Tarif Integrasi Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Resmi Berlaku

10/1/2018 7:59:15 AM
Berita

Tarif Integrasi Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) Resmi Berlaku​
​​​​
Jakarta (30/9) - Tepat pada hari Sabtu (29/9), pukul 00.00 WIB, integrasi tarif Tol Lingkar Luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR) resmi berlaku. Pemberlakuan integrasi tarif Tol JORR ini sesuai dengan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 710/KPTS/M/2018 pada tanggal 14 September 2018.

Sistematika integrasi tarif ini berlaku pada Jalan Tol JORR Seksi W1 (Penjaringan-Kebon Jeruk), Seksi W2 Utara (Kebun Jeruk-Ulujami), Seksi W2 Selatan (Ulujami-Pondok Pinang), Seksi S (Pondok Pinang-Taman Mini), Seksi E1 (Taman Mini-Cikunir),Seksi E2 (Cikunir-Cakung), Seksi E3 (Cakung-Rorotan), Jalan Tol Akses Tanjung Priok (Rorotan-Kebon Bawang), dan Jalan Tol Pondok Aren-Ulujami dengan total panjang jalan 76,8 km. 

Penerapan integrasi tarif Jalan Tol JORR mengubah tarif tol bagi pengguna. Pada kendaraan golongan I untuk jarak terdekat, misalnya, tarif tol menjadi Rp15.000 dari sebelumnya hanya Rp9.500. Sementara untuk jarak terjauh pada Jalan Tol JORR dari Rp34.000 menjadi Rp15.000. Integrasi berpengaruh besar pada kendaraan logistik. Tarif jarak terjauh bagi golongan V sebelumnya mencapai Rp94.500. Integrasi tarif tol membuat tarif golongan V disamakan dengan golongan IV dan turun menjadi hanya Rp30.000.

“Harapannya dengan adanya integrasi ini pengguna bisa lebih cepat sampai tujuan karena tidak harus berhenti dan lebih nyaman. Selain itu, Badan Usaha juga lebih efisien dalam operasinya,” ujar Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna saat meninjau langsung penerapan integrasi tarif Tol JORR di Gerbang Tol (GT) Meruya Utama 1, Sabtu (29/9) dini hari.

GT Meruya menjadi salah satu pintu tol yang dihilangkan setelah pemberlakuan integrasi tarif Jalan Tol JORR. Dengan dihilangkannya beberapa pintu tol, maka tidak terlihat lagi antrean kendaraan yang hendak bertransaksi di pintu tol. Jadi, pengguna kini hanya melakukan sekali transaksi di on ramp sehingga efisiensi waktu dan peningkatan pelayanan dapat tercapai.
.
Integrasi tarif Jalan Tol JORR ini mendapat tanggapan cukup beragam dari pengguna jalan tol sendiri. “Yang penting ada perbaikan infrastruktur di jalan. Ya, berimbanglah dengan kepentingan publik,” kata salah seorang pengguna jalan tol bernama Rina saat melintas di GT Meruya Utara, Jumat (28/9) menjalang tengah malam.

“Kita bayar lebih mahal tidak apa-apa. Tapi, kita harap kualitas tolnya semakin bagus,” ujar Andika, pengguna jalan tol lainnya.

“Dengan dihilangkannya pintu tol di Meruya Utama 1, sudah tidak ada lagi antrean. Biasanya di sini mampet, terlebih sore hari,” kata Yopie, pengemudi truk yang biasa melintas di JORR.
 
Integrasi tarif ini sebenarnya telah sesuai dengan tujuan penyelenggaraan jalan tol yang diatur di dalam UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol. Pada pasal 43 ayat 1 huruf (b) UU Jalan disebutkan, jalan tol diselenggarakan untuk meningkatkan hasil guna dan daya guna pelayanan distribusi barang dan jasa guna menunjang peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, pada pasal 2 ayat 2 PP Jalan Tol dinyatakan, penyelenggaraan jalan tol bertujuan meningkatkan efisiensi pelayanan jasa distribusi guna menunjang peningkatan pertumbuhan ekonomi, terutama di wilayah yang sudah tinggi perkembangannya. 

PT Jasa Marga (Persero) Tbk. mengimbau kepada masyarakat pemakai jasa tol untuk senantiasa memastikan ketersedian saldo di kartu elektroniknya masing-masing dan berhati-hati dalam berkendara mematuhi rambu-rambu lalu lintas. (Edited by Corcomm)