Informasi Lalulintas   |   Informasi Lalulintas   |   Informasi Lalulintas
Berita Pengumuman

Lalin Puncak Di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Terjadi Pada H-3 dan H-2

Press Release Nomor : 13/2011,  23 Agustus 2011

Lalin Puncak Di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Terjadi Pada H-3 dan H-2

Jakarta, 23 Agustus 2011 – Jalan Tol Jakarta Cikampek diperkirakan akan melayani Puncak arus mudik pada H-3 (Sabtu, 27 Agustus 2011) dan H-2 (Minggu, 28 Agustus 2011). Jumlah kendaraan yang akan melintas di Gerbang Tol Jakarta-Cikampek pada H-3 diperkirakan akan naik sekitar 104 %, dan H-2 diperkirakan akan naik 114%, atau kurang lebih menjadi kurang lebih 37 ribu kendaraan. sementara hari biasa  hanya sekitar 18 ribu.

Dibandingkan dengan saat kondisi puncak arus Lebaran tahun 2010 yang mencapai 35.921 kendaraan, tahun ini diperkirakan terjadi kenaikan sekitar 2,8%.

Jasa Marga mengantisipasi hal ini dengan menyiapkan berbagai langkah guna memberikan enyamanan kepada masyarakat yang akan mudik Lebaran. Mulai H-5 sampai dengan H+1 Jasa Marga akan memberlakukan gerbang tersebut tersebut hanya sebagai gerbang keluar (pembayaran tol).  Dengan jumlah gardu mencapai 14 gardu, diharapkan dapat melayani masyarakat semaksimal mungkin.

Sementara Untuk antisipasi kepadatan lalu lintas di Gerbang Tol Cikarang Utama, Jasa Marga melaksanakan transaksi jemput pelanggan pada saat terjadi antrian panjang.

Guna melayanai kendaraan dari arah Cikampek menuju jalan tol tol akan diarahkan melalui Kota Bukit Indah dan masuk tol melalui Gerbang Tol Kalihurip.

Jasa Marga juga sudah menerapkan protap (prosedur tetap), apabila terjadi kemacetan di ujung Tol Cikampek, yang imbasnya akan mencapai jalan tol Jakarta-Cikampek, yaitu mengarahkan pengguna jalan tol yang akan untuk keluar di GT Kalihurip, dan akan menuju ke Jalan Pantura arah Cikampek.

Bila kepadatan kendaraan sudah mencapai Simpang Susun Dawuan, pengguna jalan tol diarahkan ke arah Tol Cipularang dan keluar di Gerbang Tol Sadang.  Selanjutnya dari Sadang, pengguna jalan diarahkan melalui Subang, Cikamurang, Kadipaten menuju Cirebon.

Aapabila Jalur Pantura macet total, Jasa Marga akan mengarahkan masyarakat untuk melalui Lintas Selatan (masuk Cipularang, keluar di Cileunyi, Sumedang, Kadipaten dan Cirebon).

Jasa Marga juga menyiapkan rambu-rambu di tempat-tempat strategis untuk memudahkan pengguna jalan tol mencari alternatif yang sesuai dengan tujuannya.

Jasa Marga melakukan koordinasi dengan aparat Polwil Purwakarta dan Brimob, untuk mengatasi kepadatan lalu lintas tersebut. Jasa Marga menyiapkan 12 kendaraan patroli roda dua yang akan menjaga keamanan masyarakat, terutama pada saat macet di jalan tol. Untuk keperluan pengaturan dan pengalihan lalu lintas, dibangun Posko Pengamatan Terpadu maka di Simpang Susun Dawuan.

 

Layanan Posko Terpadu

Untuk memberikan pengamanan Beberapa Pos Pengamanan Terpadu yang dibangun Jasa Marga bekerjasama dengan petugas Korem/Koramil dan Kepolisian adalah sebagai berikut :

  • Posko di Simpang Susun Dawuan Jalan Tol Jakarta-Cikampek Km 66,
  • Pos Pantau di KM 108 Jalan Tol Cipularang bersama anggota SAR dari Badan SAR Nasional (BASARNAS).
  • Pos Pengamanan Terpadu di Simpang Susun Sadang (KM 70)
  • Pos Pengamanan Terpadu di sekitar pintu masuk GT Pondok Gede Timur ke arah Cikampek (KM 8),
  • Pos Pengamanan Terpadu  di Tempat Istirahat (TI) di KM 19/A, TI di KM 21/B dan TI KM 33/A.
  • Pengamanan Terpadu  di TI KM 88, GT Padalarang Barat dan GT Cileunyi, Jalan Tol Purbaleunyi/Cipularang,

Kendaraan Operasional

Jasa Marga menyiapkan 271 kendaraan operasional siaga 24 Jam yang tersebar di seluruh ruas jalan tol yang dioperasikan yaitu ;

  • Ambulans 22 unit,
  • Derek 95 unit,
  • Patroli Jalan Raya/PJR 67 unit,
  • Kendaraan Layanan Jalan Tol 57 unit,
  • Kendaraan Rescue 13 unit
  • Water tank 15 unit.

 

Dalam layanan informasi lalu lintas di jalan tol, Jasa Marga memberikan kemudahan dengan memberikan berbagai akses informasi,  yaitu :

  • Traffic Information Centre (TIC) dengan nomor telepon 021-80880123
  • Radio siaran niaga (broadcast),
  • Spanduk atau peta resmi dari Dirjen Perhubungan Darat.
  • Rambu-rambu informasi lalu lintas  (VMS)
  • Rambu-rambu menjelang masuk gerbang tol.

TIC dilengkapi monitor pemantau yang terhubung ke 169 CCTV di seluruh ruas tol yang dikelola Jasa Marga baik yang ada di Jabotabek, Bandung, Cirebon, Semarang, Surabaya sampai Medan. Saat ini TIC mengerahkan 24 karyawan.

Mengoptimalkan Tempat Istirahat

Sarana pelayanan Tempat Istirahat yang tersedia di jalan tol, juga menyediakan berbagai pelayanan tambahan seperti kopi gratis, buka puasa gratis, bengkel dan poliklinik darurat 24 jam gratis, serta pemeriksaan ban. Fasilitas Utama di tempat istirahat ini terdiri dari restaurant/warung makan, mushola/masjid, peturasan, layanan informasi dan komunikasi, tempat parkir, tempat duduk untuk istirahat, dan SPBU

Tempat Istirahat yang disediakan Jasa Marga sebanyak 28 tempat istirahat yang tersebar di Jalan Tol Jakarta-Tangerang (2), Jakarta-Cikampek (9), Jagorawi (6), Purbaleunyi (5), Palikanci (2), Semarang (2) dan Surabaya-Gempol (2).

Jasa Marga juga telah menjalin kerjasama dengan rumah sakit di sepanjang koridor jalan tol untuk dijadikan sebagai rujukan korban kecelakaan dan antisipasi bantuan bila ada terjadi kecelakaan dengan banyak korban.

 

Peningkatan Kapasitas Jalan

Dalam menghadapi arus mudik Lebaran tahun 2011 ini, Jasa Marga telah melebarkan dengan penambahan 1 lajur beberapa ruas jalan tol yaitu ;

  • Jalan Tol Jagorawi,  Ruas TMII-Cibinong, dari 3 (tiga) lajur menjadi 4 (epat) lajur, telah dioperasikan pada tanggal 11 Agustus 2011
  • Jalan Tol Jakarta-Tangerang,  Ruas Kebon Jeruk-Tangerang Barat, dari 3 (tiga) lajur menjadi 4 (empat) lajur,  dioperasikan buka pada tanggal 16 Agustus 2011
  • Jalan Tol Purbaleunyi, Ruas Padalarang-Pasteur, dari 2 (dua) lajur menjadi 3 (tiga) lajur, terlah dioperasikan tanggal 15 Juni 2011.

 

Jalan Tol Baru

Sebagai pemimpin di industri jalan tol, Jasa Marga terus mengembangkan jalan tol dengan membangun ruas baru sepanjang 215 km sebagai berikut:

  • Bogor Outer Ring Road (11 km),
  • Semarang-Solo (75,7 km),
  • Gempol-Pasuruan (34,15 km),
  • Cengkareng-Kunciran (15,2 Km),
  • Kunciran-Serpong (11,2 km),
  • JORR W2 Utara (7,7 km),
  • Surabaya-Mojokerto (36,3 km),
  • Gempol-Pandaan (13,6 km),
  • Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa (10 km), yang merupakan jalan tol pertama di Pulau Bali.

Saat ini Jasa Marga melalui anak perusahaan sudah mulai melakukan ujicoba jalan tol Semarang-Ungaran (11 km) sejak 20 Agustus 2011, Sementara  untuk aruas Surabaya-Mojokerto Seksi 1A (Waru-Sepanjang = 2,3 km), diharapkan dapat digunakan