Komisaris Utama Jasa Marga Pantau Pelaksanaan Arus Mudik Lebaran 2018 Dari Jakarta hingga Semarang

6/14/2018 7:19:14 AM
Berita

Guna memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2018 (Idul Fitri 1439 H), Komisaris Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Refly Harun beserta jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Jasa Marga mengunjungi sejumlah titik di koridor ruas jalan tol Trans Jawa dari Jakarta hingga Semarang, 10-11 Juni 2018.

Pada kesempatan pertama, Refly beserta rombongan mengunjungi Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama yang berada di Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek. GT ini menjadi sorotan khusus karena menjadi akses keluar dan masuk menuju dan ke luar Jakarta.

Refly menyatakan bahwa arus lalu lintas di GT Cikarang Utama cukup lancar, mengingat pada hari biasa di lokasi tersebut kerap dipadati oleh kendaraan akibat imbas empat proyek pembangunan di Ruas Jakarta-Cikampek. Hal ini, menurut Refly, merupakan kerja yang luar biasa dari Jasa Marga, karena GT ini diprediksi akan mengalami lonjakan volume lalu lintas yang signifikan.
“Tidak seperti biasanya, pada arus mudik sebelumnya tahun ini tidak terlihat seperti arus mudik karena lonjakan tidak terlalu luar biasa. Seperti contoh, Sabtu kemarin diprediksi jumlah kendaraan pemudik diperkirakan berjumlah 120 ribu, tapi ternyata hanya 109 ribu,” ujarnya.

Selain meninjau kelancaran arus kendaraan di GT Cikarang Utama, Refly beserta rombongan melihat kesiapan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area Km 207 A Ruas Jalan Tol Palimanan-Kanci (Palikanci). 

Rest area ini mendapat sorotan karena menjadi salah satu tempat istirahat yang kerap disinggahi para pemudik yang hendak melakukan perjalan ke Jawa Tengah atau Jawa Timur. Di Km 207 A Ruas Palikanci ini pula, rombongan Komisaris memantau kelancaran distribusi kendaraan yang keluar-masuk untuk singgah setelah diterapkannya sistem monitoring dan zoning rest area.

Setelah mengunjungi Rest Area Km 207 A Palikanci, selanjutnya rombongan Komisaris menyambangi proyek Jembatan Kali Kuto di proyek pembangunan Jalan Tol Batang-Semarang yang dikelola oleh anak perusahaan Jasa Marga, yaitu PT Jasamarga Semarang Batang (JSB). Perlu diketahui, Jembatan Kali Kuto merupakan jembatan plengkung pertama di Indonesia yang perakitannya dilakukan langsung di lokasi pekerjaan.

Pada kesempatan ini, Refly menemui bahwa Jembatan Kali Kuto telah terpasang. Untuk itu, Refly menilai PT JSB telah bekerja dengan sangat baik, mengingat ketika kunjungannya yang terakhir pada awal bulan Mei lalu, Jembatan Kali Kuto masih dalam kondisi belum terpasang. Ia mengakui, pembangunan jembatan yang mejadi ikon Jalan Tol Batang-Semarang tersebut bukan pekerjaan mudah, membutuhkan upaya yang keras dan perhitungan yang mantap untuk membangunnya.

“Pembangunan Jembatan Kali Kuto harus sangat presisi, tidak boleh ada kesalahan atau toleransi sedikit pun, meskipun hanya 2 mm. Diharapkan, pada H-2, jembatan ini bisa dilalui oleh para pemudik, meskipun baru satu lajur,” lanjutnya di Proyek Jalan Tol Batang-Semarang yang menjadi salah satu jalur fungsional saat pelaksanaan arus mudik dan balik lebaran kali ini.

Bukan hanya mengunjungi Jembatan Kali Kuto, Refly beserta rombongan pun mengunjungi Jembatan Kali Kenteng di Kartasura. Meski pembangunan jembatan tersebut belum rampung dan belum bisa dilalui oleh para pemudik. 

Namun, para pemudik sudah bisa melewati jalan fungsional yang berada di bawah jembatan tersebut pada pagi hingga sore hari. Jalur fungsional lainnya yang dikunjungi oleh rombongan adalah Simpang Susun (SS) Krapyak yang merupakan titik akhir atau exit dari jalur fungsional Batang-Semarang. Refly menilai SS Krapyak sudah sangat rapi dan laik untuk dilalui oleh para pemudik yang hendak menuju Jawa Tengah maupun Jawa Timur.

Secara keseluruhan Refly menilai kinerja kerja Jasa Marga dan anak perusahaan patut diapresiasi karena tidak ada kepadatan yang berarti pada arus mudik tahun ini. Begitu pula pada Rest Area, Refly menilai sistem monitoring dan zoning yang diterapkan di Rest Area sudah dilakukan dengan sangat baik, sehingga kenyamanan dan keamanan para pemudik sangat diperhatikan.

Refly berharap pelaksanaan arus mudik dan balik lebaran tahun ini tidak ditemukan suatu kendala apapun, baik dari tingkat kepadatan kendaraan serta tingkat kecelakaan yang dapat ditekan seminimal mungkin.

“Mudah-mudahan dari waktu yang tersisa sampai nanti Idul Fitri tidak ada kemacetan yang berarti dan para pemudik bisa bertemu dengan sanak keluarganya,” harapnya.