|
Press Release Nomor : 001/2012 Tanggal 30 Januari 2012
Jajaran Direksi Baru Jasa Marga
Tetap Fokus Mengembangkan Perusahaan
Dewan Direksi Baru,
Direktur Utama : Adityawarman
Direktur Operasi : Hasanudin
Direktur Pengembangan Usaha : Abdul hadi Hs
Direktur Keuangan : Reynaldi Hermansjah
Direktur SDM dan Umum : M. Najib Fauzan
Dewan Komisaris Baru,
Komisaris Utama : Agus Wijanarko
Komisaris : Ibnu Purna Muhtar
Komisaris : Joyo Winoto
Komisaris : Akhmad Syahroza
Komisaris Independen : Mayjen (purn ) Syamsoedin
Komisaris Independen : Irjen Polisi (Purn) Michael Dendron Primanto
Meskipun jajaran Direksi PT Jasa Marga (Persero) Tbk., mengalami perubahan karena masa jabatannya sudah berakhir, namun dapat dipastikan bahwa Jajaran Direksi yang baru tetap akan meneruskan kebjakan-kebijakan Direksi sebelumnya dalam mengembangkan Perusahaan. “Dengan demikian, meskipun ada perubahan, jajaran Direksi baru akan tetap melanjutkan kebijakan yang ada serta akan terus meningkatkan kinerja yang sudah dicapai oleh jajaran Direksi sebelumnya,” ujar Okke Merlina, Sekretaris Perusahaan Jasa Marga.
Dijelaskan Okke, bahwa kinerja Jasa Marga dalam periode tahun 2006-2010 mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tingkat rata-rata kenaikan per tahun untuk pendapatan usaha perseroan dari tahun buku 2006 hingga 2010 adalah sekitar 17,7%, sedangkan untuk rata-rata persentase laba usaha per tahunnya adalah naik sekitar 25,2% dari tahun 2006-2010. Sedangkan untuk laba bersih perseroan, setiap tahunnya memperlihatkan konsistensi kenaikan yang cukup baik.
Sedang di bidang operasional, saat ini Jasa Marga telah berhasil memodernisasi pelayanan dengan menerapkan sistem pembayaran tol dengan menggunakan e-toll card, yang kemudian dikembangkan menjadi e-toll pass yang merupakan pelayanan transaksi tanpa henti. Untuk melancarkan arus lalu lintas, Jasa Marga sudah melakukan pemindahan gerbang tol dari Kebon Jeruk ke Karangtengah (Tol Jakarta-Tangerang), Jatibening ke Cikarang (Tol Jakarta-Cikampek) dan Taman Mini ke Cimanggis (Jagorawi). Pemindahan gerbang-gerbang tol ini terbukti mampu mengurangi kemacetan di daerah gerbang tol utama.
Masih di bidang operasional, hingga saat ini jumlah CCTV yang dipasang Jasa Marga adalah 193 unit, yang tersebar di seluruh jalan tol yang dioperasikan Jasa Marga. CCTV ini dapat dipantau di Pusat Informasi Lalu Lintas Jasa Marga (Jasa Marga Traffic Information Centre - JMTIC) di Cililitan. Informasi dari CCTV inilah yang kemudian dijadikan sebagai informasi yang akan disampakan kepada masyarakat yang memerlukan informasi real time tentang kondisi jalan tol yang dikelola Jasa Marga. Selain itu, untuk memberikan informasi real time, upaya lain yang dilakukan Jasa Marga adalah dengan memasang Rambu Variable Message Sign (VMS) di beberapa titik jalan tol.
Selain itu, Jasa Marga juga telah melakukan pelebaran lajur di jalan tol yang sudah mulai padat. Seperti di Ruas Jakarta-Tangerang, Jagorawi, Jakarta-Cikampek dan beberapa ruas tol di luar jabotabek yang dikelola Jasa Marga. Dan yang paling dirasakan masyarakat adalah penambahan lajur (pelebaran) yang dilakukan di Jalan Tol Sediyatmo (Bandara). Setelah peristiwa banjir tahun 2007 lalu, Jasa Marga langsung melakukan penambahan lajur di ruas tol tersebut, dimana jalan yang baru ini lebih tinggi dari jalan yang sudah ada. “Alhamdulillah setelah itu tidak pernah terjadi banjir lagi,” jelas Okke.
Sebagai Badan Usaha Milik Negara yang sekaligus juga perusahaan publik, Jasa Marga bertekad untuk terus memberikan hasil terbaik kepada Pemerintah dan juga kepada para investor yang telah mempercayai saham Jasa Marga sebagai instrumen investasi mereka. “Selain itu sebagai pengembang dan pengelola jalan tol, kami juga terus berusaha untuk menambah jumlah panjang jalan tol yang kami operasikan disamping selalu meningkatkan pelayanan kepada para pengguna jalan tol”, ujar Okke Merlina.
Untuk mencapai target tersebut, saat ini Jasa Marga tengah mengerjakan 8 proyek jalan tol, yang terdiri dari : Bogor Outer Ring Road (11,0 km); Gempol – Pasuruan (34,15 km); Semarang – Solo (75,7 km); JORR W2 North (7,7 km); JORR 2 Ruas Cengkareng – Kunciran (15,2 km); JORR 2 Ruas Kunciran – Serpong (11,2 km); Surabaya – Mojokerto (36,3 km) dan Gempol – Pandaan (13,6 km).
Jasa Marga saat ini telah mengoperasikan jalan tol sepanjang 544 km atau 73% dari seluruh ruas jalan tol yang beroperasi di Indonesia. Apabila seluruh ruas jalan tol yang saat ini dibangun Jasa Marga selesai, maka dalam 3-4 tahun kedepan diperkirakan Jasa Marga akan mengoperasikan jalan tol sekitar sekitar 750 km.
Jakarta, 30 Januari 2012
Untuk Informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Okke Merlina,
Sekretaris Perusahaan
Telp. 8413526 – 8413630
|