Jasa Marga Sosialisasikan Pemberlakuan Paket Kebijakan Atasi Kemacetan Ruas Tol Jakarta-Cikampek

3/9/2018 4:44:01 PM
Berita

​Guna menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran arus lalu lintas di Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek selama masa pembangunan proyek infrastruktur strategis nasional, maka mulai 12 Maret akan diberlakukan paket kebijakan untuk mengatasi kepadatan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Hal ini seperti yang disampaikan ketika konferensi pers yang digelar PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersama dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.

Pemberlakuan paket kebijakan ini berdasarkan dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 18 Tahun 2018 tentang pengaturan lalu lintas. Adapun paket kebijakan tersebut meliputi, pengaturan kendaraan pribadi melalui skema ganjil genap pada akses Gerbang Tol Prioritas Bekasi Timur dan Bekasi Barat arah Jakarta pukul 06.00-09.00 WIB pada hari Senin-Jum’at (kecuali hari libur nasional), pengaturan jam operasional angkutan barang akan diberlakukan pada pukul 06.00-09.00 WIB untuk golongan 3,4 dan 5 (2 arah) pada hari Senin-Jum’at (kecuali hari libur nasional) dan pengaturan tentang Prioritas Lajur Khusus Angkutan Umum (LKAU) Bekasi Timur Arah Jakarta dan Bus Transjabodetabek Premium pukul 06.00-09 WIB pada hari Senin-Jum’at (kecuali hari libur nasional) diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 99 Tahun 2017.

Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh Kepala BPTJ Bambang Prihartono yang menegaskan bahwa kebijakan-kebijakan tersebut telah melalui kajian dan uji coba serta langkah yang paling tepat dan cepat guna mengurangi kepadatan di ruas tol Jakarta-Cikampek.

Untuk memastikan kelancaran paket kebijakan ini, pengguna jalan tol diharapkan dapat berpartisipasi untuk mensukseskan kebijakan tersebut. Khusus untuk pengguna kendaraan pribadi telah disiapkan kantung kantung parkir di Mega City Bekasi Barat dan Grand Dhika Bekasi Timur dengan tarif flat Rp10 ribu, dan ongkos bus Transjabodetabek premium sebesar Rp 20 ribu untuk sekali perjalanan.

“Pemerintah berharap masyarakat beralih ke Transjabodetabek daripada menggunakan kendaraan pribadi yang jelas membutuhkan biaya lebih tinggi dibandingkan kendaran umum,” ungkap Bambang.

Sementara itu, sebagai bentuk dukungan terhadap paket kebijakan Pemerintah ini, Jasa Marga tak lupa untuk melakukan sejumlah upaya terpadu, diantaranya; membuat marka jalan HOV Lane, membuat rambu larangan truk melintas di akses Karawang Barat dan Halim, membuat rambu lalu lintas pengaturan ganjil genap, penggeseran MCB pembatas lajur guna manuver putar balik kendaraan, dan memasang spanduk sosialisasi ganjil genap di GT Bekasi Barat 1, GT Bekasi Barat 2, dan GT Bekasi Timur 2, serta sosialisasi paket kebijakan pengaturan lalin di Ruas Tol Jakarta-Cikampek melalui Variable Message Sign (VMS), media sosial, dan leaflet. (@edited by corcomm)