Presiden Jokowi Resmikan Jalan Tol Ngawi-Kertosono Ruas Ngawi-Wilangan

4/4/2018 4:58:37 PM
Berita

​Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Jalan Tol Ngawi-Kertosono (Ruas Ngawi-Wilangan), Madiun, Kamis, 29 Maret 2018. Pada peresmian tersebut, Presiden didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimoeljono, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna, serta Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Peresmian jalan tol sepanjang 52 Km tersebut menyusul terbitnya Sertifikat Laik Fungsi Jalan Tol dan Sertifikat Laik Operasi. Sertifikat Laik Fungsi Jalan Tol Nomor AJ.409/I/3/DJPD/2018 dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan pada tanggal 5 Maret 2018. Sementara itu, Sertifikat Laik Operasi dikeluarkan oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dengan nomor: JL.03.04-P/161 tertanggal  6 Maret 2018.​

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia harus cepat dalam sektor pembangunan infrastruktur. Presiden mengatakan, bahwa Indonesia pernah menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam pembangunan jalan tol ketika membangun Jalan Tol Jagorawi pada tahun 1977. Meski begitu, Presiden mengakui, pembangunan infrastruktur Indonesia kini mulai tertinggal dari negara-negara tetangga. Oleh karena itu, Presiden berharap pembangunan infrastruktur dapat digenjot semaksimal mungkin guna mengejar ketertinggalan.

“Ketika Indonesia membangun Tol Jagorawi, banyak negara yang melihat ke kita. Malaysia nengok Jagorawi seperti apa, proses konstruksi seperti apa, manajemen seperti apa. Vietnam, Filipina, bahkan Tiongkok juga melihat (kita). Setelah itu, total 40 tahun sampai 2014, kita hanya membangun 780 Km jalan tol. Bandingkan dengan Tiongkok yang dulunya belajar ke kita sekarang sudah memiliki 280 ribu Km jalan tol. Betapa kita sangat tertinggal jauh,” paparnya.

Presiden Jokowi melanjutkan, bahwa kondisi ketertinggalan ini harus diperbaiki oleh Indonesia. Bukan hanya jalan tol, jalan nasional, Bandara, atau pelabuhan yang harus dikebut pembangunannya, hal ini berlaku pula bagi berbagai proyek infrastruktur lainnya. Jika Indonesia tidak segera bangkit dan memperbaiki kondisi ini, lanjut Presiden, maka negara ini akan semakin tertinggal dari negara-negara lainnya.

“Tahapan besar yang utama adalah investasi di bidang infrastruktur. Tahapan besar berikutnya adalah investasi di bidang SDM,” tekan Presiden.

Setelah diresmikan, pengguna jalan tol dapat menikmati Jalan Tol Ngawi-Kertosono, Ruas Ngawi-Wilangan secara gratis selama periode sosialisasi, yaitu mulai tanggal 31 Maret hingga 9 April 2018. Dimana selanjutnya besaran tarif tol akan diatur lebih lanjut dengan Surat Keputusan Menteri PUPR. Dengan dioperasikannya jalan tol ini, maka semakin menambah panjang daftar pembangunan Jalan Tol Trans Jawa yang terbentang dari Merak hingga Banyuwangi. Ini juga menjadi bukti kuat komitmen Jasa Marga dalam mewujudkan konektivitas wilayah melalui pembangunan jalan tol, serta mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya di wilayah sekitar jalan tol. (@edited by corcomm)