karena banyak kegiatan di Nusa Dua. Ada APEC, CEO summit, serta kegiatan lain,”tutur Tito

Deteksi Angin

Untuk memastikan keamanan pengguna jalan, khusunya kendaraan roda dua,  PT JBT selaku pengelola Jalan Tol Bali Mandara telah memasang alat pengukur kecepatan angin untuk mengetahui pola angin,  Hal ini dilakukan untuk membantu pengaturan pengendara sepeda motor. Selain itu Jalan Tol Bali Mandara juga dilangkapi oleh kamera CCTV untuk memantau kondisi lalu lintas,  Serta fasilitas informasi dan pengaduan dengan nomor telepon 0361-729999. Ketiganya dipantau dan dikendalikan oleh Pelayanan Informasi lalu lintas (JBT Traffic Information Service).

"Untuk kenyamanan dan keamanan pengguna jalan tol, kami mensiagakan fasilitas pertolongan 24 jam sehari, yaitu Patroli, Ambulan, kendaraan serta alat rescue,  serta derek untuk mengantar ke bengkel terdekat. Semuanya disediakan secara gratis" tambah Tito. Untuk pengendalian dan pengamanan berlalu-lintas di jalan tol, PT Jasamarga Bali Tol bekerjasama dengan Polda Bali. qqq(Drajad-PT Jasamarga Bali Tol, edited by Komper)

Published in Berita

Info Tol (25/9): Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Adityawarman meraih penghargaan The Best Potential CEO of The Year 2013 Category Visionary, dalam acara Anugerah Business Review 2013 yang diselenggarakan majalah “Business Review” bertema Sustainability Business Growth, di Ballroom Ritz Carlton Hotel, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (24/9).

Selain itu Jasa Marga juga meraih 4 penghargaan lainnya, yaitu The Best Operation Management of The Year 2013 Peringkat III, The Best GCG Implementation of The Year 2013 Peringkat III, The Best Corporation for Learning Organization of The Year 2013 Peringkat III, serta penghargaan sebagai The Best Corporate of The Year 2013 Peringkat III. Salah satu penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Operasi Jasa Marga, Hasanudin.

Anugerah Business Review yang diikuti oleh 200 Perusahaan BUMN dan swasta merupakan penghargaan sekaligus apresiasi tertinggi untuk korporasi dan pelaku bisnis berprestasi, terutama perusahaan yang berhasil meningkatkan kinerja serta mampu berkontribusi besar bagi pembangunan perekonomian Indonesia.

Dalam proses Proses penilaian yang terdiri dari quesioner hingga wawancara, melibatkan sejumlah institusi bisnis dan manajemen yang kredibel serta para Pakar Bisnis & Manjemen.

“Pemberian penghargaan bertujuan mendorong iklim yang kondusif bagi korporasi dan mendukung upaya peningkatan efisiensi, efektivitas, dan produktivitas perusahaan,” ujar Ketua dewan juri Anugerah Business Review Suryo Danisworo (Komper/Foto: Anang)

Published in Berita

info tol(24/9) : Berbagai kendaraan termasuk sepeda motor sejak Selasa (24/9) pagi mulai pukul 07.00 wita  mulai berlomba memasuki Jalan Tol Mandara, yaitu  Jalan Tol yang menghubungan Nusa Dua – Ngurah Rai – Benoa di Bali. Peresmian jalan tol yang berarti Bali yang agung, maju, aman, damai, dan sejahtera dilakukan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Senin (23/9) kemarin di Bali.

Presiden SBY dalam sambutannya mengatakan, jalan tol sepanjang 10 kilometer lebih menjadi tonggak sejarah baru dalam pembangunan konstruksi prasarana perhubungan di tanah air kita. Sebuah maha karya anak bangsa, dalam pembangunan infrastruktur yang membanggakan.

Presiden juga berharap,  kualitas daya dukung wilayah Bali dalam menunjang kepariwisataan dan aktivitas ekonomi lainnya, akan terus meningkat. Apalagi, Bali merupakan provinsi yang paling sering  menjadi tuan rumah perhelatan internasional, termasuk menjadi  sarana pendukung Konferensi Tingkat Tinggi Kerjasama Ekonomi Asia Pacific---Asia Pacific Economic Coorporation (APEC), yang akan diselenggarakan pada awal bulan Oktober mendatang di Bali.

Presiden meminta kepada jajaran Direksi PT. Jasamarga Bali Tol selaku pengelola Jalan Tol Nusa Dua - Ngurah Rai - Benoa, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para pengguna jalan tol ini.  “Berikanlah pelayanan yang cepat, mudah, murah, dan aman. Ingat jalan tol ini, menjadi jalan yang paling banyak dilintasi oleh para turis dari seluruh dunia yang datang ke Pulau Bali. Tunjukkan kepada dunia, bahwa kita mampu menge-lola jalan tol dengan lebih baik, lebih ramah, dan lebih nyaman,” pesan Presiden SBY.

Khusus kepada masyarakat Bali, Presiden mengajak untuk memanfaatkan jalan tol ini sesuai fungsinya dengan baik. “Mari kita ikut serta menjaga, merawat, dan memelihara jalan tol yang menjadi ikon pariwisata baru di Pulau Bali,” pinta Presiden SBY.

Peresmian jalan tol sepanjang 12,7 km itu juga dihadiri oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Jajaran Direksi PT Jasa Marga Tbk, PT Jasamarga Bali Tol, BUMN kontraktor, BUMN perbankan dan tamu undangan lain-nya.

Jalan Tol Mandara ini akan dibuka secara gratis bagi masyarakat umum hingga 7 hari ke depan. Mulai 1 Oktober 2013 pukul 00.00, jalan tol ini akan resmi menerapkan tarif tol. (Komper)

Published in Berita

Mulai Selasa besok (24/9), masyarakat Bali sudah dapat menikmati Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa. Jalan tol sepanjang  12,7 km ini rencananya akan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono di Gerbang Tol Nusa Dua, Bali pada hari ini, Senin (23/9).

Pada awal dioperasikan besok, para pengguna jalan tol belum dikenakan tarif tol alias gratis , karena masih dalam masa uji coba. “Hal ini merupakan bagian dari sosialisasi yang kita lakukan sebelum jalan tol ini dioperasikan secara penuh,” ujar Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol (JBT), Akhmad Tito Karim kepada wartawan kemarin (22/9).  Meskipun belum dikenakan tarif tol, tambah Tito, namun seluruh unit pelayanan di jalan tol ini sudah dioperasikan secara penuh, seperti kendaraan Layanan Jalan Tol, Rescue, Ambulance, derek dan Patroli Jalan Raya (PJR).

Selama masa uji coba ini, Tito mengharapkan agar para pengguna jalan tol mematuhi rambu yang ada agar terjaga keselamatan dan kenyamanan ketika bekendara di jalan tol. “Baik pengendara sepeda motor maupun kendaraa roda empat atau lebih, agar mematuhi batas kecepatan yang diatur di jalan tol,” jelas Tito. Dia juga menjelaskan bahwa kecepatan untuk kendaraan roda empat minimal 60 km/jam dan maksimal 80 km/jam. Sedang kecepatan maksimal untuk sepeda motor adalah 40 km/jam. Uji coba jalan tol ini akan dilakukan selama 7 (yujuh) hari, dan mulai tanggal 1 Oktober 2013 pukul 00.00 WITA,  jalan tol ini akan dikenakan tarif secara resmi.

Sesuai dengan SK Menteri Pekerjaan Umum Nomor 375/KPTS/M/2013 tanggal 18 September 2013, tarif tol untuk jalan tol pertama di Pulau Bali ini dioperasikan secara sistem terbuka dengan tarif sebagai berikut: Golongan I (sedan, minibus, dan sejenisnya serta bus) sebesar Rp 10.000; Golongan II (kendaraan truk dengan dua gandar) sebesar Rp 15.000; Golongan III (truk dengan tiga gandar) sebesar Rp 20.000; Golongan IV (truk dengan empat gandar) sebesar Rp 25.000 dan Golongan V (truk dengan lima gandar atau lebih) sebesar Rp 30.000. Sedang untuk Golongan VI (sepeda motor) sebesar Rp 4.000. Jalan tol di Bali ini merupakan jalan tol kedua yang dilengkapi dengan lajur sepeda motor setelah Jembatan Tol Suramadu.

Sebagaimana jalan di atas laut lainnya, Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa ini juga dilengkapi dengan pengukur kecepatan angin. Hal ini sangat diperlukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan tol, khususnya para pengendara sepeda motor. “Apabila kecepatan angin laut mencapai 40 km/jam atau lebih, maka jalan tol ini akan kami tutup sementara, agar tidak membahayakan pengendara jalan tol,” ujar Tito. Alat ukur ini dapat dipantau dari seluruh gerbang tol.

Di sisi lain, Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Arief Wicaksono mengatakan bahwa jalan tol ini sudah laik untuk dioperasikan. “Disamping kami telah melakukan uji kelaikan selama 1,5 bulan, kami juga selalu berkoordinasi dengan Jasamarga Balitol untuk menjaga agar jalan tol ini layak dioperasikan.” Ujar Arief

Menurut Arief, sebagaimana jalan tol lainnya, jalan tol di Bali ini juga akan dilakukan inspeksi setiap enam bulan sekali, untuk menjaga agar standar pelayanan di jalan tol ini tetap sesuai dengan yang ditetapkan. “Setiap semester, raportnya akan kami berikan kepada badan usaha,” tambah Arief.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk., menguasai 55% saham PT JBT. Jalan Tol ini adalah satu dari 9 (sembilan) ruas jalan tol baru yang saat ini dibangun oleh Jasa Marga melalui anak perusahaan. Sementara operator jalan tol ini diserahkan kepada PT Jalantol Lingkarluar Jakarta yang juga merupakan anak perusahaan Jasa Marga.  (sumber PT JBT)

Published in Berita
Kamis, 19 September 2013 17:16

Jasa Marga Pastikan Seluruh PJU Menyala

Jasa Marga memastikan seluruh lampu PJU di Jalan Tol Dalam Kota berfungsi baik (menyala). Sebelumnya, Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) menemukan hanya 3 titik lampu yang tidak berfungsi (Mati) dari 2700 titik lampu PJU yang terpasang di Jalan Tol dalam Kota pada inspesksi 13 September 2013 lalu.

Ke-3 lampu PJU tersebut berada dibawah kabel SUTeT milik PLN yang menimbulkan gangguan pada jenis lampu LED yang terpasang di PJU. Kini Jasa Marga sudah mengganti jenis lampu dan memastikan keseluruh lampu PJU berfungsi dengan baik dan memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan tol dalam berkendara. Hal ini merupakan kesungguhan Jasa Marga dalam memenuhi SPM yang ditujukan bagi keamanan, kenyamanan dan kelancaran pengguna jalan.

Jasa Marga berharap hal tersebut tidak mengganggu rencana kenaikan tarif tol pada ruas Jalan Tol Dalam Kota

Published in Berita

Oleh : Ibnu Purna

AKHIRNYA kita patut bersyukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, di awal September 2013 ini jembatan tol Bali sudah dapat diselesaikan dengan predikat layak pakai. Jembatan tol Bali itu kini sedang dicarikan waktu yang tepat di bulan September ini juga, yang rencananya akan diresmikan oleh Presiden SBY.

Jembatan tol ini memiliki panjang sekitar 12,7 km, sekitar 10 km berada di atas laut, dimana panjang jembatan tol di Bali ini hampir sama dengan Penang Bridge di Malaysia (13,5 km), atau Union Bridge di Kanada (12,9 km).

Jembatan tol Bali di atas laut ini  menghubungkan bandara Ngurah Rai ke Nusa Dua dan Benoa. Jalan tol ini merupakan salah satu proyek yang dipersiapkan untuk mendukung penyelenggaraan KTT APEC pada tanggal 1-9 Oktober 2013 nanti. Pada awal Oktober 2013 ini akan hadir sekitar 23 Kepala Negara, termasuk Obama dan Putin, serta Kepala Negara dari negara-negara maju lainnya. Bisa dibayangkan, betapa kagumnya kelak para kepala negara dengan anggota delegasi, pengusaha dan wartawan yang menyertainya akan keindahan Bali ketika melintas jembatan tol ini. Perpaduan alam dengan teknologi modern.

Jembatan ini menjadi indah, karena datang dari arah Ngurah Rai, di tengah-tengah di atas laut ia melekuk memutar bercabang membagi dua. Satu ke arah Nusa Dua dan satu lagi ke arah Benoa. Saya rasa, tidak ada jembatan di dunia ini yang di atas laut bercabang menjadi dua arah, kecuali jembatan tol di Bali ini. Coba saja anda saksikan dari jendela pesawat ketika mau mendarat di bandara udara Ngurah Rai. Terasa  indah sekali jembatan tol Bali ini.

Keindahannya jauh lebih terasa di sore hari, ketika matahari terbenam. Diterpa hembusan angin laut yang sejuk, kita bisa dengan leluasa meyaksikan tenggelamnya matahari dari ketinggian di atas laut. Saya yakin jembatan tol bali ini, segera akan menjadi ikon baru di Bali. Rasanya orang belum datang ke Bali, kalau belum melewati jembatan tol bali yang dibangun PT Jasa Marga bersama konsorsium BUMN dan Pemda Bali.

Bayangkan saja, kalau seluruh turis, baik dalam maupun luar negeri, secara sukarela "wajib" melintasi jembatan tol bali tersebut, maka perekonomian di daerah Nusa Dua dan Benoa jelas akan semakin tumbuh dan berkembang. Inilah yang sekarang sedang terjadi di daerah sekitar Nusa Dua dan Benoa. Kini semakin banyak bermunculan bisnis properti, kuliner dan tempat-tempat wisata lainnya disekitar Nusa Dua dan Benoa.

Pembangunannya Lebih Cepat 4 Bulan

Dalam kelanjutannya, konstruksi dan pembiayaan investasi juga dilakukan dengan sepenuhnya menggunakan sumber daya dalam negeri, dari mulai tenaga kerja, material pembangunan, hingga biaya investasi.  Desain dan konstruksinya sepenuhnya dikerjakan oleh putra-putra terbaik bangsa, dan yang lebih membanggakan lagi, konstruksinya dapat diselesaikan hanya dalam kurun waktu 14 bulan, lebih cepat dari rencana awal (semula direncanakan 18 bulan).

Ini semua membuktikan bahwa kita memiliki kemampuan dan teknologi yang memadai untuk membangun jalan dan jembatan di atas laut, tanpa tergantung pihak asing.

Mengurangi Kemacetan

Tidak hanya indah, jalan tol ini juga diperkirakan berdampak luas bagi pengurangan kemacetan di  wilayah Nusa Dua, Ngurah Rai, dan Benoa. Sudah sering kita dengar, Bali dihadapkan pada permasalahan kemacetan, khususnya di wilayah Nusa Dua Bali yang telah berkembang menjadi salah satu destinasi utama pariwisata dan pusat meeting, incentive, convention and exhibition (MICE) bertaraf internasional.

Selama ini, akses masyarakat dari arah Denpasar, Kuta atau Bandara Ngurah Rai yang akan menuju Nusa Dua, hanya melalui Jalan Raya Bypass Ngurah Rai yang telah beroperasi sejak tahun 1960. Beban jalan Bypass ini sudah semakin berat, sehingga kepadatan lalu lintas selalu terjadi setiap pagi dan sore hari, salah satunya bisa ditemui di sekitar lampu merah yang ada di sekitar Bandara Ngurah Rai atau Simpang Siur yang menuju ke Denpasar.

Menurut survei, jumlah kendaraan roda empat atau lebih yang melintas di Bypass Ngurah Rai setiap harinya mencapai lebih dari 40 ribu. Belum lagi jumlah sepeda motor yang melintas mencapai 56 ribu lebih. Kemacetan semakin parah apabila terjadi kecelakaan yang mengakibatkan tertutupnya jalur Bypass di pertigaan Bandara Ngurah Rai, maka arus kendaraan dari Kuta atau Denpasar yang akan menuju Nusa Dua akan terputus.

Jembatan tol ini akan menjadi alternative rute untuk mengurangi kemacetan di jalan Bypass. Jembatan tol ini akan mempersingkat waktu tempuh dari dan menuju Nusa Dua, Ngurah rai, dan Benoa. Dengan melalui jembatan tol ini, diperkirakan waktu tempuh dari Nusa Dua menuju Benoa atau sebaliknya hanya sekitar 15-30 menit, sedangkan akses dari dan menuju Bandara akan menjadi lebih cepat lagi.

Dibangun Dengan Dana Korporasi Sendiri

Keberadaan jembatan tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa ini  juga memberikan kebanggaan kepada kita semua sebagai bangsa Indonesia. Jembatan tol ini merupakan bukti nyata karya mandiri bangsa Indonesia, karena diinisiasi, dibangun, dan dibiayai dengan sepenuhnya menggunakan sumber daya dalam negeri.

Jembatan tol di atas laut yang membentang sekitar 12,7 km dari Nusa Dua melewati Ngurah Rai dan berakhir di Benoa ini diinisiasi oleh Jasa Marga, BUMN 'go public'  yang berpengalaman dalam pembangunan dan pengoperasian jalan tol di Indonesia selama 35 tahun.  Hak pengusahaan jembatan tol ini diperoleh Jasa marga setelah melalui proses tender terbuka bersaing dengan konsorsium perusahaan lainnya. Ini menunjukkan kemampuan Jasa Marga untuk mengemas kelayakan proyek, baik secara finansial maupun ekonomi, melalui berbagai optimasi design dan pemilihan rute/trase jalan tol.

Tidak hanya desain dan konstruksi, biaya investasi jalan tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa sekitar Rp. 2,4 triliun juga sepenuhnya menggunakan dana perusahaan  dan sumber-sumber pembiayaan dalam negeri dengan komposisi 30 persen dari dana perusahaan dan 70 persen dari pinjaman sindikasi perbankan dalam negeri. Berbeda dengan Jembatan Suramadu yang dibiayai dengan pinjaman luar negeri dari APBN,  Jalan Tol Nusa Dua Bali murni dibiayai dengan dana perusahaan dan pinjaman korporasi dalam negeri tanpa sedikitpun memberatkan APBN.

Ini membuktikan bahwa premis BUMN sebagai agent of development dan mesin pertumbuhan ekonomi dapat berjalan, sehingga bukan lagi sebatas jargon politik. Proyek-proyek infrastruktur  lain diluar jalan tol, yang juga sedang  dibangun tanpa dana APBN antara lain pembangunan Pelabuhan  Kalibaru oleh PT Pelindo II, Kereta Api oleh PT KAI, Perluasan Bandara Sukarno Hatta oleh Angkasa Pura II dan Perluasan Bandara Ngurah Rai oleh Angkasa Pura I.

Pembiayaan jembatan tol Bali dan infrastruktur lainnya yang tidak menggunakan APBN ini sekaligus menjawab arahan Presiden yang mendorong pihak BUMN dan Swasta untuk membangun proyek-proyek infrastruktur public yang bersifat komersial, seperti jalan tol, pelabuhan laut dan bandara udara, dan lebih memprioritaskan anggaran infrastruktur APBN untuk pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, jembatan, pelabuhan laut dan bandara udara perintis.

Bila skema ini dapat direplikasi untuk proyek-proyek infrastruktur komersial lainnya, maka APBN akan dapat lebih difokuskan untuk membangun proyek-proyek infrastruktur dasar di Indonesia Timur yang kelayakan finansialnya masih belum memadai. Dengan skema ini, pemerataan pembangunan infrastruktur akan dapat terwujud lebih cepat  sehingga kesenjangan pembangunan barat dan timur Indonesia dapat dipersempit. Selain itu dengan bertambahnya infrastruktur, maka sangat jelas hal ini akan mendorong meningkatnya peringkat daya saing kita di mata internasional.

Memacu Pertumbuhan Ekonomi Bali dan Eco-friendly

Kembali dengan telah selesainya pembangunan jembatan  tol Bali, perlu diketahui bahwa seluruh material dan tenaga kerja pembangunan jembatan tol ini sepenuhnya berasal dari dalam negeri sehingga memberikan multiplier effect yang luas bagi masyarakat. Dari sisi tenaga kerja misalnya, pembangunan jembatan tol Bali telah menyerap sekitar 3.000 pekerja yang terlibat langsung, belum lagi para pekerja yang menyiapkan pasir dari mulai penambangan sampai pada saat menurunkan pasir, pekerja di pabrik besi dan semen yang produksinya juga semakin meningkat.

Dampak multiplier ini semakin luas ketika jembatan tol ini nantinya beroperasi, dalam bentuk pengurangan kemacetan yang kemudian akan menstimulasi peningkatan aktifitas ekonomi masyarakat Bali dan sekitarnya.

Hal lain yang juga patut diapresiasi dari jembatan tol ini adalah proses pembangunannya yang eco-friendly. Kepentingan lingkungan tetap menjadi prioritas karena nilai ekonomi dan keseimbangan lingkungan saling terkait. Ini terlihat dari komitmen dan upaya Jasa Marga yang selalu memperhatikan kelestarian lingkungan sekitar, khususnya hutan bakau. Akibatnya kawasan hutan bakau masih terjaga dengan baik sehingga semakin mempercantik keindahan jembatan tol. Untuk hutan bakau yang terkena proyek pembangunan, Jasa Marga melakukan upaya penanaman kembali dengan luasan yang bahkan lebih luas dibanding luasan awal.

Selain desain, konstruksi dan pembiayaan yang sepenuhnya menggunakan sumber – sumber dalam negeri, serta proses pembangunannya yang eco-friendly, jembatan tol Bali ini juga menjadi bukti nyata berjalannya sinergi BUMN dan Pemerintah Daerah. Sinergi ini tercermin dari kepemilikan PT Jasamarga Bali Tol selaku badan usaha jalan tol yang mendapatkan hak pengusahaan jalan tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa. Dari informasi yang diperoleh, susunan kepemilikannya meliputi PT Jasa Marga (Persero) Tbk selaku pemilik mayoritas dengan porsi saham 60 persen, PT Pelindo III (Persero) sebesar 20 persen, PT Angkasa Pura I (Persero) sebesar 10 persen, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sebesar 5 persen, PT Adhi Karya (Persero) Tbk sebesar 2 persen, PT Hutama Karya (Persero) Tbk sebesar 2 persen, dan PT Pengembangan Pariwisata Bali (Persero) sebesar 1 persen.

Sedangkan keikutsertaan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Badung dalam kepemilikan saham sedang dalam proses. Skema sinergi BUMN dan Pemerintah Daerah ini dapat dilanjutkan untuk proyek-proyek infrastruktur komersial lainnya, sehingga tidak memberatkan APBN dan dapat mendorong percepatan pemerataan pembangunan infrastruktur.

Kita sebagai bangsa Indonesia patut bangga dengan jembatan Tol ini karena merupakan karya mandiri Bangsa Indonesia sehingga sudah selayaknya bila kita syukuri bersama. Jembatan tol ini akan menjadi ikon baru di Bali, karena akan menjadi salah satu jembatan di atas laut yang terpanjang dan terindah di dunia. Dan juga kita patut bangga bahwa proyek ini dibangun tanpa menggunakan dana APBN, dibiayai dengan dana korporasi sendiri. Selamat kepada PT Jasa Marga dan para mitra BUMN yang bersinergi, serta Pemprov Bali dan Pemkab Badung. Ternyata Anda sudah buktikan, bahwa kita bisa mandiri. Sekali lagi selamat.

Penulis adalah komisaris PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Sumber : laman resmi setkab

Published in Berita
Selasa, 17 September 2013 06:50

Event : Temu Pelanggan dan Seminar Mahasiswa

Event Terbatas di lingkungan Universitas Indonesia

Published in Berita
Jumat, 13 September 2013 14:39

Foto : Gerbang Tol Ngurah Rai

Gerbang Tol Ngurah Rai, Jalan Tol Benoa-Ngurah Rai-Nusa Dua Bali, sudah siap dioperasikan tinggal menunggu peresmian yang akan segera dilaksanakan. Jalan tol ini diharapkan menjadi solusi pengurai kepadatan laul lintas yang kerap terjadi diwilayah Ngurah Rai menuju kawasan Nusa Dua Bali. Selain itu Jalan Tol atau Jembatan Tol Bali ini juga akan menjadi ikon baru pulau dewata. (Foto Anang)

Published in Berita
<< Mulai < Sebelumnya 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Selanjutnya > Akhir >>
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Disclaimer :

Selamat datang di Situs PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Dengan melihat Situs ini Anda menyatakan bahwa Anda telah membaca dan menerima penyangkalan-penyangkalan berikut:

Penyangkalan untuk Website PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Informasi

Semua informasi yang diberikan dalam Situs ini adalah berdasarkan informasi yang diberikan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (Jasa Marga) dan sumber-sumber lain, dan dimaksudkan hanya sebagai suatu pengenalan dan panduan tentang bisnis Jasa Marga serta berbagai macam produk dan layanan yang tersedia. Walaupun Jasa Marga telah menggunakan keputusan terbaiknya untuk menyajikan informasi pada Situs Jasa Marga dari sumber yang terpercaya, dengan hanya memberikan akses pada isi Situs, Jasa Marga tidak menjamin atau menyatakan bahwa:

  • Isi Situs tersebut akurat atau lengkap;
  • Isi Situs selalu termutakhirkan;
  • Jasa Marga memiliki kewajiban untuk memperbaharui isi Situs;
  • Setiap proyeksi, prediksi, prakiraan atau pandangan ke depan yang berkaitan dengan pernyataan kinerja Jasa Marga akan terwujud atau tercapai;
  • Isi Situs terbebas dari ketidakakurasian atau kesalahan berkenaan dengan percetakan
  • Isi Situs terbebas dari perubahan yang disebabkan oleh pihak ketiga, dan
  • Akses Anda pada Situs Jasa Marga ini akan bebas dari gangguan, kesalahan, virus komputer atau komponen berbahaya lainnya.

Jasa Marga tidak menerima tanggung jawab untuk setiap kerugian atau kerusakan yang mungkin terjadi baik secara langsung atau tidak langsung dari saran, pendapat, informasi, representasi atau penghilangan, baik disengaja atupun tidak, yang berada di situs ini, termasuk kerusakan-kerusakan yang bersifat langsung, tidak langsung, khusus, insidentil atau konsekuensial. Dengan kata lain, Anda menggunakan Situs Jasa Marga dengan risiko Anda sendiri. Jasa Marga berhak untuk mengubah atau menambah informasi yang diberikan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Jasa Marga meyakini bahwa materi yang diungkapkan adalah akurat pada tanggal disampaikan, dan bahwa Jasa Marga dapat menyampaikan informasi yang baru dari waktu ke waktu, namun Jasa Marga tidak berkewajiban untuk memperbaharui atau memperbaiki informasi tersebut dan menyatakan bahwa Jasa Marga secara eksplisit melepaskan kewajiban apapun untuk melakukan hal tersebut. Setiap upaya telah dilakukan untuk memberikan informasi yang akurat, namun kesalahan dan penghilangan dapat terjadi dan Jasa Marga tidak menjamin bahwa informasi yang tersedia di Situs ini adalah lengkap, akurat atau mutakhir dalam hal apapun.

Tautan
Informasi yang terdapat pada situs yang tertaut dengan Situs ini tidak disiapkan atau disediakan oleh Jasa Marga. Jasa Marga tidak bertanggung jawab, dan tidak mewakili atau memberi jaminan mengenai, isi, ketepatan atau kelengkapan dari setiap situs yang tertaut ke Situs ini atau setiap tautan yang ada pada situs yang tertaut pada Situs Jasa Marga yang dapat dirujuk baik secara langsung atau tidak langsung. Jasa Marga tidak memiliki kewajiban untuk memperbaharui atau memperbaiki informasi dalam sebuah situs yang tertaut ke Situs Jasa Marga yang dapat dirujuk baik secara langsung atau tidak langsung oleh situs Jasa Marga dan secara tegas menolak kewajiban apapun untuk melakukan hal itu. Jasa Marga menyediakan tautan hanya demi kenyamanan, dan adanya semua tautan bukan merupakan pengesahan, investigasi, verifikasi, dan bantuan apapun dalam persiapannya atau persetujuan dari Jasa Marga atas semua informasi atau pernyataan yang ada dalam setiap situs yang tertaut. Hal ini juga berarti bahwa Jasa Marga tidak terafiliasi dengan pihak ketiga baik itu pemilik situs tertaut ataupun para sponsor. Jasa Marga berhak untuk menghentikan tautan ke situs pihak ketiga sewaktu-waktu.  Dalam kebanyakan kasus, Jasa Marga tidak menyadari bahwa pihak ketiga telah tertaut ke dalam Situs Jasa Marga. Jika pihak ketiga tertaut pada Situs Jasa Marga, maka hal ini bukan merupakan indikasi bahwa Jasa Marga memberikan dukungan, otorisasi, sponsor, afiliasi, patungan atau kemitraan dengan Jasa Marga. Situs yang tertaut pada Situs Jasa Marga harus memenuhi syarat-syarat berikut:

  • Tidak menjiplak isi Situs Jasa Marga;
  • Tidak membuat penjelajah dan membuat frame dengan Situs Jasa Marga sebagai isinya;
  • Tidak mengimplikasikan bahwa Jasa Marga menyetujui situs atau produk yang bersangkutan;
  • Tidak salah menggambarkan hubungannya dengan Jasa Marga;
  • Tidak memberikan informasi yang tidak benar tentang produk atau layanan Jasa Marga; dan
  • Tidak terdapat isi yang dapat dianggap sebagai sesuatu yang tidak menyenangkan, menyinggung atau bersifat kontroversial dan harus berisi hanya hal-hal yang sesuai untuk semua kelompok umur.

Siaran Pers
Situs Jasa Marga berisi Siaran Pers tentang Jasa Marga dan perkembangan bisnis Jasa Marga. Siaran Pers diyakini keakurasiannya sebagai media yang disiapkan dan disebarkan kepada publik pada tanggal dikeluarkan, namun Jasa Marga melepaskan semua tugas atau kewajiban untuk memperbaharui informasi dalam siaran persnya. Informasi tentang perusahaan-perusahaan selain Jasa Marga yang ada dalam siaran pers tidak dapat dianggap sebagai informasi yang dipersiapkan dan didukung oleh Jasa Marga.

Penyangkalan atas Pernyataan Mengenai Proyeksi di Masa Mendatang
Banyak pernyataan pada Situs ini atau dokumen yang dapat diakses dari Situs ini yang mengandung pernyataan tentang proyeksi di masa datang. Semua pernyataan, selain pernyataan-pernyataan tentang fakta historis, termasuk antara lain, pernyataan-pernyataan mengenai gambaran posisi keuangan dan operasional, perencanaan, strategi, tujuan, belanja modal, proyeksi biaya dan antisipasi penghematan biaya dan rencana pembiayaan serta proyeksi tingkat pertumbuhan Jasa Marga di masa datang, merupakan pernyataan tentang proyeksi di masa datang. Pernyataan mengenai proyeksi di masa mendatang secara umum dapat dilihat dari penggunaan istilah seperti “mungkin”, “akan”, “mengharapkan”, “bermaksud”, “merencanakan”, “memproyeksikan”, “memperkirakan”, “mengantisipasi”, “meyakini”, “berharap”, “mampu”, “dirancang untuk” atau frasa-frasa yang serupa. Namun demikian, tanpa kata-kata seperti itu tidak berarti bahwa pernyataan tersebut bukan merupakan proyeksi di masa mendatang.  Anda diingatkan untuk tidak mempercayai pernyataan-pernyataan mengenai proyeksi di masa mendatang tersebut tanpa mempertimbangkannya terlebih dahulu. Jasa Marga tidak berkewajiban untuk mempublikasi perbaikan apapun atas pernyataan apapun mengenai proyeksi di masa mendatang sebagai refleksi atas terjadinya peristiwa-peristiwa yang tidak terantisipasi sesudah tanggal pernyataan tersebut dibuat. Faktor-faktor baru muncul dari waktu ke waktu, Jasa Marga tidak mungkin memprediksi semua faktor tersebut, dan Jasa Marga juga tidak dapat menilai dampak dari masing-masing faktor terhadap bisnis Jasa Marga atau sampai sejauh mana suatu faktor atau kombinasi beberapa faktor dapat menimbulkan atau menghasilkan hal-hal aktual yang berbeda secara material dengan yang diperlihatkan oleh penyataan-pernyataan mengenai proyeksi di masa mendatang. Semua pernyataan tertulis maupun lisan mengenai proyeksi di masa mendatang yang berhubungan dengan Jasa Marga atau orang-orang yang bertindak atas nama Jasa Marga telah memenuhi syarat secara keseluruhan terhadap pernyataan-pernyataan ini.

Kekayaan Intelektual
Jasa Marga memiliki seluruh hak cipta dan seluruh hak kekayaan intelektual lain dalam Situs ini. Semua hal yang berada di dalam Situs ini seluruhnya memiliki hak cipta kecuali dinyatakan lain oleh Jasa Marga. Anda dapat menggunakan Situs Jasa Marga hanya untuk kepentingan yang tidak bersifat komersial. Anda diminta untuk tidak menyalin atau menayangkan dengan tujuan mendistribusikan kembali kepada pihak ketiga atau dengan tujuan komersial bagian manapun dari Situs ini tanpa izin tertulis dari Jasa Marga.

Virus
Jasa Marga tidak menerima kewajiban apapun yang timbul sebagai akibat dari transfer virus atau perubahan yang tidak sah atas isi Situs ini.

Yurisdiksi
Situs ini diatur dan harus diinterpretasikan sesuai dengan hukum yang berlaku di Republik Indonesia.